Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 44


__ADS_3

Satya sedang mengendarai mobil sport mewah nya. Satya memasang airphone di telinga nya. Satya sedang menghubungi Jhoni.


"Hallo Tuan"


"Carikan saya rumah yang cocok untuk saya dan istri saya. Kau tentu tahu apa yang saya inginkan" perintah Satya yang terdengar tegas


"Baik Tuan" jawab Jhoni


Satya segera mematikan sambungan telpon nya. Satya berniat akan membelikan rumah untuk Salwa dan Riza anaknya. Satya tidak mau membawa Salwa kembali ke apartemen nya. Satya takut semua kenangan masa lalu nya akan kembali terbayang di ingatan Salwa.


Satya telah sampai di Marquez hospital, Dia berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju ruangan Salwa. Di tangan nya sudah ada parsel buah untuk Salwa.


Ceklek


Satya membuka pintu ruangan Salwa dan langsung masuk menghampiri istrinya yang sedang duduk menyandar pada sandaran tempat tidur.


Satya menyimpan parsel buah di meja kecil samping ranjang pasien lalu Dia mencium kening Salwa sangat dalam dan lama sampai Salwa memejamkan matanya.


"Bagaimana keadaan mu sayang?" tanya Satya


"Sudah lebih baik Mas" Salwa tersenyum manis


"Sayang kamu mau apa?" tanya Satya saat melihat Salwa sudah menurunkan kedua kaki nya ke lantai


"Aku mau ke kamar mandi Mas" Salwa tersenyum dan berdiri sambil berpegangan pada meja kecil di samping nya.


"Sayang" Satya langsung menahan Salwa yang akan berjalan


"Biar aku gendong ya" kata Satya yang langsung menggendong Salwa


"Mas aku bisa jalan sendiri, kamu turuni aku ihh. Aku berat loh" Salwa memukul mukul dada suaminya yang sama sekali tak bergeming

__ADS_1


Sesampainya di kamar mandi Satya menduduk kan Salwa di kloset yang sudah di tutup.


"Mas ngapain masih disini?" tanya Salwa yang melihat Satya masih berdiri di depan nya


"Aku mau temenin kamu disini" jawab Satya santai


"Gak. Gak boleh, kamu keluar aja aku bisa sendiri ko" Salwa menolak secera halus


Satya hanyadiam tanpa berniat pergi dari tempat nya sekarang. Bergeser pun tidak dari tempatnya.


"Masss aku udah gak tahan nih mau pipis" Salwa kesal dengan kelakuan Satya


"Ya kamu tinggal pipis aja, apa susahnya" kata Satya datar


Salwa mendengus kesal melihat kelakuan suaminya itu. Mau tidak mau Salwa pun buang air kecil di depan suaminya. Dia sudah tidak tahan dan sudah cape berdebat dengan suaminya.


Sementara Satya tersenyum nakal melihat Salwa yang sedang memakai celana nya kembali. Satya berjalan mendekati Salwa yang masih kesal padanya.


Salwa berjalan keluar kamar mandi dan duduk di sofa tanpa kembali ke ranjang pasien. Salwa masih kesal dengan kelakuan suaminya itu.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka, Satya segera berjalan ke arah Salwa yang masih duduk di sofa dengan wajah di tekuk kesal.


"Sayang, kenapa kamu tadi jalan sendiri? kalo kamu jatuh gimana? Jangan lakukan lagi" Satya mengomeli Salwa dengan nada lembut dan penuh kasih sayang


Salwa hanya diam tanpa menghiraukan ucapan Satya karna Dia masih kesal. Satya pun dudk di samping Salwa dan mencium kepala Salwa dari samping.


"Kamu kenapa? Marah?" tanya Satya lembut


"Bukan gitu Mas, aku cuma kesel aja sama kamu" jelas Salwa yang tidak bisa marah lama lama

__ADS_1


"Kesel kenapa coba?"tanya Satya pura pura tidak tahu


"Ck Mas ini gimana si. Aku kan malu masa pipis di liatin sama kamu" jelas Salwa kesal dengan wajah merah menahan malu


"Hahaha" Satya tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Salwa dan wajah Salwa yang terlihat memerah


"Kamu ini lucu deh, masa iya malu sama suami sendiri. Aku udah lihat semua punya kamu kali" kata Satya setelah berhenti tertawa


"Ck dasar mesum" Salwa menukul lengan suaminya


"Hahaha. Biarin aja mesum sama istri sendiri" kata Satya


Salwa hanya berdecak kesal lalu Dia berdiri dan berjalan ke arah tempat tidur. Tapi sebelum Salwa melangkah lebih jauh tangan nya udah di tahan oleh Satya.


"Mau kemana?" tanya Satya


"Mau ke tempat tidur" kata Salwa membalikan tubuhnya menghadap Satya


"Sini duduk" Satya menepuk paha nya agar Salwa duduk di pangkuan nya


"Ihh apaan si Mas. Aku berat loh" kata Salwa menolak


"Sini duduk atau mau aku gendong lagi kamu? " ancam Satya


"Ck Mas ini" Salwa berjalan ke arah suaminya lalu dengan ragu ragu Salwa duduk di pangkuan Satya.


"Kan manis kalo nurut kaya gini" Satya mengusap bibir Salwa yang terlihat sangat menggoda


Salwa hanya diam dengan perasaan yang tak karuan. Jantung nya berdetak lebih cepat dari biasanya. Hati nya berdesir saat Satya menyentuh bibir nya.


Satya mendekatkan wajah nya ke wajah Salwa, Dia memiringkan wajahnya lalu dalam hitungan detik bibir nya sudah menempel di bibir Salwa.

__ADS_1


Salwa hanya diam mematung dan tak memberi respon apa apa. Satya menggigit pelan bibir bawah Salwa sehingga Salwa langsung membuka mulutnya. Satya mengabsen rongga mulut Salwa dengan lidahnya. Satya bermain dengan lihai, tentu saja Dia lihai Satya kan sering berciuman dengan Bella dulu. Berbeda dengan Salwa yang ciuman pertama nya adalah Satya.


__ADS_2