
Waktu yang di tunggu pun telah tiba. Hari ini keluarga Arman akan datang untuk melemar Tania. Rachel dan yang lainnya pun sudah berada di rumah Satya termasuk Revina dan Devan. Juga keluarga Gio tak lupa tante Hanum pun datang karna sengaja di undang oleh Satya.
Rachel, Revina dan Faiha sedang menemani Tania di dalam kamarnya. Rachel pun merasa tak menyangka kalau Arman akan menikah dengan Tania adik iparnya.
"Aku beneran gak nyangka kalau jodoh kamu adalah Arman yang dulunya culun banget ya Dhe" kata Rachel masih belum percaya
"Hahaha iya Ka, mungkin inilah jodoh yang ditakdirkan Allah untuk Tania dan kita jadi benar benar menjadi saudara dengan Arman" kata Revina
Mereka mengangguk setuju dengan apa yang di ucapkan Revina.
"Tan deg deg gan gak?" tanya Faiha
"Iya Fa, aku jadi gugup kaya gini" kata Tania
"Tenang Tan, tarik nafas buang tarik lagi buang" kata Rachel mencoba menenangkan adik iparnya.
"Kaya mau lahiran aja pake tarik nafas buang nafas" kata Revina meledek kakanya
Rachel menoyor kepala Revina "Lo ini ya Re"
Faiha dan Tania hanya tertawa melihat kedua kaka beradik ini. Tak lama kemudian Salwa pun masuk ke kamar Tania.
"Dhe udah siap?" tanya Salwa
"Ohh udah Bun" kata Tania tersenyum kaku
"Jangan tegang gitu, rileks aja lagian ini baru lamaran sayang" kata Salw mengusap kepala anaknya
"Iya Tan, ini baru lamaran apalagi nanti kalo nikah. Ahhh pasti kau bakal tegang setengah mati" kata Rachel
"Ya udah ayo kita keluar, keluarga Arman sudah datang" kata Salwa yang di angguki mereka
__ADS_1
Tania pun keluar kamar dan menuju ruang tamu dengan di gandeng Salwa dan Faiha. Sementara Rachel dan Revina mengikuti dari belakang.
Arman sampai tak berkedip melihat Tania yang sangat cantik dengan polesan make natural dan baju muslimahnya membuat Tania semakin terlihat cantik dan anggun.
"Ekhem"
Suara deheman dari Seno membuat Arman tersadar dan langsung mengalihkan pandangan nya.
Tania duduk di samping Satya dan Salwa duduk di samping suaminya. Rachel dan yang lainnya duduk di samping para pasangan nya.
"Om Tante apa kabar?" Rachel menyapa orang tua Arman
"Rachel, Rere kalian sudah besar ya. Makin cantik aja, kabar Tante sama Om baik. Kalian sudah menikah ya" kata Nyonya Richard
"Iya Tan, ini suami Rachel" jawab Rachel sambil memeluk tangan suaminya
"Dunia memang sempit ya, kalian mempunyai pasangan dari keluarga Tuan Satya sementara Arman juga ikutan mau nikahin putrinya Tuan Satya" katanya lagi
"Iya Tante" Rachel tersenyum
"Silahkan Tuan Ricrhad" kata Satya ramah
"Jadi begini kalian semua tentu sudah tahu apa maksud kedatangan kami kesini. Langsung saja kami datang kesini ingin melamar Tania Kaisar Febriliyan untuk anak kami Arman Richard. Semoga Tuan sekeluarga berkenan menerima lamaran kami" jelas Tuan Ricrhad
"Kalau saya serahkan semuanya pada Tania putri saya" kata Satya menatap anaknya
"Tania terima lamaran nya Arman Yah" kata Tania penuh keyakinan
"Alhamdulillah " semuanya berucap syukur
"Baiklah kalau begitu bagaimana kalau kita laksanakan acara pernikahan nya bulan depan" usul Tuan Ricrhad
__ADS_1
Satya mengangguk "Setuju, lebih cepat lebih baik"
Setelah membicarakan rencana pernikahan. Mereka pun makan malam bersama karna Salwa dan dua menantunya sudah memasakan makanana untuk makan malam ini.
Selesai makan malam mereka kembali berbicang bincang di ruang tamu sampai pukul 9 malam keluarga Arman dan keluarga Gio pun pamit pulang. Revina dan tante Hanum pun ikut pulang. Sementara anak anak dan para menantu Satya menginap.
"Cieee yang mau jadi pengantin" kata Rachel menggoda adik iparnya
"Apaan si Hel?"wajah Tania sudah memerah
"Hahaha. Gimana reaksi Santi ya kalau tau kau akan segera menikah" kata Rachel
"Wahhh di jamin heboh Hel. Hahaha" jawab Tania
Mereka pun tertawa bersama, setelah puas mengobrol satu persatu anggota keluarga ini masuk ke kamar masing masing.
Di kamar Satya sedang duduk bersandar dengan Salwa yang merebahkan tubuh nya disamping Satya sambil memeluk kaki suaminya.
"Sayang gak terasa ya anak anak kita sekarang sudah pada besar. Putri kecil kita pun sebentar lagi akan menikah dan akan di bawa oleh suaminya. Kita akan kesepian lagi " kata Satya sedih bercampur bahagia
Salwa mendongak dan menatap suaminya "Iya Mas, tapi mau bagaimana lagi toh anak anak juga sudah mempunyai pilihan nya sendiri. Kita doakan saja semoga mereka bahagia sampai tua nanti"
"Aku merasa kesepian aja sayang" kata Satya tak bisa menyembunyikan kesedihan nya
"Mas, kan masih ada aku" kata Salwa mencoba menenangkan suaminya.
"Lagian Tania udah besar dan Dia juga udah sepantasnya menikah dan berumah tangga Mas" kata Salwa lagi
Satya memutar tubuhnya hingga kinu sudah berada di atas tubuh Salwa. Senyuman penuh arti itu membuat Salwa merinding.
"Kalau gitu kita buat lagi adik untuk mereka" kata Satya yang langsung menciumi leher istrinya
__ADS_1
"Hahaha, Mas kita ini udah tua masa iya mau punya bayi lagi" kata Salwa
Satya tidak menjawab masih terus asyik dengan kegiatan nya. Meskipun umur mereka sudah tidak muda lagi. Tapi keharmonisan dan keromantisan mereka berdua tidak kalah dengan pasangan muda.