
Sore harinya Syaida sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit. Salwa sudah menjemputnya bersama Riza dan pengasuhnya. Sementara Satya masih ada miting di kantornya. Jadi Dia akan menyusul ke rumah Gio jika miting nya selesai.
Saat sampai di rumah Gio Syaida merasa was was karna takut kalau Gisel masih ada disana. Gio dan Satya sepakat untuk tidak memberi tahu para istri mereka. Karna mereka tahu kalau para istri mereka pasti sudah memaafkan Gisel dan tidak akan menjebloskan Gisel ke penjara. Tapi jika Gisel di maafkan begitu saja, pasti Dia tidak akan pernah mau berubah. Gio sudah tahu bagaimana sifat adiknya itu.
"Gak usah takut sayang. Gisel udah aku suruh pulang ke Amerika" kata Gio bohong
'Maaf sayang aku telah membohongimu. Tapi ini demi kebaikan Gisel juga' Gio
"Ayo masuk" Gio mengenggam tangan istrinya lalu masuk di ikuti Salwa dan Ela.
Gio membawa istrinya ke lantai atas menuju kamarnya. Sementara Salwa membantu Bi Anah untuk menyiapkan makan malam.
Gio semakin overprotektif pada Syaida karna Dia tahu kalau kandungan istrinya lemah. Sebagai seorang dokter tentu saja Gio tau apa yang harus di lakukan nya terhadap sang istri.
"Sayang kamu tiduran aja ya" Gio membantu Syaida naik ke tempat tidur dan mengangkat kedua kaki istrinya.
"Aku bosen Mas, harus tidur terus" kata Syaida merengek
"Kamu gak boleh kelelahan Sayang" Gio mengusap lembut pipi istrinya
"Aku mau ke bawah aja temuin Kaka" kata Syaida memohon
"Tidak Boleh" Gio menjentikan jari telujuknya di depan Syaida sebagai peringatan kalau Dia tidak boleh membantah ucapan nya.
Syaida hanya mendengus kesal karna suaminya terlalu berlebihan menurutnya.
"Kalau kamu bosen biar aku temenin kamu" Gio ikutan naik ke tempat tidur dan duduk bersandar di samping istrinya
"Jangan marah dong Sayang. Aku kan cuma gak mau kalau kamu kelelahan" Gio mengusap kepala Syaida yang tertutup hijab
"Aku kesel sama kamu" mulutnya berkata seperti itu tapi kenyataan nya Syaida malah memeluk suaminya dan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya itu.
__ADS_1
Gio tersenyum dan mengelus kepala Syaida dengan penuh kasih sayang. Sifat manja Syaida mulai terlihat dan Gio tentu tahu kalau hormon ibu hamil itu berubah ubah kadang manja dan kadang juga sering marah marah gak jelas. Gio sangat menantikan masa masa itu.
"Sekarang kamu tidur ya, aku mau ke bawah dulu" Gio masih mengelus kepala istrinya
Syaida menggeleng di dalam pelukan suaminya lalu Dia melepas pelukan nya dan menatap suaminya itu.
"Aku mau tidur, tapi mau di peluk sama kamu" kata Syaida manja
"Manjanya, tapi aku suka" Gio mencubit gemas hidung istrinya
"Yu kita tidur sayang" Gio membaringkan tubuhnya begitupun dengan Syaida. Mereka tidur berpelukan.
.................
Di lantai bawah Salwa sedang bermain dengan anak nya Riza yang semakin hari semakin menggemaskan. Salwa terus menciumi pipi sang anak yang semakin chubi.
"Assalamualaikum" Satya baru saja pulang dari kantornya dan langsung masuk ke rumah Gio.
"Waalaikumsalam . Mas sudah pulang" Salwa menoleh ke arah suaminya
"Syaida mana sayang?" tanya Satya sambil menggulung lengan baju kemeja yang di pakainya
"Ada di atas Mas lagi istirahat mungkin" jawab Salwa tersenyum
"Mau mandi dulu Mas?" tanya Salwa
"Nanti aja di rumah sayang, sekarang kita pulang aja yu" ajak Satya duduk di samping istrinya
"Ya udah kita pulang, aku pamit dulu sama Bi Anah ya. Kayanya Syaidamasih tidur deh gak enak kalau di bangunin" jelas Salwa
"Iya sayang, Riza nya biar sama aku saja" Satya mengambil alih Riza dari gendongan Salwa
__ADS_1
Salwa pun pergi ke dapur untuk pamit pada Bi Anah dan minta tolong untuk di beritahukan pada Syaida kalau Dia pulang duluan.
Kini Salwa dan Satya sudah berada di dalam mobilnya. Sementara Ela pulang dengan mobil yang tadi di pakai Salwa bersama supir.
Salwa sedang menyusui Riza, Satya sesekali melirik istrinya yang sedang fokus menyusui Riza sambil melantunkan sholawat dan mengelus kepala anaknya.
"Riza tidur sayang?" Satya mengelus kepala anaknya yang berada di pangkuan istrinya
"Iya Mas, tadi terlalu asyik main jadi sekarang ngantuk" kata Salwa mengelus pipi anaknya
"Suara kamu terlalu merdu sayang, jadi Riza tidur deh" kata Satya tersenyum menggoda
"Ihh apaan si Mas" kata Salwa
Satya hanya tersenyum melihat istrinya yang menggemaskan jika sedang kesal atau malu.
Setelah sampai di rumah Salwa segera mnidurkan Riza di kamarnya. Tapi langsung mendapat protes dari suaminya.
"Sayang, Riza nya di tidurin di kamar Dia aja "kata Satya
"Emang nya kenapa Mas?" tanya Salwa polos
"Ck kamu ini gak ngerti apa? Malam ini aku mau berduaan sama kamu" kata Satya sedikit kesal
"Oh" hanya itu jawab Salwa sehingga membuat Satya gemas dan mencium bibir istrinya
Saat keduanya sedang menikmati ciuman mereka berdua tiba tiba Riza menangis sangat kencang. Salwa dan Satya langsung melepas tautan bibir mereka. Salwa segera menggendong Riza dan menimang nya. Sementara Satya mendengus kesal karna ciuman nya terganggu.
"Aku bilang juga apa? Tidurin aja di kamarnya kan ada Ela. Kamu tinggal memompa asi untuk nanti malam jika Riza nangis" kata Satya terlihat jelas kekesalan di wajahnya
Salwa hanya tersenyum dan berjalan menghampiri suaminya yang sedang duduk di pinggir tempat tidur. Salwa mencium kening suaminya.
__ADS_1
"Nanti aku tidurin Riza di kamarnya ya Sayang" kata Salwa tersenyum malu atas ulahnya sendiri
Satya langsung tersenyum merekah saat mendapat ciuman dan panggilan sayang sekaligus dari istrinya. Hatinya terasa berbunga bunga, wajah kesal nya berubah menjadi wajah bahagia dan penuh nafsu.