
Setelah selesai kuliah, seperti yang di rencanakan Riza and the geng akan kumpul di sebuah cafe yang selalu menjadi tempat favorit mereka. Seperti biasa mereka akan memesan ruangan VIP agar bisa leluasa untuk mengobrol.
"Gue ke luar dulu ya" kata Seno beranjak dari duduknya
"Mau ngapain lo?" tanya Devan menatap curiga pada Seno
"Lo kaya yang gak tahu aja, pasti ada cewe cantik di luar " kata Riza datar
"Hahaha lo tau aja deh" kata Seno
"Dasar Berengsek lo" kata Devan
"Udah ah gue mau keluar dulu, nanti kesini lagi oke Za, Van" kata Seno yang langsung perg keluar
"Oh ya Za, Tania udah lo anter pulang?" tanya Devan
"Dia gak mau, katanya Dia mau main sama temen barunya" jawab Riza datar
"Temen nya cewe apa cowo?" tanya Devan lagi
"Cewelah, gue mana mungkin biarin Dia pergi berduaan sama cowo " jawab Riza
Devan hanya mangut mangut mengerti. Lalu keduanya asyik dengan ponsel masing masing tanpa ada pembicaraan lagi di antara mereka.
Di sisi lain Tania dan Rachel baru saja sampai di cafe. Mereka terlihat sangat akrab dan sesekali mereka tertawa bersama entah apa yang mereka tertawakan.
Seno masuk kembali ke cafe sudah menggandeng seorang wanita yang terlihat sexsi dan glamor. Seno melihat Tania dan teman nya sedang bercanda di cafe itu.
"Tania" panggil Seno
Tania menoleh " Bang Seno, ko abang ada disini?"
"Harusnya abang yang nanya gitu sama kamu. Kenapa kamu ada disini? Gak langsung pulang ke rumah?"tanya Seno beruntun
"Tania udah bilang ko sama Bang Riza dan Dia juga izinin" jawab Tania
"Ya udah sekarang kamu pulang, tuh disana ada Bang Riza kamu pulang sama Bang Riza" kata Seno menunjuk ruangan VIP
__ADS_1
"Tapi kan Bang, Tania baru aja nyampe " kata Tania cemberut
"Udah Tan, kamu pulang aja. Kita kan bisa jalan lagi lain waktu" kata Rachel
"Iya, udah kamu pulang sama Bang Riza. Bunda pasti khawatir kalau kamu belum nyampe rumah" kata Seno
"Tania aja di suruh pulang cepet, tapi Bang Seno malah keluyuran sama cewe gak jelas " kata Tania kesal
Seno mengelus kepala adik kesayangan nya itu " Nanti kamu juga tahu Tania, sekarang kamu pulang dulu sama Bang Riza dan Bang Devan"
"Ya udah aku pulang duluan ya Hel. Assalamualaikum " pamit Tania
"Waalaikumsalam " jawab Rachel
Tania pun masuk ke ruangan VIP dimana tempat Riza dan Devan. Kebetulan sekali Riza dan Devan pun sudah siap siap untuk pulang.
Tania pun pergi pulang bersama Riza dan Devan. Sementara Seno masih asyik bersama wanita barunya itu. Entah sampai kapan Dia bakal berubah.
......................
Besok pagi nya Riza and the geng sudah berada di kelas begitu pun dengan Tania yang juga sudah berada di kelas nya.
Riza sudah selesai dari toilet sekarang Dia berjalan menyusuri lobi kampus sambil memainkan ponselnya.
Brukk
Riza bertabrakan dengan seseorang yang sedang membawa minuman sampai minuman nya tumpah di baju Riza dan juga mengenai ponselnya.
"Heh kalau jalan tuh liat liat" kata Riza emosi sambil mengibas ngibaskan tangan nya yang penuh dengan jus buah
Rachel berdiri dan menatap horor pada Riza. Rachel mengepalkan tangan nya menahan emosi.
"Heh lo yang salah ko gue yang di salahin? Dasar cowo gila" kata Rachel emosi
Riza menatap tidak percaya pada gadis berhijab modern itu. Bagaimana bisa Dia memaki seorang Riza di depan banyak orang.
"Heh berani ya lo" bentak Riza
__ADS_1
"Kenapa emang nya?" kata Rachel nyolot sambil mendongakan wajahnya menatap Riza
Deg Deg Deg
Jantung keduanya berdetak kencang saat tatapan mata mereka beradu. Membuat keduanya menjadi salah tingkah. Tapi Riza masih bisa mengendalikan perasaan nya. Dia tetap terlihat cool.
"Pokonya lo harus ganti rugi" kata Riza dingin
"Heh kenapa gue harus ganti rugi? Ni baju kalau di kasih sabun colek terus di cuci juga bersih. Gak usah ribet deh jadi orang" kata Rachel nyerocos
Riza menoyor kepala Rachel " Lo gila ya, ini itu baju mahal dan gak mungkin gue cuci pake sabun colek dasar gila ya lo"
"Kalau lo emang gak mau cuci yaudah buang aja lo kan kaya" kata Rachel santai
"Lo bener bener ya" Riza menjadi greget sendiri dengan tingkah Rachel
"Apa?" Rachel makin nyolot
Mengeram kesal Riza pun langsung pergi karna percuma menghadapi cewe kaya Rachel yang tidak mau kalah. Riza berjalan ke toilet untuk membersihkan pakaian nya.
"Dasar cewe Gila, awas ya lo udah berani berurusan sama gue" Riza berbicara sendiri sambil membersihkan pakaian nya di toilet
Di sisi lain Rachel menggerutu sambil berjalan ke arah kelas nya.
"Dasar cowo gila, minuman guekan jadi tumpah kan sayang belum diminum. Arghhh kenapa si gue harus ketemu cowo gila kaya Dia" Rachel menggerutu kesal
Tania mengerutkan keningnya melihat sahabatnya itu cemberut sambil menggerutu gak jelas.
"Kenapa Hel?" tanya Tania
"Aku kesel banget sama cowo gila itu. Masa iya cuma gara gara ketumpahan jus buah Dia minta ganti rugi. Kan gila, lagian Dia yang salah juga bukan aku. Dasar cowo gila" gerutu Rachel
"Kamu ini ngomong apa si? Aku bener bener gak ngerti ?" kata Tania bingung
"Ck" Rachel berdecak kesal lalu Dia pun menceritakan pertemuan yang tidak sengaja sama Riza tadi kepada Tania.
"Siapa nama cowonya? " tanya Tania penasaran
__ADS_1
Rachel mengangkat kedua bahunya "Gak tahu dan gak mau tahu"
Tania hanya tertawa melihat wajah kesal dari teman nya itu. Rachel wanita berhijab modern dengan prilaku ramah tapi kalau ada yang berani menganggu nya pasti Dia akan berubah menjadi cewe bar bar.