Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Season 2 (Part 50)


__ADS_3

Arman keluar dari kamar mandi di dalam kamar hotel ini dan melihat wanita yang baru saja di persunting nya pagi tadi. Tania sedang duduk menyandar di tempat tidur. Dia sudah lebih dulu membersihkan diri.


Arman tersenyum jahil melihat istrinya itu menunduk dan tidak mau melihat ke arah Arman yang saat ini hanya menggunakan handuk sebatas pinggang.


"Kenapa Yank?" tanya Arman pura pura tidak tahu kalau istrinya sedang gugup


"Gak Papa, pakai dulu bajunya ih" kata Tania hanya melirik sekilas pada Arman yang duduk di pinggir tempat tidur


Arman tersenyum nakal "Kenapa emang nya? Inikan udah halal buat kamu liat"


Tania tidak menjawab, Dia hanya semakin menunduk dengan wajah memerah.


Arman tersenyum dan naik ke tempat tidur. Dengan lembut Arman mengangkat wajah Tania agar menatap nya.


"Apa kau siap honey ?" tanya Arman menatap mata indah milik istrinya


Tania tersenyum "Siap gak siap, aku tetap harus siap karna akan dosa jika aku menolakmu"


Arman tersenyum bangga mendengar ucapan istrinya yang sangat dewasa. Tania tidak beda jauh dengan Bundanya yang lemah lembut dan sangat lugu.


Setelah Arman membacakan doa pada istrinya. Arman memulai dengan mengecup kening istrinya. Arman menciumi seluruh dari wajah istrinya dan berhenti lama di bibir.


Tania hanys diam tidak tahu harus melakukan apa. Dia bahkan tidak pernah pacaran jadi ini adalah pengalaman pertama nya.


Merasa tidak ada balasan Arman pun menggigit bibir bawah Tania sehingga Tania sepontan membuka mulutnya membuat Arman lebih mudah untuk memasukan lidahnya dan memainkan nya di dalam mulut Tania.


Semua pakaian yang Tania kenakan sudah berserakan di lantai. Entah kapan Arman membukanya.


Tania mencengkram seprei putih itu hingga tangan nya memutih. Rasa sakit yang belum pernah Dia rasakan selama ini. Tapi Dia merasa sangat bahagia karna telah menyerahkan harta paling beharga miliknya pada seseorang yang telah halal untuk nya dan akan menjadi imamnya.


......................

__ADS_1


Tania terbangun dengan tubuh yanv terasa remuk. Bagaimana tidak ? Semalam suaminya melakukan nya beberapa kali sehingga membuat Tania kewalahan.


'Ternyata memang benar ya kalau bule itu sangat kuat dengan urusan ranjang Huh' Tania menatap suaminya yang memang pria blasteran itu.


Tania mencoba mengangkat tangan suaminya yang melingkar di perutnya. Bukan nya lepas, Arman malah semakin mengeratkan pelukan nya.


"Mau kemana honey " kata Arman dengan suara seraknya


"Udah mau subuh Yank, aku mau mandi" kata Tania mencoba melepaskan diri dari suaminya


"Hmmmm. Kiss dulu" kata Arman manja


Cup


Tania mencium pipi Arman dan beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Tania berjalan dengan perlahan karna bagian bawahnya terasa sakit dan perih.


Arman hanya tersenyum tipis melihat istrinya kesusahan saat berjalan. Ada rasa bangga dalam dirinya karna Dia bisa membuat istrinya kewalahan menghadapi keperkasaan nya.


Tania mendelik kesal pada suaminya "Gak usah, ini juga gara gara kamu"


Tania segera masuk ke kamar mandi sementara Arman hanya tertawa melihat tingkah itrinya.


"Maafkan aku honey, abisnya kamu enak" teriak Arman agar terdengar oleh Tania di dalam kamar mandi


'Ck dasar otak mesum'


Tania hanya mengumpat suaminya di dalam kamar mandi. Semetara Arman segera memesankan makanan untuk sarapan Dia dan istrinya nanti.


Selesai mandi dan shalat subuh berjamaah. Tania dan Arman duduk di sofa yang ada di balkon kamar hotel itu. Tania menyandarkan kepalanya di dada Arman.


"Yank kapan kita pulang dari hotel?" tanya Tania

__ADS_1


"Nantilah honey, aku masih betah disini berduaan sama kamu" Arman mengelus kepala istrinya dan mencium nya


"Kamu udah laper belum? Tadi aku udah pesenin makanan tapi ko belum datang ya" kata Arman melirik jam tangan nya


"Sebentar lagi mungkin Yank " kata Tania


Tania dan Arman menikmati udara di pagi hari yang terasa sejuk. Tania mendongak kan wajahnya menatap sang suami. Arman menatap gemas pada sang istrinya.


Tanpa aba aba Arman langsung mendaratkan bibirnya di bibir sang istri. Arman melu^mat lembut bibir istrinya yang terasa manis itu. Keduanya berciuman dengan penuh cinta dan rasa bahagia di hati masing masing.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu kamar hotel membuat ciuman yang sedang nikmat nikmatnya itu terpaksa harus terhenti.


"Mas ada orang mungkin yang ngaterin makanan " kata Tania sambil mengusap bibirnya yang basah


"Gangguin aja, gak bisa entaran apa?" gerutu Arman sambil mengacak rambutnya frustasi


Tania tersenyum geli melihat tingkah suaminya itu. Tania pun mengecup bibir suaminya agar tdak kesal lagi.


"Cepet bukain Mas, aku mau ambil hijab dulu" kata Tania yang langsung berlari dan masuk ke ruang ganti pakaian


Arman pun membuka pintu kamar hotel dan ternyata benar kalau yang datang adalah pelayan yang mengantar makanan pesanan nya.


Setelah para pelayan menata makanan di meja yang ada disana mereka pun langsung pamit undur diri.


Tania keluar dari ruang ganti sudah memakai hijabnya "Yank aku laper"


"Ya udah ayo makan, ini udah di siapkan" kata Arman


Mereka pun makan dengan tenang. Terlihat kebahagiaan yang terpancar dari mata keduanya. Senyum terus mengembang di bibir mereka.

__ADS_1


__ADS_2