
Setelah kejadian waktu itu, kini waktunya Revina kembali pulang ke rumah nya. Tante Hanum pun telah tahu dan Dia sangat senang saat mengetahui jika Revina ternyata masih hidup. Sebenarnya Rachel juga mengajak Faiha agar ikut bersamanya. Tapi Faiha selalu menolak dengan alasan tidak mau merepotkan mereka.
Hari ini Seno dan Riza pun ikut menjemput Revina dari rumah kontrakan Faiha.
"Kamu yakin tidak akan ikut kami Fa?" Rachel sudah beberapa kali menanyakan hal itu
Faiha tersenyum "Aku tidak papa ko disini sendirian. Kalian pergilah dan kamu Revina semoga kamu bahagia akhirnya bisa berkumpul lagi dengan keluargamu"
Revina memeluk Faiha "Terimakasih untuk semuanya Ka, Kaka adalah wanita paling tangguh yang pernah aku temui. Kalau ada apa apa jangan sungkan untuk bilang padaku dan Kaka akan tetap menjadi Kaka ku"
Faiha tersenyum "Iya Re"
"Kalau gitu kita pergi dulu ya Fa, kamu baik baik disini" kata Rachel
Faiha mengangguk " Iya Hel"
"Assalamualaikum "
"Waalaikumsalam "
Mereka pun pergi meninggalkan rumah Faiha. Revina beberapa kali menoleh ke belakang karna merasa berat meninggalkan Faiha yang sudah seperti kaka kandung nya sendiri.
Di saat mereka sudah berada di jalan raya. Rachel segera masuk ke dalam mobil Riza diikuti Revina.
"Za gue gak bisa ikut kalian ya" kata Seno
"Kenapa?" Riza mengangkat kedua alisnya
"Gue mau lihat keadaan Faiha dulu, gue gak tega lihat Dia Za" kata Seno
"Baiklah, kalau gitu gue pergi duluan ya" kata Riza yang di jawab anggukan oleh Seno
__ADS_1
Riza pun masuk ke dalam mobil
"Loh Dear Seno ko malah jalan ke dalam gang lagi?" tanya Rachel menatap Riza
"Katanya mau lihat Faiha dulu " jawab Riza santai
Riza pun segera melajukan mobilnya menuju rumah Rachel.
Sementara Seno sedang berjalan menuju kontrakan Faiha. Saat akan mengetuk pintu. Tapi tangan Seno hanya mengambang di udara dan tidak jadi mengetuk pintu karna mendengar suara tangisan dari dalam.
Faiha menyandar di balik pintu dengan air mata yang sudah tidak bisa di tahan nya lagi. Selama ini Dia hanya bisa berpura pura tegar tapi sebenarnya hatinya sangatlah rapuh.
"Aku ikhlas Ya Allah jika kau menjadikan semua ini sebagai takdirku. Aku tak apa jika harus menjalani nya sendiri. Hiks Hiks.. Hidup ku sudah tidak punya cahaya lagi, tapi semoga cahaya itu akan kembali jika aku sudah menghadapmu Ya Allah.. Hiks Hiks"
Suara tangisan dan racauan Faiha berhasil membuat hati Seno tersayat. Seno sampai memegangi dadanya yang tiba tiba terasa sakit.
Tok tok tok
Faiha segera menghapus air matanya dan mencoba menetralkan suaranya yang masih sesenggukan karna tangis nya.
"Iya siapa ya?" kata Faiha setelah membuka pintu
Bukan nya menjawab tiba tiba Seno amlah memeluk Faiha sangat erat seolah menyalurkan semua perasaan nya. Seno seolah memberi tahu Faiha kalau Dia tidak sendiri.
"Siapa kamu? Lepaskan" Faiha memberontak
"Diamlah, ini aku Seno" bisik Seno di telinga Faiha
Faiha pun diam dalam pelukan Seno dan tangis nya pun kembali pecah. Seno mengelus punggung Faiha dengan sangat lembut.
"Menangislah, jangan terus berpura pura tangguh jika kau memang sudah sangat rapuh " kata Seno membuat tangis Faiha pun semakin menjadi
__ADS_1
Entah kenapa Faiha merasa hangat saat berada di pelukan Seno. Detak jantung Seno membuat Faiha merasa sangat tenang berada di dalam pelukan nya.
Setelah cukup lama mereka berpelukan dan Faiha pun sudah mulai tenang. Seno pun melepaskan pelukan nya dan menghapus air mata Faiha.
"Kau tidak sendiri Fa, sudah aku bilang aku akan selalu melindungi mu sampai kau mau menjadi kekasihku dan menjadi istriku kelak" kata Seno lembut
Faiha hanya diam, bingung harus menjawab apa.
"Seno" setelah cukup lama keduanya saling diam kini Faiha mengeluarkan suaranya.
"Hmmm" Seno menatap Faiha
"Aku bukan nya tidak mau menjadi kekasihmu tapi..." Faiha bingung untuk memilih kata yang pas untuk melanjutkan ucapan nya.
"Tapi apa?" tanya Seno tidak sabar
"Apa kamu yakin punya kekasih seperti ku? Apa kamu tidak malu? Aku merasa tidak pantas untuk mu. Aku ini hanya gadis buta yang miskin dan tidak punya apa apa. Aku sangat tidak pantas bersanding dengan mu" kata Faiha
Seno kini mengerti kenapa Faiha belum memberinya jawaban sampai sekarang. Tapi Seno sungguh telah jatuh cinta pada sosok Faiha. Seno meraih tangan Faiha dan menggenggam nya mencoba menyalurkan segala rasa cinta dan sayang nya.
"Fa kamu jangan pernah berfikiran seperti itu. Aku mencintai mu tulus dan apa adanya. Aku belum pernah merasakan ini pada wanita mana pun. Jadi aku mohon kamu mau menjadi kekasihku. Aku akan membuatmy bahagia Fa, aku janji dan aku juga akan mencari pendonor mata yang cocok agar kamu bisa melihat lagi. Percayalah padaku Fa" kata Seno
"Tapi Sen..."
"Pliss Fa, aku mencintai mu berilah aku kesempatan untuk membuat mu bahagia" kata Seno memotong ucapan Faiha
Faiha berfikir sebentar sampai akhirnya Dia bisa memantapkan hatinya untuk menjawab semua pernyataan Seno.
"Baikkah Seno, aku akan mencoba menjalaninya bersama kamu. Semoga kamu tidak pernah menyesal karna telah mencintai gadis buta seperti ku" kata Faiha
Seno langsung memeluk Faiha karna sangat bahagia dengan jawaban gadis itu.
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah menyesali Fa" kata Seno dan Faiha hanya bisa tersenyum