
Di rumah Satya semuanya sedang sibuk menggoda Riza yang baru pulang mengantar Rachel.
"Anak ayah kayanya lagi seneng banget nih" goda Satya
"Tentu saja, kan abis anter pujaan hatinya" goda Seno
"Benci benci cinta" timpal Tania
"Sudah.. Sudah jangan godain anak Bunda terus" kata Salwa membela Riza
"Tuh dengerin" Riza langsung memeluk dan mencium pipi Bundanya
"Iya kalian jangan godain anak Bunda terus, meskipun emang iya kalau Riza memang sedang jatuh cinta. Iya kan Sayang?" Salwa tersenyum pada Riza
"Bundaaa" Riza merengek dan mengeratkan pelukan nya
"Emang kenapa si? Kan wajar kalau kamu jatuh cinta sama Rachel asal jangan jatuh cinta pada Seno aja" kata Salwa kembLi menggoda anaknya
"Ihh amit amit" teriak Seno bergidik ngeri
"Hahaha" semuanya tertawa kecuali Riza dan Seno yang memberengut kesal
"Udah ahh Riza mau tidur dulu" Riza pun pergi ke kamarnya
"Tania juga"
"Seno juga"
Mereka pun masuk ke kamar masing masing, kini tinggal Satya dan Salwa yang masih duduk di ruang keluarga.
"Sayang kayanya Riza beneran suka deh sama Rachel" kata Satya
"Mungkin Mas, tapi kalau menurut aku Rachel itu anak yang baik ko. Cuma Dia emang sedikit bar bar" kata Salwa
Satya mengangguk " Kita serahin aja segalanya pada mereka. Biar mereka yang menentukan pilihan mereka. Sekarang kita ke kamar yu"
__ADS_1
Satya dan Salwa pun masuk ke kamar mereka. Satya mulai melancarkan aksinya dengan melepas hijab Salwa dan menciumi lehernya beralih pada bibir yang selalu membuatnya candu itu.
Luma^tan halus di bibir mereka membuat keduanya sudah di bakar api gairah. Satya melepas satu persatu pakaian yang di kenakan istrinya. Penyatuan pun terjadi hanya terdengar desahan halus dari keduanya.
......................
Di kamar lain Riza sedang tiduran sambil menatap langit langit kamarnya. Sesekali bibir itu tersenyum ketika mengingat kejadian tadi bersama Rachel.
'Kenapa ni cewe selalu membuat perasaan gue tak karuan kaya gini' Riza
Karna terlalu lelah Riza pun akhirnya tertidur dengan lelap nya.
Besok paginya Riza sudah selesai mandi dan sedang bersiap untuk berangkat ke kampus. Riza keluar dari kamar dan langsung menuju meja makan untuk sarapan bersama keluarganya.
"Sarapan dulu" kata Salwa yang di angguki Riza
"Tidurnya nyenyak Bang" kata Tania
Riza mengerutkan keningnya merasa heran kenapa adik kesayangan nya menanyakan itu. Padahal Tania tidak pernah bertanya seperti itu.
Tania mengangguk "Iya juga ya, pasti nyenyak dong Bang"
"Diam" kata Riza dengan tatapan dingin nya
"Sudah, kalian ini malah berantem di meja makan. Cepat sarapan nanti telat lagi" Salwa menengahi perdebatan itu
Mereka pun akhirnya sarapan dengan tenang tanpa ada suara seperti biasanya. Selesai sarapan mereka pun pamitan untuk berangkat ke kampus dan Satya berangkat ke kantornya.
Sesampainya di kampus Satya segera keluar dari mobilnya di ikuti Tania. Tania berjalan lebih dulu karna tidak mau jadi pusat perhatian jika harus berjalan berdampingan dengan sang kaka yang notabenya cowo populer di kampusnya.
Riza berjalan menyusuri lobi kampus dengan gaya cool di tambah dengan kacamata bertengger di hidung mancungnya membuat kadar ketampanan nya semakin bertambah. Semua wanita yang melihatnya hanya bisa menjerit histeris di dalam hati. Tak mungkin mereka mendekati Riza karna mereka tahu kalau Riza bukanlah pria yang mudah di rayu.
Di sisi lain Rachel sedang berjalan menuju kelasnya. Rachel terperanjat kaget saat seseorang menepuk bahunya.
"Ngagetin aja si" kata Rachel kesal pada teman sekelasnya itu
__ADS_1
"Hehe sorry Hel, gue cuma mau bilang kalo nanti siang kita kerjain tugas nya di rumah gue" kata Radit
Rachel mengangguk "Iya Dit, gue nanti ke sana bareng Tania"
"Oke " kata Radit
Mereka pun berjalan beriringan menuju kelasnya. Disisi lain Riza menatap tidak suka pada mereka. Di balik kacamata hitam nya mata Riza menatap tajam pada mereka di tambah lagi Rachel melewatinya tanpa mau menyapanya sama sekali.
Riza melanjutkan langkah kakinya menuju kelas dengan perasaan campur aduk.
'Sial Sial Sial' Riza
"Kenapa Bro?" tanya Devan saat melihat Riza duduk dengan wajah datarnya
"Gak papa" jawab Riza singkat
"Hai guys" Seno berjalan ke arah Riza dan Devan dengan senyum manisnya
"Kalo datang tuh ucapin salam" kata Riza datar
"Ck iya. Assalamualaikum " Seno tersenyum manis
"Waalaikumsalam " jawab mereka
"Lo kenapa si Za, kusut banget tuh muka" kata Seno
"Tau ni dari tadi tuh muka di tekuk" Devan menimpali
"Ck bisa diam gak? Gue lagi gak pengen cerita sama kalian " kata Riza kesal
"Ck kayanya urusan cewe ni kalo udah gini " ucap Seno
Devan hanya mangut mangut dan Seno pun duduk di bangkunya. Riza masih diam dengan segala fikiran nya tentang Rachel.
'Ahhhh lama lama gue bisa gila' Riza
__ADS_1