Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 67


__ADS_3

Salwa dan Satya sudah berada di dalam mobil. Hari ini mereka berniat menghadiri pernikahan teman Salwa yang waktu itu mengundang Salwa lewat chat. Mereka tidak mengajak anak anak nya karna perjalanan yang cukup jauh. Riza dan Seno di titipkan pada Ela dan Bi Yani.


Sesampainya disana Salwa dan Satya langsung turun dari mobil dan berjalan masuk ke pelaminan. Tidak lupa mereka juga mengisi buku tamu terlebih dahulu. Pernikahan yang tidak terlalu mewah tapi sangat meriah karna banyak nya para alumni pesantren yang datang.


Salwa dan Satya pun segera menghampiri pengantin untuk mengucapkan selamat.


"Assalamualaikum. Selamat ya atas pernikahan kalian" Salwa memeluk pengantin perempuan yang memang teman nya


"Waalaikumsalam. Masya Allah ana kira antum tidak akan datang" kata Rara


"Yah pasti datang jika kamu mengundang saya" kata Salwa


"Ohh ya mana Syaida? Apa Dia tidak datang?" tanya Rara


"Saya bahkan tidak tahu kalau Syaida di undang. Mungkin sebentar lagi mana mungkin Dia gak datang" kata Salwa


"Hmmm baiklah" kata Rara


Setelah mengucapkan selamat dan mengobrol sebentar Salwa dan Satya pun pergi ke salah satu meja bundar yang di siapkan di pesta itu. Salwa mengambil salad buah untuknya dan suaminya.


"Salwa" suara seseorang menghentikan aktifitas Salwa yang sedang memakan salad buah


Salwa pun menoleh ke arah suara dan betapa terkejutnya Salwa saat melihat siapa yang berdiri samping nya.


"Masya Allah akhirnya aku bisa bertemu dengan mu lagi Salwa" kata Fahmi


"Mas Fahmi, Assalamualaikum Mas" Salwa menyalami Fahmi


Satya mengepal kan tangan nya yang di bawah meja dan menatap tajam pada Fahmi.


"Waalaikumsalam" Fahmi tersenyum manis


"Mas datang juga" kata Salwa

__ADS_1


"Iya " jawab Fahmi tersenyum


"Mas kapan pulang dari Kairo?" tanya Salwa ramah


"Iya sudah 3 bulan yang lalu, aku cari kamu ternyata kamu sudah pindah" kata Fahmi


"Iya Salwa pindah ke kota A Mas" jelas Salwa


"Sayang kita pulang yu, kasihan anak anak" kata Satya penuh penekanan


Salwa baru tersadar bahwa ada suaminya dan Salwa belum mengenalkan suaminya pada Fahmi.


"Eh iya Mas, oh ya Mas kenalin ini Mas Fahmi dan Mas Fahmi ini suamiku" kata Salwa


Fahmi terkejut mendengar ucapan Salwa, Dia juga baru menyadari kalau ada pria di samping Salwa.


"Oh, saya Fahmi" mengulurkan tangan nya sambil memaksakan tersenyum


"Satya"kata Satya datar menjabat tangan Fahmi


"Oh, iya silahkan. Kapan kapan main lah ke pesantren Umi dan Abi pasti senang jika kamu datang" kata Fahmi


"Insya Allah Mas, nanti kalau ada waktu Salwa akan mampir" kata Salwa tersenyum


"Ekhem" Satya berdehem dan menatap tajam pada istrinya.


"Oh, ya udah kalau gitu kita pamit Mas. Assalamualaikum " pamit Salwa


"Waalaikumsalam " kata Fahmi terlihat jelas gurat kekecewaan di wajahnya tapi Dia masih mencoba tersenyum.


Satya dan Salwa pun pergi dari pesta itu. Di perjalanan Satya hanya fokus menyetir tanpa berbicara apapun. Salwa bukan tidak tahu kalau suaminya sedang kesal padanya. Tapi Dia juga bingung mau bicara apa, jadi biarkan saja dulu Satya tenang.


......................

__ADS_1


Kini Satya dan Salwa sedang berada di kamar mereka. Satya masih mendiamkan Salwa sejak pulang dari pesta pernikahan teman nya tadi. Sekarang Salwa sedang duduk di sofa, sedangkan Satya duduk di tempat tidur sambil memainkan ponselnya.


Sesekali Satya melirik ke arah isterinya yang terlihat gelisah itu. Salwa yang tidak nyaman dengan keadaan ini pun menyerah dan lebih memilih meminta maaf duluan. Salwa berjalan menghampiri suaminya dan duduk di pinggir tempat tidur.


"Mas" Salwa mengusap kaki Satya yang sedang berselonjor di samping nya.


"Hmmm" Satya tidak mengalih kan pandangan.


"Maafin aku ya" kata Salwa lirih


Satya menghentikan aktifitas nya dan menoleh ke arah istrinya.


"Maaf untuk apa?" tanya Satya datar


"Maafin atas semua kesalahan ku yang membuat mu kesal. Apapun itu" jelas Salwa menunduk


Satya menggeser tempat duduknya supaya lebih dekat dengan Salwa. Satya mengangkat wajah Salwa supaya menatap nya.


"Sayang, kamu gak salah ko. Aku cuma cemburu aja sama kamu" kata Satya tidak tega melihat Salwa menunduk seperti itu


"Aku cemburu karna kamu terlihat akrab dengan Fahmi mantan mu tadi" jelas Satya


"Mas, aku dan Mas Fahmi tidak ada hubungan apapun. Kita tidak pernah pacaran Mas. Hubungan kami dulu hanya sebatas kesepakatan Ibu dan orang tua Mas Fahmi supaya kita menjalani ta'aruf" jelas Salwa


Satya mendesah " Aku tahu, tapi aku lihat tadi Dia sangat kecewa saat kau mengatakan kalau aku ini suami mu. Itu artinya Dia menyukai mu"


"Aku tidak bisa melarang seseorang untuk menyukai ku Mas. Tapi yang harus kamu tahu aku tidak akan menyukai siapapun selain suami ku" kata Salwa meyakinkan


"Benarkah?" Satya tersenyum senang


"Iya Mas, aku kan sudah bilang kalau aku hanya akan jatuh cinta dan mencintai suamiku. Karna yang akan menjadi suami ku adalah jodoh yang terbaik dari Allah untu ku" kata Salwa


Satya menatap Salwa dengan mata berkaca kaca. Sungguh Dia sangat beruntung mendapatkan istri seperti Salwa. Yang mau mencintai nya dengan segala kekurangan dan kelebihan yang di miliki nya.

__ADS_1


Satya pun memeluk Salwa dengan erat dan mendaratkan ciuman di kepalanya berkali kali.


"Terimakasih Sayang" bisik Satya


__ADS_2