
Satu minggu lebih Syaida tinggal di rumah kakanya. Semuanya masih sama, Dia terlihat banyak diam dan mengurung diri di kamar.
Salwa merasa cemas dengan keadaan adiknya itu. Apalagi pagi ini Syaida terlihat sangat pucat dan tidak mau makan. Salwa sudah mengajak nya ke dokter, tapi Syaida menolak dan mengatakan kalau Dia baik baik saja.
Tok Tok Tok
Salwa kembali mengetuk pintu kamar adiknya sambil membawakan nampan berisi makan siang. Karna Syaida dari tadi tidak keluar kamar membuat Salwa sangat khawatir.
"Dhe buka dulu pintu nya, kamu belum makan siang" Salwa kembali mengetuk pintu kamar Syaida
Salwa semakin panik karna tidak ada jawaban sama sekali dari dalam kamar Syaida.
Tok Tok Tok
"Dhe buka dulu pintu nya" Salwa semakin panik
Salwa kembali ke meja makan dan menyimpan nampan lalu Dia mencari Bi Yani asisten rumah tangga di rumah ini. Salwa meminta kunci cadangan kamar Syaida pada Bi Yani. Setelah mendapatkan kuncinya Salwa segera pergi ke kamar Syaida diikuti Bi Yani.
Beruntung nya Syaida tidak menggantungkan kunci dari dalam. Jadi Salwa bisa dengan mudah membuka pintu kamarnya.
Ceklek
Salwa segera masuk ke dalam kamar Syaida dan betapa terkejutnya Salwa saat melihat adiknya tergeletak di lantai dengan wajah pucat dan terlihat darah mengalir di kakinya mengenai gamis yang di pakainya.
"Syaida" Salwa berlari ke arah Syaida yang tergeletak tepat di depan pintu kamar mandi
"Bi cepat panggil Pak Salim untuk membawa Syaida ke rumah sakit" kata Salwa panik
Bi Yani pun berlari keluar untuk memanggil Pak Salim supir keluarga Satya. Tak berapa lama Bi Yani kembali bersama Pak Salim yang langsung menggendong Syaida dan membawanya ke mobil di ikuti Salwa.
................
__ADS_1
Di kantor Satya di buat khawatir karna dari tadi menelpon istrinya tapi tidak dapat jawaban sama sekali. Satya terus mencoba nya, tapi tetap sama tidak ada jawaban. Satya pun akhirnya menelpon ke telpon rumah.
"Hallo Tuan" kata Bi Yani yang terdengar cemas
"Bi,Salwa di mana?" tanya Satya
"Itu Tuan... hmmm... Anu Tuan" Bi Yani gugup
"Ada apa Bi?" tanya Satya mulai merasa cemas
"Nyonya ke rumah sakit Tuan, tadi...."
"Apa?? Salwa kenapa Bi?" kata Satya memotong ucapan Bi Yani karna terlalu panik
"Bu.. Bukan gitu Tuan, tap...."
"Ya udah Bi, rumah sakit mana?" tanya Satya kembali memotong ucapan Bi Yani
"Rumah sakit Tuan Gio" jelas Bi Yani
Satya melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata karna terlalu panik akan keadaan istrinya.
Sesampainya di rumah sakit, Satya langsung turun dan berlari menyusuri lorong rumah sakit mencari istrinya. Satya melihat Salwa yang sedang duduk di depan ruang UGD di temani Pak Salim. Salwa menunduk sambil terus menangis mencemaskan keadaan adiknya.
Satya segera berlari menghampiri istrinya dan langsung duduk di samping Salwa lalu memeluknya dari samping. Salwa terperanjat kaget dengan kehadiran Satya yang tiba tiba memeluknya.
"Sayang kamu gak papa kan?" tanya Satya memeriksa seluruh tubuh Salwa
"Aku gak papa Mas" Salwa mengerutkan keningnya melihat suaminya yang terus mencium tangan nya
"Terus kenapa kamu ada di rumah sakit?" tanya Satya menatap wajah cantik istrinya
__ADS_1
"Syaida Mas" Salwa memeluk Satya dan kembali menangis
"Kenapa dengan Syaida sayang?" Satya mengelus punggung Salwa yang bergetar
"Aku... Hiks..aku gak tahu Mas... Hiks Hiks.. Tiba tiba Syaida pingsan di kamarnya" Salwa menangis sesenggukan
"Kamu tenang ya, jangan nangis terus nanti kamu juga ikutan sakit Sayang. Syaida pasti baik baik aja, kita tunggu dokter selesai memeriksanya " Satya mencoba menenangkan istrinya sambil terus mengelus punggung Salwa dan mencium puncak kepalanya
Ceklek
Dokter keluar dari ruangan Syaida itu. Salwa dan Satya langsung berdiri dan menghampiri dokter itu.
"Bagaimana keadaan adik saya?" tanya Salwa
"Adik anda baik baik saja, hanya saja kandungan adik anda sangat lemah, jadi harus di rawat beberapa hari" jelas dokter
Salwa dan Satya terkejut mendengar penjelasan dokter. Bahkan selama ini mereka tidak tahu kalau Syaida sedang mengandung.
"Tapi kandungan nya baik baik sajakan Dokter?" tanya Salwa cemas
"Anda tenang saja semuanya baik baik saja. Untung adik anda segera di bawa kesini jadi kandungan nya masih sempat di selamatkan" jelas dokter lagi
Salwa bernafas lega setelah mendengar penjelasan dokter. Syaida baik baik saja begitupun dengan calon bayinya. Tapi sekarang apa Salwa harus memberitahu Gio tentang ini semua?
"Bagaimana ini Mas? Apa kita harus beritahu Gio?" tanya Salwa pada suaminya
"Kita harus beri tahu Gio sayang. Karna mau bagaimana pun Gio lah ayah dari anak yang di kandung Syaida" jawab Satya
"Iya Mas, kamu benar aku gak mau kalau Syaida sampai harus melalui masa kehamilan nya sendiri" kata Salwa
Satya diam, ucapan Salwa berhasil menusuk ke hatinya. Satya tahu Salwa bukan bermaksud menyinggungnya, tapi tetap saja Satya masih merasa kalau Dia bukanlah suami yang baik untuk Salwa setelah apa yang pernah Dia lakukan padanya dulu.
__ADS_1
"Mas kamu telepon Gio sekarang! Soalnya Gio tidak ke rumah sakit hari ini" kata Salwa yang memang tidak melihat Gio dari tadi saat dirinya berada di rumah sakit.
Vote nya jangan lupa ya guys🤗🤗😁😁