Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 78


__ADS_3

Gisella dan Doni masih duduk di bangku taman rumah Satya. Sementara yang lainnya berada di dalam untuk menyiapkan makan malam. Hari sudah mulai sore sinar matahari yang hampir tenggelam di upuk barat itu membuat suasana di taman sangat indah di pandang.


"Oh ya kamu kerja dimana?" tanya Gisel


"Aku kerja di perusahaan kaka ku di luar kota" jelas Doni


"Pantesan kata Syaida kalau kamu udah lama gak kesini " gumam Gisel


"Hmmm. Boleh minta nomor ponselmu" kata Gisel ragu ragu


Doni menoleh sebentar lalu merogoh saku jaket nya dan mengeluarkan ponselnya.


"Berapa nomor ponsel mu, biar nanti aku hubungi kamu" Doni menyodorkan ponselnya ke arah Gisel


Gisel pun segera mengambil posel Doni dan mengetikan nomor ponselnya di ponsel Doni. Setela nomornya di save Gisel pun menyerahkan pada Doni dan Doni langsung miscall ke ponsel Gisel supaya Gisel tahu nomor ponselnya.


"Itu nomor ponsel ku, di save ya" kata Doni tersenyum


"Oke" Gisel langsung menyimpan nomor Doni dengan nama Doni ❤. Gisel tersenyum sendiri melihat nama kontak Doni yang Dia sertakan emotikon love.


"Kau kerja dimana Gisel?" tanya Doni


"Aku kerja sebagai model majalah dan model iklan. Masa kamu tidak tahu kalau aku model terkenal" kata Gisel menyombongkan diri


"Hahaha.. Sorry sorry, aku tidak terlalu suka nonton infotemen dan aku juga tidak suka baca majalah jadi aku tidak tahu kalau kau seorang model" kata Doni


"Hahaha, baiklah mungkin kau memang kudet" kata Gisel


"Hahaha. Dasar" mereka pun tertawa bersama


Di balik dinding Salw dan Syaida tersenyum melihat Gisel dan Doni mengobrol dan bisa tertawa bersama. Mereka terlihat begitu serasi.

__ADS_1


"Hayoo lagi apa kalian" kata Gio mengagetkan keduanya


"Ihhh Mas, ngagetin aja" Syaida memegang dadanya yang berdebar karna terlalu kaget


"Hahaha, lagian kalian ngapain coba ngintipin mereka" kata Gio


Mereka pun masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu. Anak anak sedang pada tidur setelah main seharian.


"Kayanya mereka cocok ya Ka" kata Syaida antusias


"Iya, tapi Doni bilang Dia udah punya pacar dhe " kata Salwa tak semangat karna jujur saja Salwa pun sangat suka pada Gisel yang ternyata sangat hangat dan ceria juga penyayang.


"Yahh, gagal dong padahal Gisel cocok sama Ka Doni loh" kata Syaida lemas


"Udah si kenapa kalian jadi mak comblang kaya gini" kata Satya


"Mas, aku kan mau yang terbaik buat Doni" kata Salwa menyandarkan kepalanya di dada Satya


"Iya kamu bener, kita jangan memaksakan seseorang untuk menikah dengan orang pilihan kita nanti nya orang itu merasa terpaksa dan memperlakukan istrinya tidak baik" kata Salwa dengan nada menyindir dan langsung pergi gitu aja


Satya terdiam melihat tingkah Salwa, entah kenapa akhir akhir ini istrinya itu sangat sensitif. Jika salah bicara sedikit saja maka Dia akan langsung marah. Satya pun tak mengerti dengan sikap istrinya itu.


"Gue aneh sama Salwa, akhir akhir ini Dia sering banget ngambek cuma gara gara hal sepele" kata Satya lebih berbicara pada diri sendiri


"Mungkin lagi sensi aja kali Bang, udah sana lo kejar bini lo" kata Gio yang di angguki Satya dan langsung pergi menyusul istrinya


Gio tersenyum sendiri melihat tingkah Salwa sampai membuat Syaida mengerutkan keningnya melihat suaminya yang senyum senyum sendiri.


"Mas kamu kenapa?" tanya Syaida


"Sayang kayanya kita bakal punya ponakan lagi deh" kata Gio membuat Syaida semakin mengerutkan keningnya tidak mengerti

__ADS_1


"Maksudnya?" tanya Syaida


"Sudahlah nanti kamu tahu sendiri" Gio mencium bibir istrinya agar diam tidak menanyakan apapun lagi


Ciuman yang di dasari cinta dari keduanya membuat terasa sangat nikmat. Keduanya larut dalam ciuman panas itu sampai Syaida mulai kehabisan nafas dan Gio pun melepaskan pangutan nya.


"Kebiasaan deh gak lihat tempat" kesal Syiada


"Biarin aja sayang toh kita udah sah lagian kamu juga menikmatinya" kata Gio menggoda istrinya


"Dasar" Syaida langsung memeluk suaminya dan menyembunyikan wajahnya di dada suaminya


Sementara itu dikamar Satya masih membujuk istrinya yang masih dalam mode marah padanya.


"Sayang, ayolah maafkan aku ya" Salwa menggenggam kedua tangan Salwa dan mencium nya


"Jangan diem gini terus dong" Satya menatap Salwa yang dari tadi tidak mau memandang wajahnya


"Sayang" Satya sudah kehabisan akal kali ini


"Oke aku maafkan" Salwa menoleh ke arah Satya yang tersenyum merekah mendengar istrinya mau berbicara lagi padanya


"Tapi kamu harus membuatkan aku rujak" kata Salwa dengan wajah biasa saja


Senyuman Satya pun seketika pudar, bagaimana bisa Dia membuat rujak? Seorang CEO BRM GROUP perusahaan dengan julukan raja bisnis di negri ini harus membuat rujak? Tapi kalau tidak istrinya tidak akan memaafkan nya dan akan terus mendiamkan nya. Bagaimana ini?


"Tidak mau? Ya sudah sana pergi aku bisa cari suami yang lain yang mau membuatkan aku rujak " kata Salwa dengan enteng nya


"Tidak. Aku akan membuatkan nya sekarang. Kau tunggulah disini" Satya pun keluar dari kamarnya


Lebih baik membuat rujak daripada istrinya mencari suami baru lagi bisa gila Satya kalau itu terjadi.

__ADS_1


'Oke gue harus bisa buat rujak yang enak, gue lihat aja tutorial di youtobe' Satya


__ADS_2