Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Season 2 (Part 41)


__ADS_3

Setelah mendapat kabar bahagia itu. Dua pasangan suami istri ini memilih kembali ke rumah Salwa untuk memberitahukan kabar bahagia ini pada kedua orang tuanya.


Sesampainya di rumah Satya, mereka di sambut dengan hangat oleh kedua orang tuanya. Apalagi setelah mengetahui kalau menantu mereka hamil bersamaan dan hanya beda satu minggu saja.


"Ahh berarti nanti anak kalian akan seprti kembar" kata Salwa antusias


"Ahh tak terasa kalau Ayah akan segera menjadi seorang kakek" kata Satya tersenyum bahagia


"Baru sadar kalau sudah tua? Masih mau mengaku muda" sindir Salwa


"Apa si Bunda, Ayah kan emang masih kuat untuk membuat Bunda puas" Satya memeluk Salwa dari belakang tak peduli ada anak dan menantunya di sana.


"Ayo kita masuk, jangan dengerin kata Ayah kamu" Salwa melepas tangan suaminya yang melingkar di perutnya


Satya hanya mendengus kesal semnatara Riza dan Seno tertawa puas.


"Loh ko kalian kesini lagi?" tanya Tania kaget karna sekarang malah kedua kakanya yang datang


"Emang kenapa? Oh ya kamu mau kemana Dhe? Udah rapi gitu?" tanys Seno


"Hmm, itu Bang aku mau...."


"Assalamualaikum " tiba tiba Revina dan Devan datang dan membuat Tania sedikit bernafas lega


"Waalaikumsalam " jawab mereka


"Ka beneran kalian hamil barengan gitu?" tanya Revina antusias


"Iya" jawab Rachel dan Faiha


"Ya Allah, alhamdulillah akhirnya kalian bakal jadi seorang ibu. Ahh senang nya aku, sebentar lagi akan punya keponakan" kata Revina memeluk Rachel dan Faiha bergantian


"Selamat ya Bro, gak nyangka gue kalau kalian akan menjadi Papa muda" kata Devan


"Iya dong, makanya lo cepetan nikahin tuh si Revina " kata Riza


"Dianya belum siap, katanya mau selesain dulu kuliahnya" jelas Devan


"Ya udah lo harus sabar nunggu sampai Revina lulus" kata Seno


"Gue pasti selalu sabar dong" kata Devan bangga


Sementara itu Tania sedang gelisah sambil menatap ke arah pintu utama. Takut kalau Arman tiba tiba muncul di sana. Masalahnya ini lagi kumpul semua keluarga dan pasti Tania bakali jadi bahan candaan oleh kaka kakanya yang selalu usil.


Dan juga Arman pasti akan di tanya yang aneh aneh sama kaka dan ayahnya yang selalu saja overprotektif padanya. Mungkin karna Dia anak gadis satu satunya di keluarga Satya. Tania pun mengirim pesan pada Arman.

__ADS_1


Mas Arman


Mas jangan jemput ya, kita ketemuan di sana aja.


Pesan terkirim tapi tidak di baca oleh Arman. Mungkin Dia sedang di jalan. Dan itu membuat Tania makin gelisah.


Ting tong


Suara bel membuat semua orang menoleh ke arah pintu. Tania makin salah tingkah karna tahu siapa yang datang.


"Siapa ya, biar Bunda bukakan pintunya dulu" Salwa berdiri dan berjalan ke arah pintu dan membukanya


"Assalamualaikum " kata Arman tersenyum ramah


"Waalaikumsalam. Maaf cari siapa ya?" tanya Salwa ramah


"Saya Arman Tante, teman nya Tania. Saya kesini mau mengajak Tania jalan" Arman menyalami Salwa


Salwa terlihat terkejut tapi Dia langsung tersenyum "Kalau begitu ayo masuk dulu Nak"


Arman pun mengikuti Salwa untuk masuk ke dalan rumah. Arman melihat keluarga Tania yang sedang berkumpul di ruang tamu. Mata Arman melihat seseorang yang sangat Dia kenali.


"Tania, ko tidak bilang kalau mau jalan sama teman kamu" kata Salwa


Satya, Riza dan Seno tersedak bersamaan. Mereka langsung menatap laki laki yang berdiri di samping Salwa.


'Lumayan tampan' Ucap mereka dalam hati


"Assalamualaikum, lagi pada kumpul ya" kata Arman ramah


"Waalaikumsalam. Iya silahkan duduk Nak" kata Satya


"Terimakasih Om" Arman pun duduk tepat di depan Satya dan Riza


Saat Tania akan duduk di samping Arman. Seno langsung menarik tangan adiknya agar duduk di sampingnya.


"Duduk disini sama Abang" kata Seno dan Tania hanya menurut saja


'Wah kaka kakanya kayanya over banget sama Tania' Arman


"Ekhem" Arman berdehem dan membuat Rachel, Revina dan Faiha menoleh karna dari tadi mereka sibuk mengobrol


Armana menatap Rachel dan Revina sambil menaik turunkan alisnya. Tapi Rachel dan Revina hanya cuek.


'Apaan si ni cowo' Rachel

__ADS_1


'Kenapa si sama pacar Ka Tania ini' Revina


"Ekhem, maaf Om Tante saya ko aneh ya kenapa Rachel sama Revina ada disini?" tanya Arman membuat mereka kaget


Riza dan Devan sudah menatap tajam sama Arman. Rachel dan Revina menatap bingung pada Arman.


'Hah aku baru ingat sesuatu. Apa mungkin kalau Mas Arman itu adalah orang di ceritain Revina waktu itu ya' Tania


"Maaf siapa ya? Ko sok kenal banget sama kita?" tanya Rachel jutek


'Ternyata sifat jutek nya bermanfaat juga di saat seperti ini' Riza


"Hahaha, lo lupa sama gue Hel" kata Arman semakin membuat Rachel bingung


"Siapa si?" mulai kesal


"Gue Arman Richard, tetangga lo dulu" kata Arman berhasil membuat mata Rachel dan Revina hampir copot


"Apa??" teriak mereka berjalan cepat ke arah Arman


Rachel dan Revina mengelilingi tubuh Arman memeriksa setiap lekuk tubuh dan wajahnya. Tak ada satupun yang terlewatkan dari matanya. Sementara yang lain nya hanya menatap bingung pada mereka.


Plak


Rachel memukul pipi Arman sampai Arman menjerit kaget.


"Apaan si Hel, kebiasaan deh main pukul pukul aja" Arman memegangi pipinya


"Lo beneran Arman? Sumpah? Arman Richard tetangga kita dulu?" tanya Rachel tak percaya


"Iya Hel, Re. Kenapa kalian kaget gitu si?" kata Arman


"Ka Arman, lo operasi plastik dimana?" tanya Revina semakin membuat yang ada disana bingung


Arman menoyor kepala Revina "Heh bocah, enak aja bilang gue operasi plastik. Ini alami"


"Tapi ko beda banget. Haduhh Ka Rachel bisa pingsan kita kalau terus mikirin itu" kata Revina


"Iya Man, lo kenapa bisa berubah banget kaya gini?" tanya Rachel


"Udah nanti gue ceritain" kata Arman


Arman Richard


__ADS_1


__ADS_2