Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Season 2 (Part 29)


__ADS_3

Faiha duduk di taman setelah selesai mengantar pesanan kue dari bosnya pada customer. Faiha memeng bekerja di toko kue dan kadang Dia juga di suruh mengantar kue pesenan sama bosnya.


Faiha merasa beruntung karna dengan keadaan nya seperti ini masih ada yang mau memperkerjakan nya. Jadi Faiha bisa membiayai sekolah Revina beberapa tahun ini. Walaupun Dia sama sekali tidak bisa melanjutkan sekolahnya setelah lulus SMA karna kecelakaan itu telah merenggut segalanya.


Mata itu, mata yang selalu menatap kosong dan tidak lagi ada cahaya yang pernah menerangi nya. Faiha meraba matanya sendiri dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya. Cukup untuknya untuk terus tersenyum pada siapa pun seolah Dia baik baik saja. Tapi nyatanya tidak, Dia tidak baik baik saja seperti yang orang orang lihat. Dia sangatlah rapuh, hudupnya penuh cobaan dan perjuangan.


"Menangislah jika itu membuat mu sedikit tenang" seseorang menepuk bahu Faiha dan duduk di sampingnya


"Sen..Seno"


Faiha segera menghapus air matanya karna Dia tahu kalau yang duduk di samping nya adalah Seno kekasihnya. Faiha sangat mengenali suara dan bau parfum nya.


"Kenapa hmm? Kalau ada apa apa itu ceritalah sama aku" kata Seno lembut


Faiha menggeleng, tapi air mata kembali meluncur begitu saja. Faiha segera menghapusnya kembali.


"Sayang, aku ini sekarang kekasihmu. Tapi kau selalu saja tidak mau cerita sama aku" kata Seno mengusap air mata Faiha di pipinya


Faiha tersenyum "Aku gak papa ko"


Seno memiringkan tubuhnya menjadi menghadap pada Faiha. Seno meraih kedua tangan Faiha.


"Sayang, sampai kapan kamu mau menjaga jarak dengan ku? Aku ini kekasihmu dan aku siap mendengarkan apapun keluh kesah mu. Jangan pernah anggap kalau kamu itu sendiri. Kamu ada aku sekarang dan kamu tidak sendiri lagi " kata Seno lembut


Faiha tersenyum haru mendengar ucapan Seno. Sungguh Dia sangat bahagia bisa mempunyai kekasih seperti Seno. Dia benar benar sangat perhatian padanya. Bahkan Seno tidak merasa malu saat membawanya pergi.


"Terimakasih karna sudah mau menerimaku apa adanya" kata Faiha

__ADS_1


Seno merangkul tubuh Faiha "Aku bahagia ko bisa bersamamu Fa"


"Kalau gitu gimana kalau kita makan siang sekarang " ajak Seno


Faiha hanya mengangguk dan tersenyum. Akhirnya Seno dan Faiha pun pergi untuk makan siang. Tapi bukan ke restoran atau rumah makan melainkan Seno membawa Faiha ke rumah Satya karna tadi Seno mendapat telpon dari sang Bunda untuk makan siang bersama di rumah nya.


Sesampainya disana Faiha dan Seno di sambut hangat oleh Salwa. Ternyata di dalam juga ada Devan, Rachel dan Revina.


"Ayah Bunda, ada apa ini? Ko kayanya ada acara khusus" kata Seno apalagi saat melihat makanan di meja makan yang cukup banyak berbeda dari biasanya.


"Tanya Ayah kamu saja" kata Salwa sedikit kesal


"Ayah ada apa? Bunda juga kenapa kaya kesel kaya gitu?" tanya Seno


Satya membisikan sesuatu pada Seno dan mereka pun tertawa bahagia. Sementara Salwa semakin kesal dengan kelakuan suaminya itu. Salwa pun masuk ke kamar nya dengan wajah kesal.


"Hahaha, mereka so sweet banget" kata Revina dengan gaya imutnya


"Bener banget dhe" kata Rachel


Sementara itu Satya baru saja masuk ke kamarnya dan Dia melihat istrinya masih diam dengan wajah di tekuk kesal.


"Mau apa kesini? Dasar gak tahu malu, udah tua juga" kata Salwa


Satya tersenyum dan duduk di samping istrinya "Biarin aja udah tua juga yang penting aku masih bisa membuat mu puas di atas ranjang"


"Masss" Salwa memukul paha suaminya

__ADS_1


"Ahhh sayang sakit, kamu bisa membangunkan nya" kata Satya menaik turunkan alisnya


Wajah Salwa sudah memerah dengan ucapan abstrak suaminya itu.


"Apa si Mas" kata Salwa


"Hahaha, udah dong jangan marah lagi sayangku " kata Satya memeluk Salwa


"Abisnya kamu si, ngapain coba ngadain acara makan makan untuk merayakan ulang tahunku. Aku ini sudah tidak muda lagi Mas, tidak perlu dirayakan lagi. Kalau mau kasih hadiah ya kasih aja doakan saja yang terbaik untuk ku gak usah di raya rayain kaya anak kecil aja" kata Salwa


"Sayang, aku kan ingin memberikan yang terbaik untuk mu. Walaupun kamu sudah tidak muda lagi tapi kamu tetap cantik dan tetap menjadi tuan putri dalam hatiku" kata Satya


"Terimakasih Mas, karna kamu sudah mau menerimaku dan memilihku sebagai pendamping hidupmu" Salwa semakin mengeratkan pelukan nya pada Satya


Satya mencium puncak kepala Salwa "Aku yang harusnya terimakasih, karna kamu bisa memberika aku kesempatan kedua dan menerima semua kekurangan ku Sayang. I Love You "


Salwa mendongan dan mengecup singkat bibir suaminya "I Love You Too"


"Wah kau mau menggodaku ya" Satya semakin mengeratkan pelukan nya.


"Hahaha, nggak ko siapa juga yang mau menggoda kamu. Udah ah ayo kita keluar anak anak pasti nungguin" kata Salwa mencoba melepaskan pelukan suaminya


"Tidak bisa sayang, kau sudah membangunkan nya jadi kau harus bertanggung jawab untuk membuat nya tidur kembali" kata Satya mendorong tubuh Salwa hingga terlentang di atas tempat tidur


"Masss, anak anak nunggui ihh" Salwa mencoba bangun tapi Satya kembali menekan bahunya hingga Salwa kembali terlentang di tempatnya


"Aku akan bermain cepat sayang"

__ADS_1


Satya sudah mencium bibir Salwa dan melu^mat nya dengan halus. Mereka pun bercinta di siang hari membuat keduanya semakin terbakar api gairah penuh cinta.


__ADS_2