Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Season 2 (Part 43)


__ADS_3

Arman mengajak Tania pergi menonton dan makan siang. Mereka menikmati jalan pertamanya dengan tawa canda bahagia. Karna keduanya sama sama menyenangkan jadi mereka gampang akrab.


"Habis ini kemana?" tanya Arman


"Pulang aja yu, capek aku" kata Tania


"Oke" Arman menggandeng tangan Tania keluar dari mall menuju parkiran.


Kini mereka telah berada di dalam mobil. Keduanya tidak henti hentinya bercerita dan bercanda.


"Oh ya Tan, kamu seumuran sama Rachel?" tanya Arman


"Iya"


"Ohh, berarti kita juga seumuran jadi kamu jangan panggil aku Mas. Berasa tua aku" kata Arman


"Hmmm. Oke jadi aku panggil Arman saja ya" kata Tania


"Iya. Panggil sayang juga boleh" goda Arman


"Hahaha apaan si kamu" Tania memukul tangan Arman


"Kenapa? Kamu kan single aku juga single kenapa kita gak jadian aja" kata Arman menoleh sebentar lalau kembali fokus pada jalanan di depan nya.


Tania diam dengan wajah memerah malu "Kamu aneh aneh aja. Lagian aku gak mau pacaran aku mau langsung menikah saja biar kaya Ayah sama Bunda"


Tanpa sadar Tania memberi harapan pada Arman dengan mengatakan semua keinginan nya.


"Baiklah kalau begitu aku akan langsung melamar mu ke keluargamu " kata Arman yakin


"Heh" Tania membelalakan matanya kaget


"Kamu serius?" tanya Tania


"Heem, aku serius karna aku juga udah gak mau pacaran pacaran lagi. Sekarang aku mau cari istri aja" kata Arman


"Tapi kan kita baru kenal" kata Tania ragu


"Ya kan kita bisa saling mengenal lagi setelah halal" kata Arman santai

__ADS_1


"Apa kamu serius?" tanya Tania menatap tidak percaya pada Arman


Arman menoleh dan tersenyum manis "Apa aku terlihat bercanda?"


Tania menggeleng


"Aku serius sama kamu, aku udah jatih hati sama kamu sejak pertama kali kita bertemu. Jadi kau siap siap lah minggu depan aku akan mengajak keluarga ku untuk melamarmu" jelas Arman


"Minggu depan? Kamu serius?" Tania masig belum percaya


"Serius Honey" goda Arman


"Ihh apaan si, udah panggil Honey segala halal juga belum" kata Tania menahan senyum dengan wajah yang memerah malu


"Hahahah. Menggemaskan sekali si calon istri ku" Arman mencubit pipi Tania


"Ihh apaan coba? Calon istri di terima juga belum lamaran nya" kata Tania menahan senyum


"Ya harus di terima dong kalau nggak aku akan maksa biar kamu terima lamaran aku" canda Arman


"Hahaha dasar pemaksa" kata Tania


Tania sudah sampai di rumah nya, Dia segera menuju kamarnya untuk bersih bersih dan setelah itu Dia akan menceritakan semuanya pada Ayah dan Bunda nya.


Kini Tania sudah selesai mandi dan shalat isya. Dia berjalan keluar kamar dan menghampiri Ayah dan Bunda nya yang sedang santai di ruang keluarga.


"Ayah Bunda" panggil Tania lalu duduk di samping Salwa


"Ada apa Tan?" tanya Ayah Satya


"Hmmm itu Yah, Arman mau mengajak keluarga nya ke sini minggu depan" kata Tania ragu ragu


Satya mengerutkan keningnya "Ada apa emang?"


Tangan Tania saling meremas karna gugup "Arman mau melamar Tania Yah"


Satya dan Salwa saling pandang lalu tersenyum "Baiklah Ayah akan menunggu kedatangan nya. Mungkin ini sudah waktunya kamu berumah tangga"


Tania mendongak "Ayah gak marah?"

__ADS_1


"Hahaha kenapa harus marah sayang, Ayah suka sama Arman. Dia anaknya baik, sopan dan supel" kata Satya


"Iya sayang, inilah yang terbaik dari Allah untuk kamu" Salwa mengelus kepala anaknya


"Terimakasih Ayah Bunda" Tania memeluk Salwa dan Satya memeluk Salwa mereka bertiga pun berpelukan.


......................


Sepulang dari kantor Seno dan Riza tidak langsung pulang ke rumah. Mereka sempatkan mampir ke rumah Satya setelah mendengar ada yang mau melamar adik kesayangan mereka.


"Assalamualaikum " Riza dan Seno berjalan masuk ke dalam rumah orang tuanya.


"Waalaikumsalam" jawab Salwa


"Mana Ayah sama Tania Bun?" tanya Seno


"Ada apa cari Ayah Sen" kata Satya yang sudah muncul di belakang mereka


"Yah beneran cowo yang waktu itu mau melamar Tania?" Riza langsung menghampiri Ayahnya di ikuti Seno


Salwa hanya menggelengkan kepala melihat anak anak nya yang selaly over pada adik perempuan nya.


"Iya kata Tania si gitu" jawab Satya


Mereka pun berjalan ke arah sofa dan duduk disana.


"Terus Ayah izinin? Yah kita kan belum tahu gimana sifat si cowo itu" kata Riza


"Iya Yah jangan sampe kita menyerahkan Tania pada orang yang salah" tambah Seno


"Seno, Riza sampai kapan kalian akan over gini sama Tania. Kan Tania juga berhak punya pilihan sendiri" Salwa datang sambil membawa minuman dan cemilan


"Bukan begitu Bun, tapi kita takut kalau Tania salah pilih jadi kita harus pastiin dulu sifat si cowo itu" kata Riza


"Iya Bunda tau, tapi kalian harus percayakan sama Tania juga dong. Kan Tania juga berhak memilih calon suaminya. Dan kalau dilihat lihat Arman anaknya baik dan sopan"kata Salwa


"Iya Za,Sen kalian tidak perlu khawatir. Ayah juga tidak mungkin membiarkan putri kesayangan Ayah jatuh ke tangan yang salah" kata Satya


Riza dan Seno mengangguk, mereka mempercayai ucapan Ayahnya. Karna memang Satya juga tidak mungkin membiarkan anak bungsu nya menderita.

__ADS_1


Baca juga KU INGIN BAHAGIA 🤗🤗


__ADS_2