Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 88


__ADS_3

Semua masih berkumpul di ruang tamu rumah Gio dan Syaida. Semuanya tengah asyik berbincang bincang. Apalagi mereka melihat tongkah laku Devan, Seno dan Riza yang sangat menggemaskan dan selalu mengundang tawa. Sella sudah pamit pulang tadi sore.


"Jadi kapan kamu akan menikahi Gisel Don?" tanya Salwa lembut


"Mungkin sebulanan lagi Ka. Aku juga udah gak sabar buat nikahin Dia dan langsung malam pertama sama Gisel" kata Doni santai


"Astagfirullah Hal'adzim Doni" teriak Salwa


Doni hanya tersenyum lalu lari menuju taman dan bergabung dengan Gio dan Satya yang sedang mengasuh anak anak nya.


"Kenapa Salwa teriak teriak Don?" tanya Satya


"Hehe.. Gak papa Bang, biasa lah ibu hamil suka sensitif" kata Doni cengengesan


Satya diam tidak menjawab lagi perkataan Doni. Satya menatap takut pada Doni.


"Cewe suka gampang ngambek, Sensitif banget" kata Doni lagi


"Gak Syaida, gak Ka Salwa sama aja galak" Doni terus nyerocos tanpa ada yang meladeni ucapan nya


Satya dan Gio hanya diam tanpa berniat menjawab ucapan Doni.


"Jadi adhe galak" Syaida sudah bersidekap dada


"Kaka juga galak. Ya udah kalau gitu jangan harap bisa nikahin Gisel" kata Salwa tegas


"Aku sebagai kaka iparnya gak bakal serahin Gisel sama pria otak mesum kaya kaka" kata Syaida tak kalah tegas nya


Satya dan Gio hanya bisa bergidik ngeri melihat sorot mata horor dari para istri mereka.


"Hehehe, kaka adhe jangan marah gitu dong nanti wajah nya jelek loh" Doni mulai merayu kaka beradik itu


"Terserah" kata Syaida dan Salwa lalu pergi ke dalam rumah


"Kaka, adhe " teriak Doni tapi keduanya tidak menghiraukan sama sekali

__ADS_1


"Bang tolongin gue ngapa? Bini lo berdua kalau udah marah serem tahu. Gak suka ngomel tapi diem seribu bahasa" kata Doni memelas


"Sorry Bro, bukan nya gue gak mau bantu tapi kita juga takut kalau sampe bini kita marah" kata Gio yang langsung di angguki oleh Satya


"Haduhhh, mati gue Bang" Doni menepuk keningnya sementara Gio dan Satya hanya bisa menahan tawa


Sementara itu di dalam rumah tiga wanita cantik sedang tertawa puas karna berhasil mengerjai Doni. Begitupun dengan Gisel yang ikutan tertawa saat mendengar cerita Salwa dan Syaida.


"Emang ya tuh anak mulutnya gak bisa di jaga" kata Gisel


"Hahaha. Namanya juga pria Sel, otak nya pada mesum semua" jawab Syaida sambil tertawa


"Hahaha. Kalo Ka Gio gimana Sya? Apa Dia mesum juga?" tanya Gisel


"Huh bukan mesum lagi tapi emang parah" Syaida membuang nafas kasar


"Iya makanya kamu harus hati hati sama Doni nanti kalo udah nikah Sel. Hahaha" kata Salwa tertawa


"Iya juga ya. Haha " Gisel ikutan tertawa


Sementara itu para pria menatap mereka dengan tatapan berbeda beda. Mereka pun berjalan menghampiri para pujaan hatinya itu.


Salwa menoleh " Ayo Mas, kasian anak anak"


"Ya udah kalo gitu kita pulang dulu ya. Assalamualaikum " pamit Salwa


"Waalaikumsalam " jawab mereka


Setelah kepergiaan Salwa dan Satya beserta anak anak mereka, Syaida dan Gio kembali ke kamar mereka. Sekarang tinggalah Doni dan Gisel yang berada di ruang keluarga.


Doni memperhatikan Gisel yang sedari tadi memainkan ponsel nya. Gisel terlihat tersenyum senyum sendiri melihat chat dari teman teman nya.


"Sayang" panggil Doni


Gisel menoleh dan tersenyum " Iya Don ada apa?"

__ADS_1


Doni menggeser duduk nya agar lebih dekat dengan Gisel.


"Lagi chatan sama siapa si? Kayanya asyik banget" kata Doni penuh dengan nada cemburu


Gisel tersenyum " Dari temen aku, biasa temen kuliah dulu sama temen temen model yang ngucapin selamat buat pertunangan kita"


"Ohh. Sayang aku boleh minta satu hal sama kamu?" tanya Doni


"Boleh, minta apa?" tanya Gisel


"Aku mau kamu berhenti jadi model dan alu juga minta mulai saat ini panggil aku sayang" kata Doni menatap wajah Gisel lekat lekat


Gisel tersenyum dan mengangguk "Iya sayang, tapi aku minta izin untuk 3 bulan lagi karna aku sudah terkain kontrak sama salah satu agency"


"Iya, aku izinin ko tapi kalau udah selesai waktu kontrak ini kamu langsung berhenti ya. Biar aku yang membiayai kebutuhan kamu dan bulan depan kita menikah" kata Doni tersenyum


Gisel tersenyum dan mengangguk lalu Dia memeluk Doni dengan erat. Doni pun membalas pelukan kekasih hatinya itu.


"Terimakasih sayang sudah mengerti aku" kata Gisel dalam pelukan Doni


"Iya Sayang" Doni mengelus kepala Gisel dengan lembut


......................


Satya dan Salwa baru saja sampai di istana mereka. Satya menggendong Riza yang sudah tidur dan Salwa menggendong Seno yang juga sudah tidur. Mereka berjalan ke kamar anak anak nya dan menidurkan Riza dan Seno tak lupa Salwa juga memberi pesan pada Ela agar menjaga Riza dan Seno.


Kini Salwa dan Satya sedang duduk bersandardi tempat tidur. Salwa meletakkan kepala nya di dada bidang suaminya. Tangan mengelus ngelus dada Satya dengan lembut.


"Aku seneng deh, karna Gisel dan Doni bisa bersatu " kata Salwa


"Iya sayang, kita doakan saja yang terbaik untuk mereka" kata Satya


"Sayang, kapan kamu periksa kandungan?" tanya Satya sambil mengelus perut Salwa yang sudah terlihat sedikit membuncit


"Besok Mas" jawab Salwa tersenyum

__ADS_1


"Ya udah besok biar aku antar ke dokter ya" kata Satya


Salwa mengangguk


__ADS_2