Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 69


__ADS_3

Satya dan keluarga nya sedang pergi jalan jalan di mall. Satya menggandenga tangan istrinya sementara anak anaknya asyik berlarian kesana kemari, terutama Seno kalau Riza lebih santai dan tenang.


"Awas jatuh Seno, jangan lari larian" teriak Salwa memperingati anaknya


"Gak papa ko Bunda" kata Seno melihat Bundanya sambil berjalan mundur


Brukk


Seno menabrak seseorang yang sedang berjalan ke arahnya. Seno terduduk di lantai dan orang itupun langsung membantu Seno berdiri.


"Kamu gak papa Boy?" tanya orang itu


"Gak papa Om, aku kan jagoan" kata Seno dengan sombongnya


Orang itu tertawa melihat tingkah Seno yang menggemaskan. Salwa pun langsung menghampiri anaknya saat melihat Seno menabrak seseorang.


"Maaf Tuan ini anak saya" kata Salwa tanpa melihat siapa yang menabrak Seno


"Salwa" kata orang itu,


Salwa pun mendongak " Mas Fahmi"


"Kamu apa kabar Salwa?"Fahmi mengulurkan tangan nya


"Salwa baik Mas. Bagaimana kabar Mas Fahmi juga?" tanya Salwa menjabat tangan Fahmi


Satya yang sedang memilih milih mainan bersama Riza melihat istrinya sedang mengobrol dengan Fahmi. Satya pun segera membayar mainan yang di pilih Riza dan segera menuntun Riza untuk menghampiri istrinya.


"Saya juga baik. Oh ya ini anak kamu?" tanya Fahmi


"Iya Mas. Oh ya kenapa Mas Fahmi bisa ada disini?" tanya Salwa


"Aku bekerja disini Salwa, yah mencoba bisnis kecil kecilan" jelas Fahmi


"Om temen nya Bunda?" tanya Seno

__ADS_1


Fahmi sedikit menundukan tubuhnya dan mengusap kepala Seno.


"Iya, nama kamu siapa jagoan?" tanya Fahmi


"Seno Om" jawab Seno


"Anak kamu lucu banget Sal" kata Fahmi masih mengusap kepala Seno


"Iya Mas. Apa Mas sudah menikah?" tanya Salwa penasaran


Fahmi menggeleng tanpa mengalihkan pandangan nya pada Seno.


"Entahlah Salwa, aku masih belum menemukan yang pas di hatiku" jelas Fahmi menatap Salwa sebentar lalau memalingkan wajahnya ke arah lain


"Kenapa Mas?" tanya Salwa


"Jika boleh jujur aku belum bisa mencari wanita yang sepertimu dan bisa menggantikan mu" jawab Fahmi membuat Salwa diam mematung


"Sayang kamu tidak melupakan suami mu kan"


Suara berat Satya menganggetkan Salwa, Dia pun menoleh dan ternyata suaminya sudah berada di belakang nya dan Fahmi.


Satya sengaja tidak langsung menegur istrinya karna Dia ingin mendengarkan obrolan Salwa dan Fahmi yang terlihat sangat menyenangkan sampai sampai lupa sama suaminya. Satya menahan gejolak cemburu dan emosi dalam dadanya saat mendengar ucapan Fahmi.


"Sayang, ini tadi Seno gak sengaja menabrak Mas Fahmi" Salwa sengaja memangil suaminya Sayang karna tahu Satya sudah sangat marah terlihat jelas dari raut wajahnya.


"Kita pulang sekarang" Satya langsung menarik tangan Salwa


"Mas aku pulang dulu. Assalamualaikum " kata Salwa sambil menuntun Seno sementara Riza dituntun oleh Satya


"Gak usah pamitan Dia bukan siapa siapa kamu" kata Satya ketus


......................


Mereka sudah sampai di rumah, sepanjang perjalanan Satya hanya diam dan hanya bicara pada anak nya saja jika anak nya bertanya. Salwa semakin gelisah ketika memasuki kamar dan melihat suaminya duduk di sofa dengan wajah datar.

__ADS_1


Salwa pun menghampirinya dan duduk di samping suaminya.Kedua nya masih membisu tanpa ada yang berbicara.


"Kamu sengaja bertemu sama mantan kamu itu " kata Satya ketus


"Nggak Mas, aku emang gak sengaja bertemu Mas Fahmi. Tadi kan aku udah jelasin" kata Salwa


"Dan Mas Fahmi itu bukan mantan aku Mas, kita gak pernah pacaran" kata Salwa lagi


"Tapi aku tetep gak suka. Apalagi tadi Dia bilang belum bisa menemukan pengganti kamu" kata Satya menahan amarah nya mengingat apa yang Fahmi ucapkan


Salwa menghela nafas " Aku juga gak tau kenapa Mas Fahmi bicara seperti itu. Tapi percayalah aku tidak mempunyai perasaan apapun padanya Mas" kata Salwa meyakinkan suaminya


Satya meraih kedua tangan Salwa dan menggenggam nya, Salwa pun menatap wajah Satya.


"Kamu tahukan aku itu sangat mencintai kamu. Aku tahu apa yang dulu aku lakukan padamu tidak bisa di ubah dan dihilangkan. Tapi sekarang aku sadar bahwa kamu lah cinta sejati ku." Satya menarik nafas


"Dan aku gak tahu gimana jadinya aku jika tanpa kamu sayang. Jadi aku sangat takut kamu akan berpaling pada pria lain yang mempunyai kesan baik di awal kenal. Tidak seperti aku yang mempunyai kesan tidak baik dulu waktu kita pertama kenal" jelas Satya


Salwa tersenyum "Mas jangan pernah mikir aneh aneh. Aku gak mungkin berpaling pada pria lain sementara hatiku sudah berlabuh di hatimu"


"Jadi mulai sekarang kamu harus percaya sama aku dan jangan terlalu pencemburu kaya gini" kata Salwa lagi


Satya mendengus kesal "Tetap saja aku akan marah jika kamu masih dekat dekat dengan pria lain. Apalagi si Fahmi itu"


"Ya ampun Mas" Salwa menepuk keningnya merasa kesal pada suaminya


Satya pun memeluk Salwa dan mencium pipinya. Tangan nya sudah meraba raba area favorit nya.


"Kita buat adik bayi buat anak anak yu" bisik Satya


Salwa hanya tersenyum tanpa bisa menolak karna Salwa takut dosa jika menolak tanpa alasan yang jelas.


Satya pun mencium bibir Salwa dengan lembut. Lidahnya sudah mengabsen seluruh rongga mulut Salwa. Satya menggiring Salwa ke tempat tidur tanpa melepaskan ciuman dan pelukan nya. Satya langsung mendorong Salwa ke tempat tidur dan menindihnya.


Malam yang panjang pun baru di mulai. Satya mencurahkan segala rasa cinta dan sayang nya melalui perbuatan nya dengan bercinta bersama istrinya.

__ADS_1


Jangan Lupa Like, Komen, dan Vote yang banyak ya. 🤗🤗


__ADS_2