Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 59


__ADS_3

Salwa sedang duduk di bangku taman sambil mengajak ngobrol anaknya yang berada di stroller di depan nya. Pertumbuhan Riza sangat cepat di usianya yang sudah menginjak 2 bulan. Riza sudah bisa melihat dan mendengar. Jadi saat Salwa mengajak nya bicara Riza akan tersenyum membuat siapa saja yang melihat nya akan merasa gemas.


Salwa masih asyik mengajak main anaknya itu sampai ponsel nya berbunyi. Salwa pun segera mengambil ponselnya yang Dia letakan di samping nya.


Salwa pun membuka pesan dari nomor yang Dia tidak kenal. Salwa diam mematung saat melihat apa yang orang itu kirimkan. Tak lama kemudian ponselnya berdering ada panggilan masuk dari nomor yang sama.


"Hallo"


"Bisa ketemu sekarang. Penting"


"Dimana?"


"Nanti saya kirimkan alamatnya"


"Baiklah"


Salwa pun menutup telpon nya lalu membawa Riza ke dalam rumah dan menitip kan nya pada Ela. Salwa pun bersiap siap untuk pergi menemui orang yang tadi menelpon nya.


.................


Satya pulang ke rumah sedikit terlambat, Salwa menyambutnya dengan senyuman manis. Satya segera mencium kening istrinya itu.


Salwa pun menyiapkan air dan pakaian untuk suaminya. Satya pun langsung masuk ke kamar mandi. Sementara Salwa menyiapkan makan malam untuk suaminya.


Salwa menghangatkan masakan nya karna sudah dingin. Salwa menatap kosong sambil mengangkat makanan dari dalam wajan ke piring. Fikiran nya melayang kemana mana.


"Sayang" Satya berjalan ke arah Salwa


"Eh Mas"kata Salwa kaget


"Kenapa hmm?" tanya Satya menatap istrinya lembut


"Eh, nggak papa ko" jawab Salwa gelagapan


"Yakin? kalau ada apa apa cerita jangan di pendam sendiri" kata Satya lagi


"Iya Mas, aku gak papa ko. Ayo kita makan" ajak Salwa sengaja mengalihkan pembicaraan.


Satya hanya mengangguk dan berjalan mengikuti istrinya ke meja makan. Salwa pun segera mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk suaminya. Keduanya makan dengan tenang.

__ADS_1


Selesai makan Salwa dan Satya segera kembali ke kamar mereka. Satya melihat gelagat aneh dari istrinya, tapi Satya tidak berani untuk bertanya.


Salwa masuk ke kamar mandi untuk bersih bersih sebelum tidur. Satya pun merasa bingung dengan sikap istrinya yang banyak diam dan tadi juga ketahuan melamun oleh Satya.


Satya melirik ke arah meja kecil samping tempat tidur karna suara getaran ponsel Salwa terdengar olehnya. Satya pun mengambil ponsel istrinya dan membuka pesan yang baru saja di kirim.


Ingat kata kata ku yang tadi. Kasihanilah aku Salwa.


Satya mengerutkan keningnya membaca pesan itu. Satya pun melihat lihat pesan sembelumnya dari nomor yang sama. Mata Satya langsung terbelalak melihat fotonya dan Bella yang di ambil secara sepihak itu ada di posel Salwa.


Kini Satya tahu kenapa istrinya bertingkah aneh dan Satya harus menjelaskan semuanya pada Salwa.


Ceklek


Salwa keluar dari kamar mandi dan Dia terkejut saat melihat suaminya sedang mengutak ngatik ponsel nya. Salwa pun segera menghampiri suaminya.


"Mas ngapain buka posel aku" kata Salwa langsung ingin mengambil poselnya, namun dengan cepat Satya menyembunyikan kan nya di belakang tubuhnya.


"Mas siniin ponselnya" Salwa merengek


"Gak akan sampai kamu jujur sama aku" kata Satya tegas


"Sayang" Satya menarik tangan Salwa agar duduk di samping nya.


"Kalau ada yang gangguin kamu atau apa pun itu. Kamu cerita sama aku, aku ini suami kamu" kata Satya lembut


Salwa menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya dengan berat. Satya benar, masalah sekecil apapun Dia harus bicara pada suaminya. Karna dasar pernikahan itu adalah kejujuran dan kepercayaan.


"Mbak Bella tadi ngajak aku ketemu Mas" kata Salwa lirih


Satya tersentak kaget mendengar ucapan Salwa. Perasaan nya langsung gelisah, takut Bella akan menyakiti Salwa.


"Apa yang Dia bicarakan sama kamu sayang?" tanya Satya was was


FlasBack ON


Salwa duduk di salah satu meja yang ada di kafe itu. Salwa masih menunggu Bella.


"Hai Salwa, maaf nunggu lama ya?" Bella menarik kursi depan Salwa lalu duduk di sana

__ADS_1


Salwa terdiam melihat perut Bella yang sudah kelihatan membesar.


"Hello, Salwa" Bella memgibas ngibaskan tangan nya di depan wajah Salwa.


"Gak papa ko Mbak" jawab Salwa gugup


"Mbak hamil?" tanya Salwa


"Iya Salwa, udah mau 6 bulan" Bella tersenyum dan mengelus perut buncitnya


"Anak nya siapa Mbak?" entah kenapa Salwa ingin sekali menanyakan itu


"Kamu yakin nanya ini anaknya siapa? Siapa lagi kalau bukan anaknya suami kamu Salwa" kata Bella tersenyum licik


Deg


Waktu seakan berhenti bergerak, jantung Salwa seakan berhenti berdetak. Hancur hatinya saat mendengar penjelasan Bella. Kenapa suaminya tega menghianati nya sampai saat ini? hanya itu yang ada di fikiran Salwa.


"Kamu tentu pernah melihat aku berciuman dengan Satya kan? Kami sudah sering melakukan itu dan sampai bermain di atas ranjang" kata Bella


Salwa hanya diam dengan segala perasaan nya. Bella tersenyum melihat Salwa terdiam dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Satya mencari kamu karna waktu itu Dia salah faham. Dia melihat aku sedang jalan bersama teman laki laki ku. Tapi aku tidak ada hubungan apapun sama Dia. Kami hanya teman." Bella menarik nafas


"Kamu tahu sendiri kan bagaimana Satya mencintai ku. Jadi Dia sangat pencemburu padaku. Satya langsung marah besar padanya dan Dia langsung pergi untuk mencari mu" Bella memberi jeda untuk melihat ekspresi Salwa


"Masa kamu gak ngerti si kalau selama ini Satya hanya menjadi kan mu pelampiasan karna salah faham dengan ku. Kau hanya jadi pelarian Dia saja Salwa" kata Bella


Setetes air mata meluncur ke pipi Salwa, Dia segera menghapusnya dan mencoba menenangkan diri dan perasaan nya.


"Dan sekarang kamu bantu aku buat bujuk Satya agar mau memaafakan aku. Aku tidak akan menyuruhnya menceraikan mu Salwa. Aku siap ko jadi yang kedua untuk Satya karna aku yakin Satya masih sangat mencintai ku" kata Bella lagi


Salwa menghela nafas berat, Dia memejamkan matanya membuat air mata kembali menetes ke pipi mulusnya.


"Saya tidak berjanji Mbak, tapi saya akan berusaha karna mau bagaimana pun Mas Satya harus bertanggung jawab atas anak yang Mbak kandung. Saya tidak mau anak Mbak menanggung semua kesalahan kalian" kata Salwa lalu berdiri


"Saya pamit Mbak. Assalamualaikum" Salwa berjalan dengan air mata kembali menetes di pipinya.


FlashBack OF

__ADS_1


__ADS_2