
Sebuah ketulusan akan membuahkan sebuah kebahagiaan. Inilah yang Salwa rasakan atas semua ketulusan nya selama ini. Ketulusan cinta Salwa untuk Satya selama ini telah membuahkan hasil. Keluarga nya telah menjadi keluarga bahagia. Di tambah sebentar lagi keluarga mereka akan kedatangan keluarga baru tinggal menghitung hari untuk menantikan kelahiran Salwa.
Malam ini Salwa dan Satya baru saja menyelesaikan kegiatan panas di antara mereka. Satya menyelimuti tubuh istrinya yang sudah tidak memakai sehelai benang pun. Satya mengusap perut buncit istrinya dengan penuh kasih sayang.
"Kamu segera keluar ya sayang, Ayah sudah gak sabar bertemu dengan mu" kata Satya lalu mencium perut istrinya
Salwa hanya tersenyum sambil mengelus kepala suaminya itu. Satya mencium kening istrinya lalu Dia ikut merebahkan tubuhnya di samping sang istri dan memeluknya.
"Sayang ayo tidur" Salwa membalikan tubuhnya karna merasa Satya masih belum memejamkan matanya
"Kenapa hmm?" tanya Salwa lembut sambil mengusap pipi suaminya
Satya menggeleng lalu memeluk Salwa dengan erat tapi masih mengasih jarak pada bagian perut Salwa. Meletakan dagunya di bahu Salwa. Beberapa kali di menghela nafas kasar dan mendesah. Terlihat kekhawatiran di wajahnya.
"Sayang kenapa?" tanya Salwa lagi
"Aku takut Sayang" kata Satya lirih
Salwa mengerutkan keningnya " Takut kenapa?"
"Entah kenapa aku jadi takut saat kamu sebentar lagi akan melahirkan. Aku takut kejadian yang lalu akan terjadi lagi" Satya menarik nafas
"Kamu tahu bagaimana aku waktu tahu kalau kamu tidak sadarkan diri. Aku kacau sayang, semua penyesalan telah menyelimuti hatiku. Aku takut kehilangan kamu dan aku gak akan pernah sanggup jika kamu pergi sayang " kata Satya mendesah
Salwa baru mengerti apa yang mengganggu fikiran suaminya itu. Dengan lembut Salwa mengusap punggung suaminya itu.
"Mas kamu jangan berfikiran aneh aneh, sekarang lebih baik kita banyak banyak berdoa suapaya lahiran ku nanti lancar dan bayi kita lahir dengan selamat. Percayakan semuanya pada Allah " kata Salwa
Satya melepaskan pelukan nya dan menatap wajah cantik istrinya lekat lekat. Satya tersenyum sambil mengelus pipi Salwa lalu Dia mengecup singkat bibir istrinya itu.
"Terimakasih Sayang karna selalu bisa membuat ku tenang. Hanya kamu wanita yang mampu membuat ku tenang. I Love You" kata Satya
"I Love You Too Mas" jawab Salwa tersenyum
__ADS_1
......................
Pagi harinya Salwa terbangun karna merasa tidak enak dengan perutnya. Salwa pun pergi ke kamar mandi untuk mandi dan melaksakan panggilan alam.
Salwa telah selesai mandi dan sudah memakai pakaian lengkap dengan hijab nya. Tapi perutnya masih terasa sakit malah sekarang sakitnya semakin lama. Salwa sampai meringis sambil mengusap perutnya.
Satya mengerjapkan matanya lalu Dia meraba raba tempat tidur di sampingnya tapi tidak menemukan istrinya. Satya pun membuka matanya lebar dan tidak menemukan istrinya.
"Sayang" teriak Satya turun dari tempat tidur dan memakai pakaina nya lalu berjalan ke kamar mandi
Ceklek
Satya membuka pintu kamar mandi dan langsung masuk. Satya melihat Salwa sedang duduk di kloset yang tertutup dengan memegangi perutnya.
"Sayang kenapa hmm?" tanya Satya khawatir melihat Salwa yang meringis menahan sakit
"Perutku sakit Mas, tadinya aku kira mau buang air besar tapi tidak kayanya aku mau lahiran deh. Awww" kata Salwa meringis
"Ayo kita ke rumah sakit Sayang" Satya langsung menggendong Salwa
Dengan kecepatan tinggi Satya melajukan mobil nya menuju rumah sakit. Satya telah menitip kan anak anak pada Ela dan Bi Yani.
Sesampainya di rumah sakit milik Gio Satya segera menggendong Salwa yang terus melafadz kan ayat suci Al Quran untuk menahan rasa sakitnya.
Suara kaki para perawat dan Satya yang sedang mendorong brangkar yang di tempati Salwa menggema di lorong rumah sakit.
Salwa menggenggam tangan suaminya dengan erat. Air mata sudah menetes di pipi nya. Satya pun segera menghapus air mata istrinya itu.
"Mas Sakittttt. Allahuakbar " setets air mata kembali meluncur dari sudut mata Salwa
"Sabar sayang, kamu kuat oke. Kamu kuat demi anak kita sayang. I Love You " bisik Satya di telinga istrinya
Dokter masuk ke ruangan bersalin dengan dua orang perawat di belakang nya. Dokter pun langsung memberi arahan agar Salwa mengejan agar calon bayinya bisa cepat di lahirkan ke dunia ini.
__ADS_1
Salwa menarik nafas "Bismillahirohmannirohim"
Dengan sekuat tenaga Salwa mengejan dan dengan satu dorongan bayi mungil telah lahir kedunia dengan sehat dan selamat. Salwa terkulai lemah tapi senyuman tak pernah hilang di wajahnya saat mendengar suara tangis bayi nya.
"Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah" ucap Salwa lirih dan penuh syukur
"Terimakasih sayang " Satya mencium kening istrinya dengan setetes air mata haru menetes di kening Salwa
"Kamu nangis Mas?" Salwa menatap suaminya tidak percaya
Satya tersenyum sambil menghapus air mata bahagianya itu.
"Aku terlalu bahagia sayang" kata Satya tersenyum
Setelah di bersihkan bayi mungil itu pun di serahkan oleh parawat pada Satya untuk diadzani. Dengan penuh haru Satya mengumandangkan adzan di telinga bayi perempuan nya.
Salwa sampai meneteskan air mata melihat pemandangan ini. Karna duru Salwa tidak bisa menyaksikan saat suaminya mengadzani Riza.
"Sayang kamu akan memberi nama anak kedua kita ini siapa?" tanya Satya menatap pada istrinya
" Terserah kamu saja Mas" kata Salwa
Satya berfikir sejenak "Bagaimana kalau"
"Tania Kaisar Febriliyan" kata Satya tersenyum
"Aku setuju Mas, namanya bagus" kata Salwa
Kebahgiaan nya semakin lengkap setelah kehadiran Tania. Sungguh Salwa sangat bersyukur dengan apa yang Dia miliki sekarang. Keluarga yang harmonis dan saling menyayangi.
The End
Season pertama akhirnya selesai juga. Tinggal tunggu season duanya yang akan menceritakan Riza dan Seno juga Tania. Terimakasih untuk kalian semua yang sudah setia membaca KETULUSAN CINTA SALWA. LOVE YUO 😍😍🤗🤗
__ADS_1