
Hari hari berlalu begitu cepat, hubungan Rachel dan Riza selalu saja seperti sebelum nya. Selalu bertengkar dan berdebat hanya karna persoalan sepele. Seperti hari ini Rachel tengah siap siap untuk menghadiri acara wisuda Riza dan Seno. Tapi Dia di buat jengkel karna Riza selalu saja menyalahkan pakaian yang di pakainya.
"Kamu pakai gamis saja seperti Bunda dan pakai cadar biar wajahmu tidak terlihat sama cowo lain" kata Riza tegas
"Heh aku ini bukan ibu ibu ya, aku masih gadis remaja. Ya walaupun aku pakai hijab tapi aku tetep ingin terlihat seperti remaja lain nya" kata Rachel menentang Riza
"Ck kau ingin terlihat seperti remaja atau ingin terlihat cantik di depan banyak cowo" kata Riza kesal
"Ya itu juga " celaka, Rachel mengatakan nya dengan santai dan setenang mungkin tidak berfikir kalau itu bisa membuat Riza naik darah
"Apa kamu bilang" tuhkan nada bicaranya sudah naik
"Apa?" Rachel pura pura tidak tahu
"Kau ingin terlihat cantik di depan cowo lain gitu? Iya?" Riza makin emosi
' Ck gak bisa bedain apa mana yang serius dan mana yang bercanda' Rachel
"Ya udah kalau gitu kamu gak usah ikut, biar aku aja yang berangkat sama yang lainnya" kata Riza tegas
' Gawatt, Dia benar benar marah' Rachel mulai panik
"Dear aku kan cuma bercanda, mana mungkin aku ngelirik cowo lain kalau pacar aku aja udah setampan ini" jurus Rayuan maut sudah keluar dari mulut Rachel
Riza masih diam dengan wajah kesalnya.
'Aduhh gimana ni ? bener bener marah Dia. ' Rachel
"Dear masa iya kamu gak izinin aku ikut, nanti kamu bakal di kerubuti sama fans kamu. Dasar jahat kamu" kini Rachel yang memasang wajah masam nya
__ADS_1
'Loh ko malah jadi Dia yang marah si' Riza
"Ya udah kamu boleh ikut, tapi nanti nya jangan jauh jauh sama Ayah dan Bunda kalau acara udah di mulai" Riza mengelus kepala Rachel dan mengecup keningnya
Rachel mengangguk dengan wajah bahagia nya. Setelah perdebatan di antara mereka selesai mereka pun langsung menuju ruang tamu dimana para keluarga telah menunggu nya disana.
"Lama banget ngapain dulu si kalian" kata Tania kesal
"Tuh abang kamu yang ngeselin nya tingkat dewa. Masa iya aku harus pake gamis dan cadar. Kan gila" kata Rachel kesal
"Hahahaha" semuanya malah tertawa terbahak bahak
"Gila lo Za, segitunya lo sampai Rachel harus pakai cadar. Bunda aja gak pakai cadar " kata Seno masih dengan tawa nya
"Emang gila Dia" kata Rachel sambil melirik ke arah Riza
"Ayo kita berangkat" ajak Satya yang di jawab anggukan oleh semuanya
Mereka pun sedah berada di dalam mobil. Riza semobil dengan Rachel dan Tania sementara Seno bersama Sandi dan Satya berdua bersama istri tercintanya.
Setelah menempuh perjalanan kini mobil mereka telah sampai di tempat tujuan. Saat yang bersamaan Gio dan keluarga pun sampai disana. Benar saja saat Riza and the geng masuk ke tempat acara semuanya memandang takjub pada mereka. Bahkan banyak wanita yang berbisik bisik tentang ketampanan mereka.
"Serasa kita dulu ya Bang" kata Gio
"Iya" jawab Satya tersenyum bangga melihat anak anaknya
"Emang dulu kalian juga dikerubuti wanita" kata Syaida
"Iyalah, kita itu termasuk Kevin, Vano dan Reno adalah cowo populer di kalangan para wanita" kata Satya yang di angguki Gio
__ADS_1
"Pantesan anak anak nya juga gitu" kata Salwa
"Iyalah,kan mereka anak ku Sayang" Satya merangkul bahu Salwa
Acara demi acara pun berlangsung dengan lancar. Satya sangat bangga karna anak nya Riza menjadi mahasiswa dengan lulusan terbaik. Sandi juga bangga saat Seno anaknya juga lulus dengan nilai yang memuaskan.
Kini mereka memutuskan untuk makan makan di salah satu restauran milik Satya. Keluarga Gio pun ikutan. Restauran ini sengaja Satya tutup untuk pelanggan lain sehingga hanya mereka yang ada disana jadi mereka bisa bebas bercanda ria.
"Lo mau kemana Sen?" tanya Riza
" Gue mau jemput seseorang, eh salah dua orang tepat nya" kata Seno santai
"Gila lo, lo mau bawa pacar pacar lo. Gimana kalau mereka bikin rusuh di sini" kata Riza
"Iya Seno, Papa gak izinin kamu buat kerusuhan di acara kita" kata Sandi
"Ayah juga gak setuju" kata Satya tegas
"Ko malah di keroyok gini si, Seno bukan mau bawa pacar tapi bawa temen. Lagian Seno udah tobat ko, udah gak mainin wanita lagi" kata Seno
"Benaran lo? Awas aja lo" kata Riza menatap tajam pada Seno
"Iya. Kalau gitu Seno pergi dulu ya Assalamualaikum " pamit Seno
"Waalaikumsalam "
Seno melajukan mobilnya menuju salah satu tempat. Dan setelah menempuh perjalanan Seno pun sudah sampai di depan rumah sederhana yang selalu membuatnya rindu pada si pemilik rumah.
Sudah beberapa bulan ini Seno selalu mengunjungi Faiha dan selalu saja mengajak Faiha mengobrol apapun itu sebagai cara untuk mengakrabkan diri. Entah sejak kapan rasa ini telah tumbuh di hati Seno. Perasaan yang selalu membuat nya merindukan sosok dari Faiha yang lemah lembut seperti Bunda Salwa.
__ADS_1