
Satya sedang berada diruang kerjanya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan nya dan Dia juga sedang mengumpul kan beberapa bukti dan saksi atas kecelakaan Sayida satu tahun lalu. Anak buah Satya berhasil menemukan Rika saksi mata di tempat kejadian. Rika juga sudah pindah keluar kota untuk menghindari semua yang akan bersangkutan dengan kecelakaan Syaida. Tapi sayang, kini Rika telah di temukan anak buah Satya dan sekarang Rika sedang di amankan oleh Jhoni.
Satya sudah menyuruh Jhoni untuk melaporkan segala nya ke polisi. Satya tidak mau turun tangan jika memang masih bisa di kerjakan oleh Jhoni.
Salwa membawakan secangkir coklat hangat untuk suaminya. Salwa mengetuk pintu ruang kerja Satya. Setelah mendapat jawaban dari Satya, Salwa pun segera masuk.
"Minum nya Mas" Salwa menaruh cangkir berisi coklat hangat itu di meja samping laptop Satya
"Terimakasih sayang" Satya segera meminum coklat hangat buatan istrinya itu
Salwa hanya mengangaguk dan tersenyum pada suaminya. Salwa memandang ke sekililing ruangan kerja suaminya. Salwa melihat beberapa foto Satya waktu sekolah dan ada juga foto saat Satya resmi menjadi CEO BRM GROUP.
"Sayang sini " Satya menepuk pahanya mengisyaratkan supaya Salwa duduk dipangkuan nya
"Aku keluar aja ya Mas, takut ganggu kamu" kata Salwa menolak secara halus
Satya menarik tangan Salwa lalu menduduk kan Salwa di pangkuan nya. Jika sudah begini Salwa sudah tidak bisa menolak lagi.
"Mas aku keluar aja ya, kamu kan lagi kerja" kata Salwa menatap wajah suaminya yang sangat tampan
"Sayangku Cintaku, aku sudah selesai kerja jadi kamu diam saja disini. Aku mau berduaan sama kamu" Satya memeluk Salwa dan menyembunyikan wajahnya di dada Salwa.
Salwa hanya tersenyum dan mengusap lembut kepala suaminya itu. Satya merasa sangat nyaman berada di pelukan Salwa. Dia menggesek gesekan kepalanya di bagian kenyal Salwa.
"Mas" Salwa mendesah karna merasa geli
__ADS_1
"Apa Sayang?" Satya mendongakan kepalanya menatap wajah Salwa yang memerah malu
Salwa berusaha berdiri namun Satya memeluk pinggang Salwa dan kembali menyembunyikan wajahnya di dada Salwa.
"Diamlah sayang. Aku mau begini sebentar saja" kata Satya memohon
Salwa pun hanya menurut saja, Dia tidak tega juga melihat wajah suaminya yang kelelahan. Salwa pun mengusap kepala Satya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
"Mas" Salwa masih mengusap kepala Satya dan sesekali memainkan rambut suaminya itu.
"Sayang, bisa gak kamu sekali kali panggil aku itu sayang, kan biar romantis gitu" kata Satya manja dan mencium pipi Salwa
Salwa sampai terbengong melihat sisi lain dari suaminya. Selama ini Salwa hanya tahu kalau Satya itu dingin dan cuek, tapi Satya juga sangat perhatian. Tapi sekarang Salwa baru melihat Satya yang manja persis seperti anak kecil.
"Kenapa Sayang liatin aku kaya gitu?" tanya Satya mengerutkan keningnya
"Biarin aja manja sama istri sendiri" kata Satya persis anak kecil yang tidak mau di bantah
Salwa hanya menggeleng kan kepalanya sambil masih melongo melihat tingkah suaminya.
"Aku keluar dulu ya Mas" Salwa mencoba berdiri dari pangkuan suaminya, tapi Satya tetap menahan nya.
"Gak boleh, kamu harus panggil aku sayang" tegas Satya
Salwa hanya menghela nafas melihat tingkah suaminya itu. Sejak kapan Satya jadi selebay ini? Entahlah Salwa pun tidak tahu kenapa suaminya jadi alay kaya gini.
__ADS_1
"Iya sayang" kata Salwa sedikit kesal
Satya terkekeh melihat kekesalan di wajah istrinya. Satya sangat suka mengerjai istrinya sampai kesal. Menurutnya wajah kesal Salwa sangat manis dan menggemaskan.
Setelah puas mengerjai istrinya, Satya pun mengajak Salwa keluar dari ruang kerjanya. Satya pergi ke kamar Riza untuk bermain bersamanya. Sementara Salwa membantu Bi Yani membuat makan malam di dapur.
Satya sedang asyik bermain bersama putranya. Satya tak henti hentinya mencium pipi Riza gemas. Saat Satya masih asyik bermain dengan putranya tiba tiba ponselnya berdering. Satya pun segera mengangkat telpon yang ternyata dari Jhoni.
"Hallo Tuan"
"Hmmm. Ada apa?"
"Semuanya sudah beres Tuan. Semua barang bukti telah saya serahkan ke polisi dan Rika juga sudah siap menjadi saksi di persidangan nanti. " jelas Jhoni
Satya mengangguk walau Dia tahu Jhoni tidak bisa melihatnya.
"Bagus, terus pantau saksi itu takutnya Dia akan kabur" perintah Satya
"Baik Tuan" Satya pun menutup telpon nya saat sudah mendapatkan informasi yang memuaskan dari Jhoni.
Satya pun pamit pada Salwa untuk menemui Gio di rumah sakit dengan alasan ada pekerjaan yang harus mereka urus. Dan Salwa pun mengizinkan. Setelah makan malam Satya pun langsung pergi untuk menemui Gio di rumah sakit. Satya harus segera memberi tahu Gio tentang informasi yang di berikan Jhoni.
Satya Kaisar Bramarta
__ADS_1
Gionino Marquez