Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 63


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, kini hari resepsi pernikahan Salwa dan Satya pun sedang di selenggarakan. Salwa terlihat cantik dengan gaun pengatin muslimah nya begitu pun dengan Satya yang terlihat makin tampan dengan balutan jas yang senada dengan warna gaun Salwa.


Pesta di laksanakan di salah satu hotel milik BRM GROUP yang paling besar dan mewah. Rekan bisnis Satya pun semuanya hadir, dan yang istimewa adalah kedatangan Kevin dan Alifiya berserta anak dan orang tua mereka.


Hendarto pun hadir dan banyak rekan bisnis nya dari luar negeri yang datang ke pesta pernikahan Satya. Hendarto sangat bahagia melihat anak anaknya sudah pada bahagia dengan rumah tangga mereka masing masing.


Kedua orang tua Reno pun hadir membuat suasana semakin ramai karna bisa berkumpul kembali dengan keluarga dan para sahabat dekat. Tak lupa Gio dan keluarga nya pun datang menghadiri pesta pernikahan Satya dan Salwa.


Riza seperti mendukung keadaan sekarang, Dia sama sekali tidak rewel bersama Ela. Salwa juga sudah menyiapkan persediaan asi yang cukup banyak untuk Riza.


Acara demi acara telah di langsungkan, kini semua acara telah selesai. Semua tamu pun berangsur pulang. Orang tua Reno dan orang tua Kevin sudah pulang karna tidak bisa meninggalkan pekerjaan. Sementara Kevin akan tinggal satu hari lagi di tanah air sebelum kembali ke Jerman.


.................


Besok paginya Satya dan Salwa kembali ke rumah nya. Karna semalam mereka menginap di hotel. Sebenarnya Satya masih betah tinggal di hotel karna Dia bisa berduaan dengan istrinya. Tapi mereka juga tidak bisa meninggalkan Riza terlalu lama.


Sesampainya di rumah mereka sudah di sambut oleh Reno and the geng. Hari ini mereka ingin kumpul kumpul seperti apa yang sering mereka lakukan pas waktu sekolah dulu.


"Assalamualaikum " Salwa dan Satya berjalan menghampiri mereka semua


"Waalaikumsalam " jawab mereka serempak


Mereka pun akhirnya masuk dan kumpul di ruang keluarga. Mereka bercanda dan tertawa bahagia. Semuanya terasa sangat indah saat kita bisa bersama dengan orang orang yang kita sayangi.


"Aku kangen banget sama kamu tau Salwa" kata Alifiya memeluk Salwa


"Aku juga Fiya" Salwa tersenyum ramah

__ADS_1


"Ko kamu gak panggil Dia kaka Be?" tanya Kevin heran karna memang istrinya itu selalu menghormati seseorang yang lebih tua darinya.


"Ihh apaan si kamu, aku sama Salwa itu seumuran malahan lebih muda Salwa kalau dilihat bulan lahir Dia" jelas Alifiya


"Gila... Gila.... Lo dapat bini masih muda dong Bang Sat. Gak nyangka gue Salwa bisa mau nikah sama lo" kata Kevin menggelengkan kepala


"Awas lo kampret" Satya melempar bantal sofa ke wajah Kevin


Semunya sontak tertawa melihat tingkah dua sahabat ini.


"Dasar lo Vin... Vin... Kan Satya pakai jamu pelet, masa lo gak tau" kata Reno tenang


"Hahahaha" Semuanya kembali tertawa kecuali Satya yang sudah memasang wajah siap membunuh siapapun


"Baru tahu gue" kata Kevin di sela tawanya


"Salwa" panggil Alifiya


"Kenapa kamu bisa nikah sama Ka Satya? Apa kalian pacaran dulu?" tanya Alifiya yang memang sudah penasaran


Salwa terdiam, bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin menjelaskan semuanya disini. Rasanya Alifiya tidak perlu tahu tentang apa yang pernah terjadi di antara Dia dan suaminya dulu.


"Kita ta'aruf Fiya, jadi tidak pacaran dulu" jelas Salwa tersenyum


Alifiya hanya mangut mangut mengerti, sementara Satya dan yang lain nya merasa haru atas apa yang Salwa katakan. Salwa benar benar tidak mau membuka aib suaminya dan Dia benar benar sudah mengikhlaskan semua yang pernah terjadi.


Setelah cukup lama mereka mengobrol banyak hal. Semunya pun pamitan pulang termasuk Kevin yang memang sudah memesan tiket untuk pulang ke negaranya. Kini dirumah ini tinggal Satya dan Salwa juga ada Bi Yani dan Ela.

__ADS_1


"Nyonya untuk makan malam mau masak apa?" tanya Bi Yani sopan


"Bi, saya kan sudah bilang jangan panggil saya nyonya. Panggil aja Salwa" kata Salwa lembut


"Tapi.." Bi Yani menatap Satya yang memasang wajah datar seperti biasanya


"Gak usah peduliin apa kata Tuan mu Bi, saya tidak nyaman di panggil seperti itu apalagi Bibi lebih tua dari saya. Jadi mulai sekarang Bibi bisa panggil Saya Salwa aja tidak perlu memakai nyonya nyonya lagi" Salwa langsung pergi setelah Bi Yani mengangguk.Salwa pergi ke kamar anaknya.


Ceklek


Salwa langsung masuk ke kamar Riza dan tersenyum saat melihat Riza masih tidur dengan nyenyak nya. Salwa pun menghampirinya dan mengelus kepala anaknya lalu mencium pipinya.


"Sudah lama tidurnya La?" tanya Salwa pada Ela yang sedang duduk di tempat tidur samping anaknya


"Baru saja mbak, tadi Riza main sama Ela" jelas Ela


Salwa tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


"Sayang" teriak Satya di balik pintu kamarnya Riza


Salwa langsung berjalan cepat ke arah suaminya dan menarik tangan suaminya agar menjauh dari kamar Riza.


"Mas kamu ini kenapa teriak si, Riza baru saja tidur. Nanti kalau tidurnya terganggu bisa rewel" omel Salwa


Bukan nya marah karna diomeli istrinya, Satya malah tersenyum merasa lucu saat melihat bibir istrinya itu mengomel.


"Malah senyum lagi" kata Salwa kesal

__ADS_1


Satya terkekeh lucu melihat wajah istrinya yang menggemaskan.


"Sudah jangan ngomel ngomel mulu, ayo masuk kamar aku mau mandi" Satya menarik lembut tangan Salwa dan membawanya ke kamar mereka..


__ADS_2