
Malam hari nya mereka memilih menginap di rumah Gio. Karna anak anak mereka sudah pada terlelap jadi tidak tega jika harus di bangunkan. Satya dan Salwa sedang berada di kamar tamu. Sementara Riza berada di kamar lain bersama pengasuh nya. Salwa tadi sudah memompa asi nya agar pengasuh Riza gampang jika Riza ingin minum asi.
"Sayang apa benar kamu tadi tidak sarapan dan makan siang?" Satya menatap tajam pada istrinya
"Emmm itu. Iya aku lupa karna terlalu sibuk urus Riza yang sedikit rewel tadi" jelas Salwa
"Kan ada pengasuh Sayang, kenapa kamu masih repot si?" tanya Satya mengelus kepala Salwa
"Itu juga gantian sama Ela Mas" Salwa menyandarkan kepalanya ke dada suaminya
"Awas saja kalau sampe kaya gitu lagi. Aku gak mau sampe kamu sakit sayang" Satya mencium puncak kepala Salwa
"Oh ya sampai kapan kamu tidur pakai hijab kaya gini? Aku kan suamimu jadi kamu bisa membuka hijab mu jika kita sedang berdua" kata Satya mengelus kepala istrinya
"Iya Mas maaf" kata Salwa menatap suaminya
"Aku buka boleh?" tanya Satya mengelus kepala Salwa
Salwa pun mengangguk dan Satya langsung tersenyum senang lalu Dia membuka hijab Salwa secara perlahan. Satya menatap wajah istrinya yang semakin cantik tanpa hijab. Satya membuka ikat rambut Salwa sehingga rambut Salwa tergerai indah sampai punggung. Rambut hitam dan sedikit bergelombang di bagian bawah nya menambah kecantikan Salwa.
"Aku bahagia sekali sayang, karna hanya aku yang bisa melihat wajah cantik mu tanpa hijab" Satya menainkan rambut Salwa lalu mencium nya
"Rambut kamu sangat wangi sayang" Satya tak henti hentinya menghirup aroma rambut Salwa
Salwa hanya tersenyum dengan wajah memerah menahan malu. Satya tersenyum geli melihat wajah istrinya yang masih lugu dan malu malu itu.
Satya mendekatkan wajah nya ke arah Salwa. Dia memiringkan wajahnya dan langsung mencium bibir Salwa yang terasa manis itu. Luma^tan dan hisapan lembut itu membuat keduanya merasa melayang dan menikmati ciuman itu.
......................
Pagi harinya semuanya telah berada di meja makan untuk sarapan, tapi tidak dengan Salwa yang masih menyusui Riza di kamar tamu.
__ADS_1
"Ayo Ka sarapan dulu" ajak Syaida ramah pada Satya
"Aku akan membawa sarapan nya ke kamar sekalian untuk kakamu" tegas Satya yang mengambil 2 potong Sandwich lalu menaruhnya di atas piring Satya juga membawa 2 gelas susu hangat
Mereka semua hanya tersenyum melihat Satya yang sudah pergi ke kamar tamu diamana Salwa sedang disana.
"Akhirnya Bang Sat bucin juga sama bininya" kata Gio
"Hahaha bener banget lo Giong" kata Vano memanggil panggilan kesukaan nya pada Gio
"Sialan lo Van, manggil gue kaya gitu lagi" Gio melemper sendok ke arah Vano
"Hahaha. Seneng gue kalo udah liat kalian berantem kaya gini" kata Reno tertawa terbahak bahak
"DIAM" Vano dan Gio menatap tajam pada Reno
"Oke" Reno mengangkat kedua tangan nya melihat tatapan membunuh dari keduanya
Para perempuan hanya bisa tergelak tanpa suara melihat tingkah konyol mereka. Syaida hanya bisa geleng geleng kepala melihat suaminya dan para sahabatnya yang seperti anak kecil.
................
Ceklek
Salwa menoleh ke arah pintu saat pintu kamarnya yang terbuka. Salwa tersenyum saat suaminya masuk dengan nampan yang berisi sarapan dan dua gelas susu hangat.
"Sarapan dulu sayang" Satya menyimpan nampan di meja depan sofa yang ada di kamar itu. Lalu Satya menghampiri Salwa dan mencium keningnya dan beralih mencium pipi anaknya Riza.
"Kenapa membawakan sarapan kesini Mas? Aku bisa sarapan nanti " kata Salwa lembut
"Apa?? nanti palingan kamu lupa sarapan lagi dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi"tegas Satya menatap tajam istrinya
__ADS_1
Salwa hanya menghela nafas nya, tapi hatinya sangat lah bahagia karna bisa mendapat perhatian dari suaminya.
"Ayo makan dulu" kata Satya
"Bentar Mas Riza masih belum tidur" kata Salwa melihat ke arah putranya
Satya keluar kamar untuk memanggil Ela dan tak lama kemudian Satya sudah kembali ke dalam kamar bersama Ela.
"Kamu jagain Riza, kita mau sarapan dulu" kata Satya datar
'Huh dasar nasib nasib' Ela
"Baik Tuan" Ela mengambil alih Riza dari gedongan Salwa lalu Dia pergi keluar meninggalkan sepasang suami istri itu.
Satya menggandeng tangan istrinya menuju sofa untuk sarapan bersama. Satya mengambil Sandwich lalu menyuapi pada istrinya. Salwa pun tidak menolak karna suaminya akan memaksa jika Dia menolak pun percuma.
Selesai sarapan mereka pun kembali ke ruang keluarga untuk kumpul bersama yang lainnya.
Mereka bercanda dan tertawa bersama, Syaida dan Salwa merasa bersyukur bisa masuk ke dalam persahabatan mereka yang sudah seperti keluarga ini.
Ting tong
Gio berdiri untuk membukakan pintu sambil berfikir siapa yang datang ke rumahnya. Karna Gio ataupun Syaida tidak merasa ada janji dengan siapa pun.
Gio terlonjak kaget saat melihat siapa yang datang ke rumah nya. Gio pun memeluk tamu sepesial nya yang sangat Dia rindukan.
"Ayo masuk Sel" ajak Gio dan mereka pun langsung masuk
Syaida menatap suaminya yang datang bersama seorang wanita seumuran dengan nya. Setelah mereka semakin mendekat tiba tiba jantung Syaida terasa akan copot.
Deg Deg Deg
__ADS_1
"Gisel" Syaida menatap takut
"Gadis miskin" kata wanita itu emosi