Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 89


__ADS_3

Semua memandang iri pada sepasang suami istri yang dari tadi terlihat sangat harmonis. Satya bahkan tidak melepaskan genggaman tangannya saat mereka duduk menunggu namanya di panggil oleh dokter kandungan. Sesekali Satya akan mencium tangan istrinya itu membuat semua yang melihatnya semakin iri.


Tidak tahu saja mereka kalau saat ini Satya sedang mencoba menebus semua kesalahan nya di masa lalu. Bagaimana Dia tidak memperdulikan istrinya saat hamil. Mau di lupakan sampai mana pun tetap saja Satya mengingat semua perlakuan nya pada Salwa karna memang masa lalu nya tidak pernah bisa di rubah.


"Salwa Nur Hassanah " panggil perawat dari dalam ruangan dokter kandungan


"Saya Sus" Salwa pun berdiri dan berjalan masuk ke ruangan dokter diikuti suaminya


Satya membantu Salwa untuk naik ke ranjang pasien untuk di periksa oleh dokter kandungan yang tak lain adalah dokter Sinta yang dulu juga menjadi dokter kandungan Salwa saat mengandung Riza.


"Apa ada keluhan?" Dokter Sinta mulai menekan pelan perut Salwa


"Ada Dok, sampai sekarang istri saya tidak mau makan nasi dan selalu muntah dipagi hari" kata Satya


Dokter Sinta tersenyum mendengar penjelasan Satya.


"Itu wajar pada ibu hamil muda, nanti juga akan normal kembali" jelas Dokter Sinta


"Hati hati sayang" Satya membantu Salwa turun dari ranjang dan memapahnya ke meja dokter lalu mereka duduk di kursi berhadapan dengan dokter Sinta.


Dokter Sinta tersenyum melihat Satya yang terlihat sangat perhatian pada istrinya.


"Semuanya sehat, Salwa hanya perlu meminum obat vitamin nya dengan rutin. Jangan terlalu lelah dan banyak fikiran " jelas dokter Sinta sambil memberikan vitamin pada Salwa


"Baik Dokter, terimakasih kalau gitu kami pamit dulu ya. Assalamualaikum " pamit Salwa


"Waalaikumsalam " jawab Dokter Sinta


......................


Salwa dan Satya sudah sampai di rumah nya, karna sudah siang Satya tidak berangkat ke kantor. Dia menyerahkan pekerjaan nya pada bawahan nya.

__ADS_1


Kini Satya dan Salwa sedang duduk di sofa ruang keluarga sambil memakan buah segar yang di siapkan Bi Yani tadi. Salwa menjadikan tangan suaminya sebagai bantalan nya. Sesekali Salwa akan menyuapi Satya buah karna suaminya fokus pada ponselnya.


"Anak anak belum pulang Sayang?" tanya Satya masih fokus pada ponselnya


"Belum Mas, mungkin sebentar lagi " jawab Salwa lalu menyuapi suaminya lagi


"Hmmm. Sayang" kata Satya sudah menyimpan ponsel di sampingnya


"Apa?" tanya Salwa menatap suaminya


"Hmmmm. Besok aku harus ke luar kota untuk mengecek proyek perusahaan yang ada di sana" jelas Satya


Sebenarnya Dia juga berat meninggalkan istrinya apalagi sekarang istrinya itu sedang berbadan dua. Tapi mau bagaimana lagi pekerjaan juga membutuhkan nya. Jika masih bisa di wakilkan tentu saja Satya tidak akan pergi. Tapi pekerjaan kali ini harus Dia sendiri yang turun tangan.


"Berapa lama Mas?" tanya Salwa


"Mungkin kurang lebih 2 mingguan sayang, soalnya pekerjaan nya lumayan banyak juga" jelas Satya mengusap kepala istrinya


Salwa menghela nafas " Ya udah nanti biar aku siapin semua barang yang akan kamu bawa besok "


" Terimakasih sayang, kamu udah mau ngertiin aku"


"Iya Mas, aku gak mungkin egois karna pekerjaan kamu juga membutuhkan mu" kata Salwa tersenyum


"Love Yuo Sayang " bisik Satya di telinga Salwa


"Love You Too Mas" jawab Salwa tersenyum


Malam harinya Salwa pun segera menyiapkan pakaian dan barang barang lain nya untuk suaminya pergi ke luar kota. Entah kenapa Salwa merasa berat melepas kepergiaan suaminya itu. Padahal hanya 2 minggu dan juga suaminya pergi untuk pekerjaan.


Tanpa sadar setetes air mata telah mengalir membasahi pipi Salwa. Satya yang baru keluar dari kamar mandi langsung menghampiri istrinya yang sedang memasukan pakaian nya ke koper.

__ADS_1


"Sayang sudah semua?" tanya Satya


Salwa segera menghapus air matanya agar tidak diketahui suaminya. Tapi sayang Satya sudah melihatnya.


"Sudah semuanya ko Mas" kata Salwa masih belum melihat wajah suaminya


"Sayang" panggil Satya lagi agar Salwa menatap wajahnya


"Iya Mas" Salwa masih memasukan beberapa pakaian lagi ke dalam koper tanpa menghiraukan suaminya.


"Sayang lihat aku" Satya menghentikan tangan Salwa yang masih melipat pakaian nya dan akan memasukan nya ke dalam koper


Salwa diam sambil menatap wajah suaminya dengan mata berkaca kaca. Entah kenapa perasaan nya merasa sangat tidak rela jika harus di tinggalkan suaminya walau hanya sebentar.


"Kenapa hmm?" tanya Satya lembut


Salwa hanya menggeleng dengan air mata yang sudah mengalir begitu saja di pipinya.


"Hey kenapa nangis hmm? Apa yang membuatmu menangis?" Satya menghapus air mata istrinya


"Aku... Hiks... Aku takut di tinggalin kamu " kata Salwa menangis sesenggukan


Satya tersenyum "Sayang, aku pergi hanya dua minggu. Kenapa kamu seperti ini hmm? Aku tidak akan berpaling darimu sayang jika memang itu yang kau takutkan"


"Maafin aku Mas, karna sudah berprasangka buruk padamu" Salwa memeluk suaminya


Satya tersenyum sambil mengelus kepala istrinya itu.


"Iya Sayang, aku ngerti ko kalau ini adalah hormon ibu hamil" kata Satya


"Mungkin Mas" jawab Salwa

__ADS_1


Mereka pun berpelukan mencurahkan segala rindu karna akan berpisah selama dua minggu. Padahal berpisah pun belum tapi rasa rindu telah menguasai hati keduanya. Mungkin karna mereka terlalu saling mencintai.


Like, Komen dan Vote yang banyak ya 🤗🤗


__ADS_2