
Seno berlari menyusuri lorong rumah sakit. Dia menanyakan pada perawat tadi sehingga tahu dimana ruang rawat nya. Saat Seno masuk Dia menghampiri wanita yang terbaring lemah dengan wajah pucat dan perban di kepala.
Tanpa sadar Seno mengelus pipinya. Tak bisa di pungkiri mau bagaimana pun wanita ini pernah mengisi hatinya sampai Seno berubah menjadi pemain wanita hanya karna ingin membalas sakit hatinya ketika Adelia pergi begitu saja meninggalkan nya yang lagi sayang sayang nya.
Adelia mengerjap dan membuka matanya secara perlahan. Bibir pucatnya tersenyum lirih melihat lelaki yang di cintai juga yang telah Dia lukai berada di sampingnya.
"Sen..no" terdengar lirih sangat lirih
Seno tersenyum "Kamu gak papa kan ?"
Adelia tersenyum seraya mengedipkan matanya seolah berkata 'iya aku gak papa '. Namun tenggorokan nya terasa kering jadi Dia tak bisa berbicara.
Seno pun menekan tombol darurat untuk memanggil dokter. Tak lama kemudian dokter pun datang dan langsung memeriksa keadaan pasien nya.
"Keadaan nya sudah stabil, lukanya juga tidak parah" kata Dokter
Seno bernafas lega setelah mendengar penjelasan dokter barusan.
"Kalau begitu saya permisi dulu " kata dokter yang di jawab anggukan oleh Seno
Seno mendekati ranjang pasien, Adelia hanya tersenyum. Suaranya sudah kembali pulih. Adelia ingat bagaimana tadi Dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tunggi karna merasa menyesal dan bersalah dengan apa yang telah Dia lakukan dulu pada Seno.
Hingga ada sebuah motor yang menyebrang. Adelia panik dan segera membanting setir hingga menabrak pembatas jalan sampai mobilnya penyok.
"Gimana keadaan nya Lia?"tanya Seno
Adelia tersadar dari lamunannya dan menoleh ke arah Seno "Udah lebih baik ko"
__ADS_1
"Bsguslah kalau begitu aku mau pulang. Kasian istri aku di rumah pasti nungguin" kata Seno
Adelia hanya diam
"Ya udah aku pul..."
"Sen boleh gak kalau malam inu temenin aku. Please kali ini aja, setelah aku sembuh aku akan kembali ke Singapore. Aku janji tidak akan mengganggu kamu lagi. Tapi please untuk malam ini temani aku" kata Adelia dengan wajah memelas
Seno bingung harus bagaimana, Dia tahu kalau Adelia tidak punya siapa siapa di Indonesia jika bukan Dia yang mengurusi nya. Tapi sekarang semuanya berbeda. Seno telah mempunyai istri.
"Ayolah Arsen, sekali ini saja. Aku janji tidak akan mengganggu mu lagi. Aku sudah ikhlas kamu menikah dengan istri kamu" kata Adelia terkesan memakasa
Benar apa yang di katakan Adelia, Dia memang sudah berusaha untuk mengikhlaskan Seno. Adelia sadar bahwa disini Dialah yang salah karna telah meninggalkan Seno demi karirnya. Dan yang membuat Seno marah dan kecewa padanya karna Adelia tidak izin atau memberi tahu Seno kalau Dia akan pergi mengejar karirnya.
"Baiklah Lia, aku akan menunggumu malam ini" kata Seno
"Sekarang kau tidurlah, aku akan menunggumu di sofa" tambahnya lagi
Seno berjalan ke arah sofa, sebenarnya Seno sangatlah tidak tenang. Dia teringat istrinya apalagi sekarang ponselnya malah ketinggalan di kantor. Seno tidak bisa menghubungi istrinya.
......................
Faiha masih duduk di sofa menunggu suaminya pulang. Sudah pukul 10 malam tapi Seno belum juga pulang.
"Kenapa Mas Seno belum pulang ya, di telpon juga gak di angkat" Faiha hanya bisa menghembuskan nafas kasar
Karna tidak bisa menahan rasa ngantuknya akhirnya Faiha pun langsung tertidur di atas sofa.
__ADS_1
Sementara itu Seno masih mundar mandir di ruangan Adelia. Dia tidak bisa tidur karna sangat merindukan istrinya. Melihat Adelia sudah terlelap Seno pun mengambil kertas kecil dan pena yang ada di atas nakas.
Maaf Lia, aku harus pulang karna aku juga tidak mungkin tidak pulang. Istri aku pasti menunggu ku
Itulah yang Seno tulis untuk Adelia. Setelah Seno menyimpan kertas itu di atas nakas. Dia pun langsung pergi karna sangat cemas dengan istrinya.
Sesampainya di rumah Seno segera masuk ke dalam rumah menggunakan kunci cadangan. Seno melangkah ke dalam rumah dan melihat lampu ruang tamu masih menyala. Seno melirik ke arah sofa dan mrlihat Faiha tidur meringkuk di atas sofa.
Seno berjalan menghampiri istrinya dan mengelus pipi Faiha "Maafkan aku sayang"
Dengan perlahan Seno menggendong Faiha dan membawanya ke kamar mereka.
......................
Besok paginya Faiha terbangun saat perutnya kembali mual seperti biasa di pagi hari Dia selalu merasakan ini. Faiha melihat Seno yang tertidur di sampingnya sambil memeluknya. Jujur saja Faiha sangat kecewa juga merasa sedih karna semalam suaminya pergi entah kemana tanpa ada kabar apapun.
Faiha sudah selesai mandi dan shalat subuh. Dia tidak berniat membangunkan suaminya. Faiha malah pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
Seno mengerjap dan meraba tempat tidur di sebelahnya. Dirasa tempat di sebelahnya kosong Seno langsung membuka matanya lebih lebar.
"Fa..Yank.. Sayang..." teriak Seno sambil bangun dan berjalan menuju kamar mandi.
Seno segera mandi dan shalat subuh. Setelah selesai Seno pun segera turun ke bawah untuk menemui istrinya karna Seno yakin Faiha pasti di dapur.
"Sayang tumben gak bangunin aku" kata Seno sambil memeluk Faiha dari belakang
"Mas tidurnya nyenyak banget, gak tega bangunin apalagi semalem pulang larut" ada nada berbeda dari nada bicara Faiha
__ADS_1
Seno tahu istrinya sedang marah padanya. Bahkan Faiha berbicara dengan suara yang datar tidak lagi lembut seperti biasanya. Seno akan menjelaskan semuanya nanti setelah mood Faiha baikan.
Vote nya ya. Hehe 😁😁