Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Season 2 (Part 49)


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, hari ini adalah hari pernikahan Tania dan Arman. Acara ijab Qobul pun berjalan dengan lancar. Kini sepasang pengantin baru itu sedang berada di pelaminan untuk menyalami para tamu yang akan mengucapkan selamat pada mereka.


"Selamat ya Tan, Samawa selalu. " Rachel memeluk Tania


"Makasih Hel" jawab Tania


"Selamat ya Man, nikah juga lo akhirnya " kata Rachel menyalami Arman


"Makasih Hel" jawab Arman tersenyum


"Bang " Tania memeluk Riza tak terasa air mata haru pun menetes begitu saja


"Jadi istri yang baik, nurut sama suami. Sekarang adhe udah bukan tanggung jawab Abang atau Ayah lagi tapi adhe tanggung jawab suami" kata Riza mencium kening adik kesayangan nya


"Iya Bang" Tania mencium tangan Riza penuh haru


"Jaga adhe gue baik baik Man"kata Riza menepuk bahu Arman


"Siap Bang, lo percayakan adhe kesayangan lo sama gue"Arman menyalami Riza


Tak lama kemudian Seno dan Faiha pun menghampiri mereka semua.


"Selamat ya Tan, Samawa selalu. Jadi istri solehah dan menurut sama suami"Faiha memeluk Tania


"Makasih Fa, kamu juga sehat selalu sama baby nya. Kalau Bang Seno macem macem tinggalin aja Fa" kata Tania, Faiha hanya tersenyum


Seno sampai melotot melihat adiknya malah mengompori istrinya. Seandainya mereka tahu soal Adelia pasti Seno akan habis di ceramahi mereka semua.


"Iya Fa bener tuh. Hahaha"Riza tertawa bahagia sudah lama mereka tak saling mengejek


"Apaan si dhe, malah ngomporin istri abang" kata Seno


"Ya kan adhe tau gimana sifat abang, yang kalau liat cewe bening dikit matanya langsung konek" kata Tania


"Ck itukan dulu, sekarang mah nggak. Udah tobat abang" kata Seno membela diri


"Hahaha, ya udah adhe percaya ko" Tania merangkul manja tangan kakanya

__ADS_1


Seno mencium kening adiknya dan mencubit gemas hidungnya "Jadi istri yang baik. Jangan membantah suami selagi perintahnya untuk kebaikan"


"Iya Bang, terimakasih " Tania tersenyum haru


"Jagain adhe gue Man, awas kalo lo sampe buat adhe gue nangis habis lo" kata Seno


"Siap Bang, tenang aja gue bakal jagain Tania" Arman menyalami Seno


Semua adegan mengharukan itu tak lepas dari pandangan Satya dan istrinya yang sedang duduk tak jauh dari pelaminan. Mereka menatap haru pada anak anak nya yang selalu kompak dan saling menyayangi.


"Aku bahagia Mas melihat anak anak kita sudah mempunyai pasangan yang baik dan menyayangi mereka"kata Salwa dengan mata berkaca kaca


Satya menggeser kursinya agar lebih dekat dengan Salwa. Satya merangkul bahu Salwa dan mencium kepala istrinya.


"Apalagi aku sayang, aku sangat bahagia melihat anak anak kita bahagia dan juga aku sangat bahagia karna bisa memiliki istri sepertimu" kata Satya


Salwa menoleh dan tersenyum manis "Terimakasih Mas sudah mau menerimaku dulu"


Satya tersenyum dan mencium kening Salwa "Aku mencintaimu sayang"


Pasangan yang tidak muda lagi tapi keharmonisan dan keromantisan mereka membuat siapa saja iri melihatnya. Ketulusan cinta memang akan berbuah manis.


"Cieee berduaan aja nih, ingat umur Yah" goda Seno


"Biarin aja, toh Ayah masih kuat bikin adik buat kalian" kata Satya semakin mengeratkan pelukan nya


Salwa mencubit perut suaminya karna merasa gemas dan juga malu atas apa yang suaminya ucapkan di depan anak anak nya.


"Sayang sakitttt" teriak Satya


"Hahahaha" anak anaknya malah menertawakan kekonyolan orang tua mereka.


"Kalian ini malah tertawa melihat Ayah menderita" kata Satya


"Lagian Ayah sok sok an mau buat adik lagi. Riza gak mau lah, Tania aja udah cukup "kata Riza


"Iya, Ayah ini aneh" kata Seno menimpali

__ADS_1


"Jangan di dengarkan omongan Ayah kalian memang suka ngawur" kata Salwa


Rachel dan Faiha duduk di samping Salwa. Mereka mengobrol sambil sesekali tertawa. Para lelaki pun mengobrol dan mereka berkeliling menyapa rekan rekan bisnis mereka.


"Bagaimana kandungan kalian? Sehat kan" Salwa mengelus perit Rachel dan Faiha secara bergantian


"Alhamdulillah Bun, semuanya Sehat" jawab Rachel tersenyum


"Iya Bun, cuma sampai sekarang Faiha belum bisa makan nasi" keluh Faiha


Salwa tersenyum dan mengusap kembali perut Faiha "Nanti juga nggak ko. Bunda dulu juga gitu waktu hamil Riza sama Tania "


"Benarkah Bun?" tanya Rachel


Salwa tersenyum dan mengangguk


"Wahh, tapi Rachel hamilnya malah makan terus Bun" kata Rachel


"Ya gak papa, itu bagus jadi kamu gak muntah muntah kaya Faiha" kata Salwa


"Iya Hel, gak enak tau tiap pagi harus muntah"kata Faiha


"Iya si, tapi kan aku jadi gendut Fa gara gara makan terus" kata Rachel cemberut


"Hahaha, gak papa kali gendut juga yang penting Ka Riza tetap cinta sama Ka Rachel" kata Revina yang baru saja datang bersama Devan


"Ya ampun ini Re, dateng dateng langsung bikin kaget aja" kata Rachel


"Hahaha sorry Ka" Revina pun ikut bergabung dengan mereka. Sementara Devan bergabung dengan para lelaki.


"Udah ketemu sama Tania Re?" tanya Faiha


"Udah Ka, Tania cantik banget sampe sekarang masih belum nyangka kalau Ka Arman akan nikah sama Ka Tania" kata Revina


"Hahaha sama gue juga Re" jawab Rachel


"Mungkin mereka emang jodoh. Yang penting kita doain mereka biar jadi keluarga yang bahagia" kata Faiha yang di jawab anggukan mereka semua

__ADS_1


__ADS_2