
Salwa terbangun dengan tubuh yang terasa remuk. Satya benar benar menghajarnya semalam tanpa ampun. Salwa mengangkat tangan Satya yang memeluknya erat. Bukan nya lepas tapi Satya malah mengeratkan pelukan nya.
"Mau kemana sayang" suara serak khas bangun tidur
"Aku mau mandi Mas, aku belum siapin sarapan buat anak anak" kata Salwa mengusap tangan Satya yang ada di perutnya
"Sebentar lagi saja sayang" kata Satya mencium pipi Salwa
Salwa pun kembali memejamkan matanya membiarkan Satya memeluknya. Tak lama kemudian Satya pun bangun dan mengajak Salwa untuk mandi bersama. Setelah mandi mereka pun shalat subuh berjamaah. Selesai shalat subuh Salwa segera mencium punggung tangan suaminya dan Satya pun mencium kening istrinya.
"Semoga keluarga kita akan selalu harmonis seperti ini ya Sayang" kata Satya
"Aminn" Salwa tersenyum manis
Satya segera siap siap untuk berangkat ke kantor. Sementara Salwa pergi ke dapur untuk membuatkan sarapan. Tak lama kemudian kedua anaknya sudah keluar dari kamar. Riza yang sudah tampan karna sudah mandi sementara Seno masih menggunakan piyama tidur.
"Selamat pagi Bunda" Seno dan Riza segera duduk di kursi meja makan
"Pagi sayang" jawab Salwa menghampiri anaknya dengan membawa nasi goreng
Salwa mencium kedua pipi anak anak nya lalu anak anak nya mencium pipi Salwa. Seno mencium pipi Salwa sebelah kiri sementara Riza mencium pipi Salwa sebelah kanan.
"Seno belum mandi Bun, jadi bau" kata Riza meledek
"Biarin aja, aku kan belum mandi juga tetep tampan kaya Ayah gak kaya kamu" kata Seno menjulurkan lidahnya meledek
"Siapa bilang, ayah itu lebih mirip sama aku" kata Riza tidak terima
"Aku yang mirip ayah" kata Seno kekeuh
__ADS_1
"Aku"
"Aku"
Perdebatan mereka membuat Salwa menggelengkan kepala nya merasa pusing melihat anak anak nya yang terus berdebat merebutkan ayah nya.
"Sudah kalian tidak perlu bertengkar, anak anak Bunda keduanya memang sangat mirip sama Ayah" kata Salwa menengahi
"Ya udah deh Seno mirip Bunda aja" kata Seno memeluk Salwa yang berdiri di sampingnya
"Enak aja Bunda itu punya aku" Riza melepasakan tangan Seno yang melingkar di perut Bunda nya lalu Riza yang memeluk Bundanya.
"Bunda punya aku" kata Seno tak mau kalah
"Bunda itu punya ayah" kata Satya yang tiba tiba muncul dan langsung mencium pipi Salwa
"Sudah sudah, Bunda milik kalian oke" kata Salwa menengahi perdebatan mereka
"Yeayyy. Kita sayang Bunda" Seno dan Riza langsung memeluk Salwa
"Sama Ayah gak sayang?" tanya Satya pura pura kesal
"Kita juga sayang sama Ayah" ucap mereka serempak
"Sudah sudah. Kita sarapan dulu sekarang" kata Salwa
Mereka pun sarapan dengan tenang tanpa ada yang berbicara karna itulah aturan dari Salwa. Selesai sarapan anak anak kembali ke kamarnya sementara Satya bersiap untuk berangkat kerja. Salwa mengantar suaminya sampai teras depan rumah.
"Aku pergi dulu ya Sayang" Satya mencium kening istrinya
__ADS_1
"Iya Mas hati hati" Salwa mencium tangan suaminya
"Iya Sayang. Assalamualaikum " pamit Satya
"Waalaikumsalam " jawab Salwa
Satya pun masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya keluar dari gerbang rumah nya. Salwa pun langsung masuk setelah mobil suaminya keluar dari gerbang.
......................
Malam hari nya Satya pulang dengan wajah yang sangat lesu. Entah apa yang terjadi di perusahaan sehingga Satya terlihat sangat lelah.
"Assalamualaikum " Satya membuka pintu kamarnya
"Waalaikumsalam " Salwa segera menghampiri suaminya dan mengambil tas kerja lalu menaruh nya di sofa
Salwa pun membantu membuka jas dan dasi suaminya.
"Mas capek ya, mandi dulu biar aku siapkan makan malam" kata Salwa
"Iya Sayang" jawab Satya
Salwa pun segera menyiapkan air untuk mandi suaminya dan menyiapkan pakaian suaminya. Setelah itu Salwa pun segera menyiapkan makan malam.
Selesai mandi Satya segera memakaian pakaian yang di siapkan istrinya. Selesai memakai pakaian nya Satya segera menuju meja makan untuk makan malam karna memang Satya belum makan malam.
"Makan dulu Mas" Salwa menyiapkan makanan untuk suaminya
Satya mengangguk dan langsung duduk di kursi meja makan. Satya pun makan dengan tenang tapi fikiran nya melayang kemana mana. Salwa yang sedari memperhatikan suaminya menyadari bahwa suaminya sedang banyak fikiran. Tapi Salwa belum berani menanyakan nya.
__ADS_1