Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 26


__ADS_3

Pagi ini Salwa sudah siap untuk pergi ke rumah sakit. Salwa merasa bahagia saat mendapat telepon dari pihak rumah sakit kalau Syaida sudah sadar.


Salwa berjalan keluar dari kosan nya dengan penuh semangat. Tapi tiba tiba kepalanya kembali berdenyut dengan hidung yang sudah menguarkan darah kental. Salwa hanya bisa beristigfar dan berdoa supaya diberi kekuatan oleh Allah.


Salwa hampir saja tumbang ke lantai saat Dia tidak bisa menahan sakit di kepalanya. Tubuh Salwa langsung di tahan oleh Doni yang memang sudah janji akan mengantar Salwa ke rumah sakit.


"Ka kenapa?" tanya Doni panik dan membantu Salwa berdiri tegak


Salwa masih memgang kepalanya. Untung saja hidung nya sudah di bersihkan, jadi Doni tidak melihat darah itu.


"Kaka tidak papa Doni. Biasalah lagi hamil jadi pusing, mungkin karna terlalu lelah kemarin" Kata Salwa tersenyum


"Assalamualaikum " Satya yang baru datang langsung menghampiri mereka


"Wa.. Waalaikumsalam " jawab Salwa sedikit gugup pasalnya ini pertama kali Satya mengucap salam selama mereka menikah.


"Waalaikumsalam " jawab Doni ketus


"Ayo Salwa kita ke rumah sakit" ajak Satya langsung menggandeng tangan Salwa


"Gak bisa" Doni menghadang langkah Satya. Salwa pun segera melepaskan tangan nya dari Satya


"Enak aja mau berangkat sama kaka cantik aku. Dia berangkat sama aku" kata Doni tegas


"Kamu kan naik motor dan itu berbahaya buat ibu hamil" kata Satya tak mau kalah


"Apaan. Lagian Ka Salwa udah biasa naik motor sama aku kalau mau periksa kandungan. Mau apa lo?" kata Doni kesal


"Ayo ka" Doni langsung menarik tangan Salwa dan membawa nya ke motornya.


Satya tidak mau menyerah, Dia mengejar Salwa dan Doni. Satya segera menarik tangan Salwa yang satunya lagi. Sehingga kini Salwa berada di tengah tengah cowo tampan yang pada menarik tangan nya.

__ADS_1


"Lo lepasin tangan kak Salwa" teriak Doni mengeluarkan bahasa yang biasa Dia gunakan jika berbicara dengan teman kampus nya.


"Heh gue suaminya, gue berhak atas Salwa" teriak Satya tak kalah keras nya


"SETOP" teriak Salwa sambil menghempaskan tangan kedua lelaki itu yang menarik narik nya.


"Aku pergi naik angkot saja. Tidak perlu kalian antar" kata Salwa berjalan meninggalkan mereka berdua


"Tunggu Sal" teriak Satya


"Tunggu Kak" teriak Doni


Mereka mengejar Salwa sambil terus memanggil nama Salwa. Tapi sama sekali tidak di dengar oleh Salwa. Salwa berjalan menuggu angkot di pinggir jalan raya.


Tin Tin Tin


Suara klakson mobil membuat Salwa menghentikan kaki nya dan menoleh ke arah mobil itu. Salwa tersenyum karna tahu siapa pemilik mobil itu. Tanpa di suruh Salwa pun masuk ke dalam mobi itu.


"Gara gara lo Salwa jadi pergi kan" kata Satya kesal


"Biarin aja. Gue lebih suka lihat Ka Salwa sama dokter ganteng itu dari pada sama lo" kata Doni tersenyum senang


"Dokter ganteng? Apa maksud lo? Jadi yang di dalam mobil itu cowo?" tanya Satya kesal


"Ya iyalah. Emang lo fikir Ka Salwa itu gak ada yang naksir gitu. Meskipun Dia lagi hamil, tapi banyak cowo yang siap menunggu janda nya" kata Doni sengaja memanas manasi Satya


Doni ingin melihat apa benar Satya mencintai Salwa dengan tulus atau hanya sebatas rasa bersalah saja.


"Siapa bilang Salwa bakal jadi janda. Gak bakal gue biarin, sampai kapan pun Salwa akan tetap jadi bini gue. Ngerti lo" Satya pergi dengan kekesalan nya


'Sampai kapanpun gue gak bakal biarin siapaun merebut Salwa dari gue' Satya menggerutu dalam hati

__ADS_1


Doni hanya tertawa melihat kekesalan Satya. Doni merasa senang melihat wajah Satya merah padam menahan amarah.


..................


Salwa telah sampai diruangan Syaida, Salwa segera masuk dan melihat adik nya yang sedang duduk bersandar di tempat tidur. Wajah Syaida tidak terlalu pucat lagi, bibirnya kini bisa tersenyum manis ke arah sang kaka. Membuat seseorang di samping Salwa terhipnotis oleh senyuman Syaida.


"Assalamualaikum " Salwa langsung menghampiri Syaida dan memeluk nya


"Waalaikumsalam. Kaka aku kangen" Syaida menangis di pelukan kaka nya


"Kaka juga kangen sama kamu dhe. Jangan pernah seperti ini lagi. Kaka gak bisa jika liat kamu terua terbaring lemah" kata Salwa ikutan menangis haru dan bahagia


"Maafin adhe Ka. Selama ini pasti kaka tersiksa hidup sendiri. Maafin adhe yang selalu menyusahkan kaka" tangis Syaida semakin menjadi


"Kaka tidak merasa susah karna kamu dhe. Sekarang sudah yah kamu jangan menangis lagi. Yang penting sekarang kita bersyukur pada Allah karna masih memberimu kesembuhan" kata Salwa


Salwa dan Syaida pun melepas pelukan nya dan saling menghapus air mata. Tatapan Syaida beradu beberapa detik dengan dokter tampan itu.


"Hallo Syaida. Perkenalkan saya dokter Gionino Marquez dan saya dokter yang menangani kamu" Gio berjalan dan mengulurkan tangan nya pada Syaida


"Dinda Nur Syaida. Teriama kasih dokter sudah merawat saya selama ini" Syaida menjabat tangan Gio dan tersenyum tulus


'Gak kalah manis sama kaka nya' batin Gio


Brakk


Pintu di buka dengan kasar oleh Satya yang berlomba masuk ke ruangan Syaida bersama Doni.


"Elo" Satya menunjuk Gio


"Lah lo ngapain disini Bang?" tanya Gio kaget

__ADS_1


__ADS_2