
Oke semuanya sekarang dan bab selanjutnya mungkin akan bercerita tentang Devan dan Revina dulu ya. Tapi tetap akan terselip cerita rumah tangga RR, SF dan AT.
Semoga suka 🤗🤗
......................
Devan sedang memeriksa beberapa berkas laporan perkembangan rumah sakit milik keluarganya. Sesekali Dia membenarkan kacamata minus yang sedikit melorot. Devan masih fokus pada beberapa berkas. Dia melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya.
Devan langsung mengambil pinsel dan menlpon kekasihnya.
"Assalamualaikum "
Devan tersenyum saat mendengar suara lembut kekasihnya "Waalaikumsalam. Sayang kamu udah pulang?"
"Udah Yank, ini baru aja keluar"
"Maaf ya aku gak bisa jemput. Hari ini banyak kerjaan. Kamu mau gak dateng ke rumah sakit aku"
"Hmmmm. Ya udah gak papa. Nanti aku ke sana sekalian bawa makan siang ya"
Devan kembali tersenyum "Oke sayang, di tunggu ya aku kangen banget sama kamu"
"Iya, aku pulang dulu ya taxi nya udah dateng ni. Assalamualaikum "
"Iya sayang, hati hati. Waalaikumsalam "
Memang sudah beberapa hari ini Devan sangat di sibukan dengan laporan tahunan rumah sakit. Jadi Dia sangat jarang bertemu dengan kekasihnya.
Revina yang juga di sibukan dengan kuliahnya. Apalagi sebulan lagi Dia lulus. Semakin sedikit waktu mereka untuk bertemu. Hanya lewat video call saja mereka saling melepas rindu satu sama lain.
Tok tok tok
Devan mengangkat wajahnya yang sedang fokus pada berkas berkas dan layar laptop di depan nya melihat ke arah pintu yang diketuk.
"Masuk" Devan menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi
__ADS_1
"Permisi Dok" Dokter wanita cantik masuk dan menghampiri meja kerja Devan.
"Ada apa dokter Lisa?" tanya Devan
"Ini dok, saya ingin memberikan laporan untuk pasien yang mengidap penyakit leukimia. Tapi sekarang keluarga pasien meminta untuk menghentikan perawatan pada anaknya karna kekurangan biaya" jelas dokter Lisa
Devan menghela nafas panjang, Dia berdiri dan berjalan ke arah sofa lalu duduk di sana.
Lisa berjalan mendekat ke arah Devan "Jadi apa yang harus kita lakukan dok?"
"Jangan hentikan pengobatan nya, biar saya yang tanggung semua biayanya" jelas Devan
'Ternyata memang benar kalau anak dari pemilik rumah sakit ini sangat baik aslinya. Di balik sikap cuek dan dingin nya ternyata Dia mempunyai hati yang sangat baik dan peduli pada sesama' Lisa
"Dokter Lisa" Devan melambaikan tangan nya di depan wajah Lisa karna melihat Lisa malah melamun
"Ehh i..iya Dok" kata Lisa gelagapan
"Ko malah bengong, sudah kau pergi dan katakan pada keluarga pasien kalau biaya nya saya yang menanggung" kata Devan
"Ehh iya Dok, saya permisi"
Ceklek
Revina diam mematung melihat adegan di depan matanya. Devan dan Lisa belum menyadari kedatangan Revina.
"Ekhem"
Revina berjalan santai ke arah mereka dan menyimpan makan siang yang di bawanya di atas meja.
Devan tersentak kaget saat mendengar suara yang sangat di kenalinya. Dia segera mendorong tubuh Lisa yang menimpa tubuhnya.
"Maaf Dok saya tidak sengaja " ucap Lisa berdiri dan merapikan pakaiannya
"Dokter Lisa keluar saja, saya ada urusan sama pacar saya" kata Devan
__ADS_1
Deg
'Jadi Dokter Devan sudah punya pacar. Aduhh kenapa hatiku sakit mendengarnya'
"Baik Dok, saya permisi. Sekali lagi saya minta maaf" kata Lisa mengangguk hormat pada Devan dab juga Revina yang masih berdiri berdandar di meja kerja Devan sambil bersidekap dada.
Setelah Lisa keluar, Devan langsung mendekati Revina yang masih dengan posisi semula. Revina terlihat santai meski dadanya terasa bergejolak menahan api cemburu.
"Yank aku bisa jelasin, semuanya tidak seperti apa yang kamu fikirkan" kata Devan
"Emang apa yang aku fikirkan?" kata Revina sesantai mungkin tapi tatapan nya sudah sangat tajam
Devan menelan salivnya dengan susah payah. Tatapan Revina benar benar sangat menakutkan.
'Sial benar kata Seno kalau cewe lagi cemburu benar benar menakutkan' Devan
"Sayang, tadi itu dokter Lisa tidak sengaja tersandung jadi Dia jatuh menimpa ku" jelas Devan
"Hmmm" hanya itu yang keluar dari mulut Revina
"Sayannng" Devan meraih tangan Revina dan menggenggam nya
"Percayalah cuma kamu yang aku cintai" Devan mencium tangan Revina
"Semuanya benar benar tidak sengaja sayang, Dokter Lisa yang tersandung dan terjatuh menimpa tubuhku" kata Devan lagi
"Ekhem, tapi kamu senangkan di peluk peluk sama dokter cantik dan seksi kaya Dia" kata Revina sudah tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya
Devan menggeleng cepat "Tidak Sayang, mana mungkin aku seneng. Kalau di peluk kamu aku baru seneng "
"Dih gombal nya bisa banget, udah kaya Ka Seno aja" Revina memalingkan wajahnya yang menahan senyum
"Gak gombal sayang, aku serius. Sini dong peluk, gak kangen apa sama aku" Devan merentangkan tangan nya
Revina berjalan perlahan dan langsung memeluk tubuh laki laki yang telah mengisi relung hatinya. Devan mendekap tubuh ramping Revina dan mencium puncak kepala Revina yang tertutup hijab.
__ADS_1
"Jangan marah lagi, percayalah cuma kamu yang ada di hatiku" kata Devan lembut
"Hmmm" Revina hanya mengangguk dalam pelukan Devan yang terasa sangat nyaman.