
Faiha duduk termenung di tempat tidur. Tangan nya mengusap lembut pada perutnya yang masih rata. Fikiran nya kembali pada beberapa jam yang lalu. Sebuah pesan masuk ke ponselnya dari nomor yang tidak di kenal.
Seno adalah milik ku. Sampai kapan pun kau tidak akan pernah bisa bahagia di atas penderitaan ku.
Sebuah pesan yang membuatnya bingung dan juga takut. Takut kalau orang itu akan berniat jahat padanya dan calon bayinya. Apalagi sekarang sudah hampir pukul 10 malam tapi suaminya belum juga pulang membuatnya semakin gelisah.
"Kemana kamu Mas" gumam Faiha seraya memejamkan matanya membuat air mata lolos meluncur di pipinya.
Faiha beranjak dari tempat tidurnya dan turun ke lantai bawah. Faiha duduk di sofa ruang tamu untuk menunggu suaminya. Di telpon pun tak pernah di angkat. Tak terhirung sudah berapa kali Faiha mencoba menghubungi suaminya. Tapi hasilnya tetap sama tidak di angkat.
Tepat pukul 12 malam Seno baru pulang dari kantor dengan keadaan yang sedikit kacau. Entah apa yang terjadi dengan nya. Seno berjalan masuk ke dalam rumah dan langsung mendapati istrinya yang terlelap di sofa dengan posisi duduk.
"Kamu pasti menungguku, maafkan aku sayang"
Seno mencium kening istrinya lalu dengan perlahan Dia menggendong istrinya dan membawa nya ke kamar mereka.
Seno merebahkan tubuh istrinya di tempat tidur dengan perlahan agar istrinya tidak terbangun. Seno menyelimuti Faiha sampai ke pinggang lalu Dia berjalan ke kamar mandi.
......................
Besok pagi Faiha terbangun sebelum subuh. Dia melihat suaminya sudah berada di sampingny dan memeluk tubuhnya. Faiha mengangkat perlahan tangan suaminya yang melingkar di perutnya.
Faiha masuk ke kamar mandi karna perutnya kembali mual. Seperti biasa Dia selalu mengalami morningsick di pagi hari.
Seno mengerjapkan matanya berkali kali. Melirik ke arah jam dinding yang baru menunjukkan pukul 4 dini hari. Seno mendengar suara istrinya dari kamar mandi.
"Muntah lagi" gumam Seno segera beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi menyusul istrinya.
"Mual lagi Yank" Seno memijat tengkuk Faiha dengan lembut
__ADS_1
"Sudah?" kata Seno saat melihat Faiha sudah mencuci mulutnya dan membasuh wajahnya.
Faiha hanya mengangguk lemah, wajahnya terlihat sangat pucat. Seno pun memapah istrinya kembali ke dalam kamar.
"Tidur lagi aja Yank" kata Seno mencium kening istrinya
"Gak ngantuk Mas, lagian juga sebentar lagi subuh" kata Faiha yang masih duduk menyandar di tempat tidur
Seno hanya mengangguk lalu naik ke atas tempat tidur dan duduk di samping Faiha. Menarik istrinya ke dalam pelukan nya. Seno mencium puncak kepala Faiha.
"Mas semalem pulang jam berapa?" tanya Faiha
"Jam 12 sayang. Maaf ya sayang karna gak hubungin kamu. Kemarin aku banyak kerjaan jadi lembur" kata Seno
"Hmmm" Faiha hanya mengangguk
Keduanya kembali diam, Seno masig sibuk mengelus rambut istrinya dan mencium kepala istrinya. Sementara Faiha masih sibuk dengan fikiran nya.
Faiha mendongak menatap wajah suaminya "Gak ada apa apa ko Mas"
"Bener?" Seno meatap curiga pada istrinya
Faiha hanya mengangguk 'Aku tidak akan termakan hanya dengan pesan tidak jelas itu Mas. Aku percaya sama kamu'
Kini mereka telah berada di meja makan untuk sarapan. Faiha hanya memakan biskuit saja dan susu ibu hamil. Karna Dia belum bisa memakan makanan berat.
Selesai sarapan Faiha mengantar suaminya sampai ke depan rumah. Seperti biasa Faiha akan mencium tangan suaminya dan Seno akan mencium kening, pipi dan bibir istrinya.
"Baik baik di rumah, jangan terlalau kecapean. Assalamualaikum " pamit Seno
__ADS_1
Faiha mengangguk "Waalaikumsalam "
Setelah mobil suaminya keluar dari gerbang rumah nya. Faiha pun kembali masuk ke dalam rumah.
Baru saja Faiha akan duduk di sofa tapi sudah terdengar suara bel. Faiha pun kembali berjalan ke arah pintu dan membukanya.
"Maaf mencari siapa mbak?"tanya Faiha ramah
Orang itu tak menjawab bahkan tidak berbalik ke arah Faiha. Membuat Faiha mengerutkan keningnya.
'Aneh, bertamu tapi membelakangi tuan rumah seperti ini siapa si sebenarnya' Faiha
"Maaf mbak ada perlu apa ya ke rumah saya?" tanya Faiha lagi
Wanita itu berbalik dan tersenyum sinis pada Faiha.
"Kamu" kata Faiha membelalakan matanya.
......................
Ditempat lain Seno sedang membaca beberap berkas di meja kerjanya sebelum Dia tanda tangani. Seno mengusap wajah kasar karna tidak bisa fokus pada pekerjaan.
"Bagaimana kalau Adelia benar benar menemui Faiha. Arghhhh kenapa Dia harus balik si? Setelah menyakiti gue Dia kembali lagi tanpa ada rasa bersalah sedikit pun. "Gumam Seno sambil menjambak rambutnya
Seno membuka laci meja kerjanya dan mengambil sebuah figura foto. Menata foto itu dengan mata berkaca kaca.
"Lo tahu? Gue berubah jadi pemain wanita semuanya gara gara lo. Kenapa lo harus kembali di saat gue udah mulai lupain lo. Kenapa dulu lo pergi ninggalin gue di saat gue bener bener sayang dan cinta sama lo. Kenapa hah? Kenapa?"
Seno berkata dengan foto itu seolah dirinya sedang berbicara langsung pada orang yang ada di foto itu.
__ADS_1
Jangan lupa Like, komen dan Vote yang banyak 🤗🤗🤗