Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 84


__ADS_3

Gisel keluar dari mobil nya dan langsung masuk ke dalam rumah sang kaka. Gisel berjalan gontai saat masuk ke rumah kakanya.


"Assalamualaikum " kata Gisel sambil berjalan ke arah Syaida dan Gio yang sedang duduk di sofa


"Waalaikumsalam" Syaida dan Gio menoleh bersamaan ke arah Gisel


"Gisel kamu kesini. Apa kabar? Sudah lama gak kesini " Syaida berdiri dan berjalan ke arah Gisel dan memeluknya


"Iya Sya, aku sibuk akhir akhir ini banyak job" kata Gisel membalas pelukan Syaida


"Ayo duduk, ada apa kamu datang kesini? Apa ada masalah?" Syaida pun mengajak Gisel untuk duduk di sofa


"Sebenarnya ada yang mau aku bicarakan sama kalian" kata Gisel membuka pembicaraan di antara mereka


"Apa?" tanya Gio penasaran


Gisel diam mencoba mencari kata kata yang pas untuk menyampaikan niatnya pada kakanya itu.


"Apa yang ingin kamu bicarakan Gisel?" tanya Syaida yang juga penasaran


"Aku kesini sebenarnya di suruh Doni buat kasih tahu Syaida kalau minggu depan Dia akan melakukan lamaran sama Sella kekasihnya." jelas Gisel tersenyum tegar


"Terus kenapa gak Doni langsung yang kesini bicara sama kita?" tanya Gio


"Karna Doni sibuk dan Dia juga akan memberi tahu Ka Salwa nanti malam" jelas Gisel


Gio hanya mangut mangut mengerti, sementara Syaida hanya diam sambil menatap wajah Gisel. Meskipun Gisel mencoba tersenyum tegar , tapi Syaida tentu tahu ada kesedihan di wajah Gisel karna Dia tahu kalau Gisel menyukai Doni terlihat dari tatapan nya saat melihat Doni.


"Doni pengen kalau kalian bisa ikut serta dalam acara lamaran nya" kata Gisel lagi


"Kita pasti usahakan datang" jawab Gio singkat


"Gisel aku mau bicara sebentar sama kamu, ayo kita ke kamar kamu. Kamu juga udah lama kan gak ke kamar kamu itu" kata Syaida

__ADS_1


Gisel hanya mengangguk dan mengikuti langkah Syaida menuju kamar yang dulu sering Dia tempati.


Syaida dan Gisel duduk di tempat tidur dengan kaki bersila dan saling berhadapan. Untuk beberapa saat keduanya masih diam belum ada yang memulai bicara.


"Kamu gak papa kan Gisel?" tanya Syaida


Gisel terkejut dengan pertanyaan Syaida


"Aku baik baik saja. Kenapa kamu menanyakan itu?" tanya Gisel tak mengerti


"Sudah lah Gisel, kamu tidak bisa membohingi ku. Aku tahu kalau dalam keadaan yang tidak baik baik saja" kata Syaida


"Aku tahu kau mencintai Doni" kata Syaida lirih


Gisel hanya diam tidak tahu harus berkata apa? Tak terasa setetes air mata menetes ke pipinya. Gisel pun segera menghapus nya dengan kasar.


"Aku bingung harus apa Sya? Aku sudah mencoba menghilangkan perasaan ini Sya. Tapi semakin lama rasa cintaku pada Doni malah semakin besar dan dalam" Gisel mengeluarkan keluh kesahnya pada Syaida


Tangis Gisel pun pecah di dalam pelukan Syaida. Gisel menumpahkan segala sesak di dadanya. Gisel menangis sepuasnya di pelukan Syaida sampai semua rasa sesak di dadanya sedikit plong.


"Aku capek Sya, cape jika aku harus terus terusan menjalani cinta sendiri" kata Gisel di sela tangisnya


"Aku tahu Sel, kamu yang sabar ya" kata Syaida mengelus punggung Gisel yang bergetar


"Sya kayanya aku akan kembali ke Amerika saat acara lamaran Doni selesai. Aku akan memulai hidup baru di sana" Gisel melepas pelukan nya dan menatap wajah Syaida


"Aku akan mendukung apa yang menurutmu baik Sel. Kamu jangan merasa sendiri karna ada kita di sisi kamu" kata Syaida menghapus sisa air mata Gisel


"Terimakasih Sya" Gisel dan Syaida kembali berpelukan


......................


Salwa sudah berada di kantor suaminya. Para karyawan Satya menyambut nya dengan ramah. Saat ini Salwa sedang duduk di sofa sambil membaca buku tentang kisah para nabi.

__ADS_1


Sementara Satya sedang sibuk dengan pekerjaan nya. Sesekali Satya melirik istrinya yang sedang fokus membaca buku dan sesekali mengelus perutnya sendiri.


Ponsel Satya berdering mengalihkan pandangan Satya yang sedang menatap laptopnya langsung beralih pada ponsel yang tergeletak di meja kerjanya.


Satya mengerutkan keningnya saat melihat siapa yang menelpon nya. Dengan ragu ragu Satya mengangkat telpon itu.


"Hallo"


"Maaf Tuan Satya, saya mau memberi tahukan kalau tahanan yang bernama Bella terpaksa kami masukan ke rumah sakit jiwa karna Dia sudah beberapa kali membahayakan tahanan yang lain"


Satya tersenyum licik " Lakukan saja yang terbaik dan jangan pernah hubungi saya lagi jika menyangkut tentang Dia. Saya sudah tidak mau ikut campur semua yang bersangkutan dengan Dia. Mengerti"


"Ba... Baik Tuan. Kalu gitu saya tutup dulu telpon nya "


"Hmmm"


"Siapa Mas?" Salwa berjalan ke arah suaminya


"Bukan siapa siapa sayang, biasa cuma rekan kerja" kata Satya tersenyum


"Sini" Satya mengulurkan tangan nya sambil tangan satunya lagi menepuk pahanya


Salwa tersenyum dan menerima uluran tangan suaminya lalu Salwa pun duduk di pangkuan suaminya. Salwa sudah terbiasa dengan posisi ini karna Satya dan Salwa sering duduk seperti ini jika sedang berdua.


"Kamu cantik banget sayang" Satya mengelus pipi Salwa dengan sangat lembut


Salwa hanya tersenyum dan mengusap kepala Satya lalu mencium kening suaminya itu membuat Satya kegirangan.


"I Love You " bisik Satya di telinga Salwa


"I Love You too" Salwa tersenyum manis


Satya sudah tidak tahan lagi melihat bibir merah muda alami milik Salwa. Satya pun mencium bibir Salwa dengan penuh kelembuatan. Salwa pun mulai membalas ciuman Satya. Mereka berciuman dengan sangat lembut dengan penuh rasa cinta di hati keduanya.

__ADS_1


__ADS_2