
Hari ini adalah hari weekend, jadi Seno tidak berangkat ke kampus. Dia sedang berleha leha di atas tempat tidur. Tapi tiba tiba Dia teringat dengan gadia buta yang beberapa waktu lalu bertemu dengan nya.
"Kenapa gue jadi ingat sama Faiha ya" gumam Seno
Seno pun beranjak dari tempat tidur nya lalu mengambil jaket dan kunci mobilnya. Hari ini Dia akan jalan jalan.
Seno melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Bibirnya tak berhenti tersenyum. Tak lama kemudian Seno pun sudah sampai di depan gang kecil itu. Saat Dia akan keluar Dia melihat seorang ibu ibu yang sedang marah marah pada seseorang yang terduduk di jalan.
"Ada apa ini?" tanya Seno berjalan ke arah ibu ibu itu
"Ya ampun Faiha" Seno tersentak kaget saat melihat gadis yang sedang di maki ibu ibu itu adalah Faiha
"Sen..Seno" kata Faiha gemetar
"Ada apa ini Bu?" tanya Seno menatap tajam pada ibu itu
"Gadis buta ini sudah menabrak saya dan membuat baju saya yang mahal ini kotor terkena kue murahan nya itu" kata ibu itu emosi
"Maafkan saya Bu" kata Faiha menunduk
"Emang berapa si harga baju ibu? Biar saya ganti" kataSeno
"500 ribu" kata ibu itu dengan mengankat sebelah tangan nya
"Baiklah" Seno merogoh saku celana nya dan mengambil dompet lalu mengeluarkan uang sebesar sati juta pada ibu itu.
"Cukupkan" kata Seno
"Cukup, terimakasih Tuan. Lail kali hati hatilah kalau berjalan Faiha" kata ibu itu langsung pergi setelah menerima uang dari Seno
__ADS_1
"Kamu tidak papa" Seno membantu berdiri dan membersihkan tangan nya
Faiha mengangguk "Terimakasih sudah membantu ku"
"Tangan mu terluka, ayo biar aku obati" Seno memapah Faiha menuju mobilnya untuk mengambil kotak obat
"Apa ibu tadi mendorongmu sangat kuat sampai tangan mu lecet kaya gini" kata Seno sambil menerapkan plester di telapak tangan Faiha
Deg
'Ada apa dengan jantungku. Kenapa aku merasa nyaman saat di dekan Seno' Faiha
"Gak papa ko, cuma luka kecil" jawab Faiha tersenyum
'Manisnya' Seno menatap kagum pada Faiha yang sedang tersenyum
"Kalau begitu saya pamit dulu ya Seno" kata Faiha
Faiha menggeleng "Tidak perlu, saya bisa pulang sendiri"
"Baiklah, hati hati ya. Nanti kapan kapan aku akan main ke rumah mu" kata Seno
Faiha tersenyum sambil membawa tempat kuenya dan mulai menggerak kan tingkat nya.
"Assalamualaikum " pamit Faiha
"Waalaikumsalam " Seno menatap panggung Faiha yang sudah menjauh.
Seno pun memilih masuk ke dalam mobilnya dan melajukan nya menuju apartemen. Sudah cukup puas jalan jalan nya hari ini. Karna Dia sudah bertemu dengan wanita yang selama ini sudah merusak fokusnya.
__ADS_1
......................
Di tempat lain Rachel sedang bersama Riza di salah satu mal. Hari weekend mereka habiskan untuk jalan jalan mengelilingi mal seperti pasangan muda mudi yang lainnya.
Rachel lebih banyak diam hari ini, Riza pun bingung ada apa dengan kekasihnya itu. Rachel yang biasanya cerewet kini menjadi pendiam.
"Dear kamu kenapa?"tanya Riza mengusap kepala Rachel yang tertutup hijab
Rachel menggeleng "Gak papa ko"
Riza meraih dagu Rachel untuk menatap nya "Ada apa hmm?"
Rachel memeluk Riza dan tiba tiba menangis di pelukan laki laki itu. Riza kaget mendengar isak tangis Rachel.
"Dear kenapa hey?" tanya Riza bingung
Rachel tidak menjawab, Dia makin terisak di pelukan Riza. Riza pun membawa Rachel ke mobilnya karna tidak nyaman terus menjadi perhatian semua orang yang ada disana.
"Kenapa? cerita sama aku" kata Riza kini mereka sudah berada di dalam mobilnya
Rachel melepas pelukan nya dan menghapus air matanya.
"Gak tau kenapa aku teringat adhe dan kedua orang tuaku" jawab Rachel lirih
Riza kembali memeluk Rachel "Sudah ya jangan sedih lagi. Kamu sekarang udah punya aku, kalau ada apa apa cerita sama aku oke"
Rachel hanya mengangguk dan mengeratkan pelukan nya pada Riza. Pelukan yang terasa nyaman dan menenangkan bagi Rachel.
Setelah cukup tenang Riza pun melepaskan pelukan nya dan sekarang Dia melajukan mobilnya menuju rumahnya.
__ADS_1
'Ternyata kau juga sangat rapuh Dear. Selama ini kamu hanya pura pura tegar di depan banyak orang. Aku berjanji akan membuat mu bahagia Dear' Riza
'Terimakasih sudah berada di sampingku Dear' Rachel menatap Riza dengan tatapan penuh kasih sayang.