Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Season 2 (Part 54)


__ADS_3

Revina masih menunjukan sikap kesal nya pada sang kekasih. Dia hanya menjawab sekenanya jika Devan bertanya. Jujur saja Dia sangat kesal melihat kekasihnya berpelukan dengan wanita lain meskipun tidak di sengaja.


"Yank ko masih cemberut aja sih? Aku kan udah minta maaf" kata Devan menatap Revina yang duduk di sebelahnya


"Hmmm" dari tadi Revina hanya menjawab itu saja


"Yank, maafin aku dong. Aku kan udah jelasin kalau tadi itu tidak sengaja" Devan meraih tangan Revina dan menggenggam nya


"Iya gak sengaja, tapi kamu suka kan di peluk peluk sama cewe lain" kata Revina mendengus kesal


"Sayang, nggak ih. Mana ada aku seneng aku kan tadi udah mencoba menghindar" kilah Devan


Revina melirik tajam pada Devan "Menghindar apaan pasrah gitu"


"Nggak ih Yank, udah dong marah nya" Devan masih berusaha merayu Revina


"Oke, tapi janji gak gitu lagi" Revina menatap serius pada Devan


Devan mengangguk cepat "Iya janji"


"Udah dong jangan cemberut terus, aku kan jadi pengen cium kamu" goda Devan sambil tersenyum penuh arti


"Jangan mesum, belum halal" kata Revina ketus


"Iya tau, makanya kapan dong aku bisa halalin kamu?" kata Devan serius


Revina membenarkan posisi duduknya dan menghadap ke arah Devan "Sebulan lagi kan aku wisuda, jadi kamu boleh halalin aku setelah aku wisuda"


"Hah? Serius?" kata Devan seolah tak percaya dengan apa yang di dengannya barusan


Revina mengangguk dan tersenyum manis. Devan segera meraih tubuh Revina ke dalam pelukan nya. Devan mendekap erat wanita yang berhasil mendapatkan hatinya.

__ADS_1


......................


Faiha duduk di pinggir tempat tidur sambil mengelus perutnya yang mulai membuncit itu. Sesekali bibirnya tersenyum ketika mengingat kalau Dia akan segera menjadi seorang ibu. Impian semua wanita di dunia ini.


"Assalamualaikum " Seno masuk ke dalam kamar dan menghampiri istri tercintanya


Faiha tersadar dari lamunannya dan menoleh ke arah Seno "Waalaikumsalam. Loh Mas udah pulang, maaf ya gak nungguin di bawah"


Seno tersenyum lalu mencium kening istrinya "Gak papa sayang"


"Ya udah Mas mandi dulu sana. Aku akan siapkan makan malam" kata Faiha seraya membantu suaminya melepas jas dan kemeja yang di kenakan suaminya.


"Iya sayang" Seno kembali mencium kening istrinya dan mengelus perut sang istri


Faiha pun berjalan ke luar kamar dan turun ke bawah untuk menyiapkan makan malam. Faiha menata semua makanan yang telah di masaknya. Saat Faiha masih saja sibuk menata makan malam tiba tiba ponsel nya berdering.


'Nomor siapa ini'


"Hallo, Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam. Apa benar ini dengan Faiha Laila Fitri?"


Faiha mengerutkan keningnya ketika seseorang di sebrang sana mengetahui nama lengkapnya.


"Iya, ini dengan siapa ya?"


"Saya Lisa mbak, saya dokter dari Marquez hospital. Maaf jika saya mengganggu mbak. Tapi saya baru tahu sekarang kalau pasien yang sedang saya tangani mengatakan kalau Dia mempunyai anak yaitu mbak"


Kerutan di kening Faiha semakin dalam. Pasalnya Dia tidak tahu apa yang di maksud dengan dokter Lisa itu.


"Maksud dokter apa ya?"

__ADS_1


"Begini mbak, ada korban kecelakaan yang sudah seminggu ini mengalami koma. Dan keadaan nya sangat kritis sekarang. Dia hanya mengatakan ingin bertemu dengan Faiha"


Deg


Apa yang sebenarnya terjadi? Apa mungkin Dia ayahnya Faiha? Entahlah untuk saat ini Faiha tidak mau menebak apa apa dulu.


"Maksud dokter apa? Kenapa pasien anda mengetahui tentang saya?"


"Entahlah, lebih baik mbak kesini dulu. Yang jelas saya mendapatkan nomor ponsel anda dari pasien dan Dia hanya ingin bertemu dengan mbak"


"Baiklah dokter nanti saya kesana"


Setelah panggilan telpon terputus, Faiha kembali termenung dengan apa yang baru saja Dia dengar dari dokter Lisa.


"Ada apa sayang?" Seno sudah memeluk Faiha dari belakang


"Aku harus ke rumah sakit Mas" kata Faiha sambil mengusap tangan Seno yang melingkar di perutnya


Seno langsung cemas bercampur panik. Dia membalikan tubuh Faiha dan menatap wajah Faiha yang sedikit pucat.


"Apa kamu sakin sayang? Ya udah ayo kita pergi ke rumah sakit sekarang" kata Seno khawatir


Faiha menggeleng lemah "Tidak Mas, aku tidak papa. Tapi...."


"Tapi apa?" tanya Seno


Faiha menghela nafas lalu Dia pun menceritakan semuanya. Tentang Dia yang mendapat telpon dari seorang dokter dan mengatakan kalau pasien nya ingin bertemu dengan nya.


"Sayang, kamu jangan banyak fikiran dulu. Biar nanti kita pastikan dulu oke. Sekarang kita makan dulu" kata Seno mencoba menenangkan istrinya


Seno tidak mau sampai istrinya setres karna terlalu banyak fikiran. Apalagi Dia juga sedang hamil anak nya.

__ADS_1


Kabar baik, saya akan merilis novel baru tentang kehidupan anaknya Seno setelah siapa Faiha yang sebenarnya terungkap. Tapi saya akan menyelesaikan novel ini dulu. Semoga suka 🤗🤗😘😘


__ADS_2