Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 42


__ADS_3

Syaida berjalan bergandengan tangan bersama suaminya. Syaida dan Gio berjalan menuju ruangan Salwa. Gio baru saja mendapat chat dari Satya kalau Salwa sudah sadar. Tentu saja itu membuat Syaida bahagia. Meskipun hatinya masih sakit oleh ucapan ayah nya. Tapi Syaida tidak mau memperlihatkan wajah sedih nya di depan sang kaka.


Ceklek


"Assalamualaikum " Syaida dan Gio langsung masuk


"Waalaikumsalam " jawab Satya dan Salwa


Syaida langsung berjalan cepat dan memeluk kaka nya. Air mata haru dan bahagia tak bisa di bendung nya lagi. Begitu pun dengan Salwa.


"Kaka jangan tinggalin adhe, kita sudah tidak punya siapa siapa lagi kak. Kita hanya bisa saling melindungi dan saling menyayangi" kata Syaida menangis di pelukan Salwa


"Kenapa adhe tiba tiba ngomong gitu? Kita emang saudara kan? Pasti nya kita akan selalu saling menyayangi dan melindungi sayang" Salwa mengusap kepala adiknya yang tertutup hijab


Syaida tidak menjawab, sebenarnya Dia ingin sekali bercerita tentang ayah nya yang dengan tega meminta bayaran saat harus jadi pendonor untuk Salwa. Tapi Syaida tidak mau membuat kaka nya semakin sedih.


"Adhe hanya takut kaka bakal ninggalin adhe seperti Ibu... Hiks Hiks" Syaida menangis sesenggukan


Salwa yang mendengar ucapan adhe nya pun ikut meneteskan air mata. Salwa masih teringat bagaimana pesan sang Ibu sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


Jaga adhe kamu baik baik Salwa. Lindungi Dia dari Bapak mu. Jangan lupa untuk shalat.


Itulah kata terakhir sang Ibu. Setelah kepergian Ibu nya Salwa dan Syaida mengalami hal hal yang tidak mereka duga. Rumah Ibunya yang di jual dan uang nya di bawa kabur oleh Ayah mereka. Dan sampai suatu hari ayah nya datang dan akan menjual Salwa pada rentenir tua untuk jadi penebus hutang ayahnya. Untung saja Salwa dan Syaida segera kabur ke kota A waktu itu.


"Kaka tidak bisa mengubah takdir Nya. Jika Allah menginginkan kaka menghadap nya, maka kaka atau siapapun tak bisa menghalangi nya. Tapi sekarang kaka bersyukur karna Allah masih memberi kaka hidup setelah apa yang kaka lalui" Salwa mencoba menenangkan adiknya yang masih memeluk nya


"Adhe bukan harus menangis, tapi berdoalah supaya kita semua di beri umur panjang sehingga kita bisa bersama sama selamanya" Salwa masih mencoba menenangkan adiknya

__ADS_1


Syaida pun melepas pelukan nya dan menghapus air matanya. Syaida mencium tangan kaka nya.


"Hanya kaka yang bisa menuntun Syaida pada kebaikan" ucap Syaida setelah mencium tangan kakanya


"Karna kaka yang di titipkan oleh Ibu untuk menjaga kamu dan mendidik kamu supaya menjadi wanita solehah" kata Salwa tersenyum dan menghapus air mata yang lolos begitu saja di pipi nya


"Dan kamu berhasil Salwa. Syaida telah menjadi wanita solehah" Gio yang dari tadi hanya diam menyimak obrolan kedua kaka beradik yang membuat Gio dan Satya terharu dengan ketulusan mereka.


Salwa menoleh ke arah Gio dan tersenyum sembari menghapus sisa air matanya.


"Terimakasih telah menjaga adik saya dokter Gio" kata Salwa tulus


"Tidak perlu sungkan Salwa. Kita sekarang adalah saudara" Gio tersenyum tulus


Salwa hanya tersenyum lalu mengangguk. Syaida menatap kaka nya penuh kasih sayang. Tak pernah terfikirkan oleh Syaida jika kaka nya harus pergi meninggalkan nya. Syaida pasti akan hancur.


"Tapi aku masih mau sama kaka" Syaida merebahkan kepalanya di pangkuan sang kaka. Posisi Syaida yang sedang duduk di kursi samping ranjang pasien.


"Kenapa kamu manja sekali dhe? Malu lah sama suami kamu. Besok kan kamu bisa kesini lagi" Salwa mengusap kepala adiknya


"Iya dhe kamu sama Gio pulang aja. Kaka mu biar Kak Satya yang menjaga nya" kata Satya


"Baiklah, adhe pulang dulu ya kak" Syaida menyalami Salwa dan Satya bergantian


"Iya dhe hati hati ya" kata Salwa lembut


"Assalamualaikum " Syaida dan Gio pun berjalan keluar ruangan

__ADS_1


"Waalaikumsalam " jawab Salwa dan Satya


Satya berjalan ke arah Salwa lalau Dia duduk di kursi samping ranjang pasien. Satya menatap Salwa dalam membuat Salwa menjadi bingung dan salah tingkah di tatap seperti itu oleh Satya.


"Apakah kau mencintaiku?" tanya Satya tiba tiba


Salwa menarik nafas nya dalam lalu menghembuskan.


"Aku akan mencintai suamiku dengan sepenuh hatiku dan aku mencintai suamiku karna Allah"kata Salwa tersenyum


Satya diam dengan segala penyesalan nya. Satya benar benar menyesal telah menyia nyia kan wanita sebaik Salwa. Betapa bodoh nya Dia selama ini memilih Bella yang bahkan tidak mencintai nya denga tulus dan malah menyia nyiakan Salwa yang mencintai nya dengan tulus.


"Apa kamu mau memulai dari awal bersamaku, bersama anak kita?" tanya Satya memohon


Salwa diam dengan segala fikiran nya. Apakah Satya benar benar sudah berubah? Apakah suaminya tidak akan menyakiti nya lagi? semua pertanyaan itu memenuhi fikiran Salwa.


"Aku janji Salwa, aku tidak akan menyakiti mu lagi. Aku mohon berilah kesempatan untuk aku menebus semua kesalahan ku dulu. Semua demi anak kita" Satya menggenggam tangan Salwa


Salwa menghembuskan nafas beratnya dengan segenap perasaan nya Salwa mengangguk kan kepalanya. Salwa akan mencoba membuka lembaran baru dengan keluarga kecilnya. Salwa akan memberi Satya kesempatan dan ini demi anak mereka.


"Aku mau memulai semuanya dari awal bersama mu. Tapi aku mohon jangan sakiti aku lagi. Aku akan mencoba memberimu kesempatan Mas" kata Salwa


Satya langsung mencium tangan Salwa dan memeluknya.


"Aku janji sayang, aku tidak akan menyakiti mu" bisik Satya di telinga Salwa


Mereka pun berpelukan dengan perasaan bahagia dan lega karna akhirnya mereka bisa bersatu mempertahankan rumah tangga nya.

__ADS_1


__ADS_2