
Sudah tiga hari Satya berada di luar kota, semuanya masih baik baik saja. Setiap hari Dia selalu memberi kabar pada sang istri jika ada waktu senggang. Seperti malam ini Satya sedang melakukan video call dengan istrinya.
"Bagaiman keadaan disana ? Anak anak gak nakal kan?" tanya Satya menatap intens wajah istrinya
"Baik Mas, ya seperti biasa mereka selalu saja bertengkar" kata Salwa tersenyum
"Kamu jangan terlalu lelah sayang, ingat kamu lagi hamil" kata Satya lembut
"Iya Mas, kamu juga jaga kesehatan di sana. Jangan telat makan dan jangan lupa shalat" kata Salwa
"Iya Sayang, kamu juga ya jangan lupa minim susu nya walau sedikit" kata Satya
"Iya Sayang" Salwa tersenyum malu
"Ahh aku seperti mendapat energi baru saat kau panggil Sayang " kata Satya tersenyum bahagia
Salwa hanya tersenyum malu
"Lagi dong Sayang" pinta Satya
"Udah ah Mas, lebih baik kamu tidur dan istirahat. Besok kan kamu harus bekerja lagi. Aku juga mau tidur " kata Salwa
"Iya Sayang aku tidur dulu ya. Assalamualaikum.. Muachh" Satya memberi ciuman jarak jauh
"Waalaikumsalam" Salwa langsung menutup telpon nya
Satya segera merebahkan tubuhnya setelah Salwa memutuskan sambungan telpon nya. Satya menatap langit langit kamar hotel. Satya merasa perasaan nya tidak enak. Tapi Dia segera menepis semua fikiran buruk nya.
......................
"Bunda ayo bangun" teriak Riza dan Seno saat memasuki kamar Bundanya
"Bunda" kata mereka lagi dengan mengguncang tubuh Bundanya
"Hmmm. Iya Sayang" Salwa mencoba bangun meskipun kepalanya terasa berat
__ADS_1
"Bunda tumben jam segini belum bangun" tanya Riza sambil naik ke tempat tidur diikuti Seno
"Bunda gak papa ko sayang" kata Salwa mengelus kepala kedua anaknya
"Bunda sakit ya? Ko pucet banget" kata Riza khawatir
"Bunda gak papa ko sayang, mungkin ini bawaan adhe bayi " kata Salwa
"Beneran?" tanya Riza memastikan
Salwa tersenyum dan mengangguk, Salwa tahu betul sifat anaknya. Meskipun Riza terlihat dingin dan cuek tapi Dia sangat menyayangi Bundanya. Begitupun dengan Seno.
Salwa berjalan ke kamar mandi setelah kedua anaknya keluar dari kamarnya. Salwa berjalan tertatih sambil memegangi kepalanya yang terasa berat.
Entah kenapa saat tadi subuh Salwa sudah merasa badan nya tidak enak. Suhu badan nya panas dan kepalanya terasa berat.
Selesai mandi Salwa menyusul anak anak nya ke meja makan. Salwa tersenyum saat melihat anak anak nya sudah duduk manis di meja makan.
"Riza,Seno ayo sarapan dulu" Salwa mengambil kan nasi goreng ke atas piring untuk kedua anaknya
Riza dan Seno makan dengan tenang, sementara Salwa hanya memakan roti isi selai coklat. Selesai sarapan Riza dan Seno segera pamitan pada Bundanya.
"Waalaikumsalam. Belajar yang benar ya" Salwa mencium kepala Riza dan Seno bergantian
"Iya Bunda" Seno dan Riza mencium tangan Bundanya secara bergantian
Setelah kepergian anak anak nya Salwa duduk di sofa ruang keluarga sambil memainkan ponselnya.
"Gimana kabar Mas Satya ya?" tanya Salwa pada diri sendiri
Salwa pun mencoba menghubungi suaminya, tapi ponsel Satya tidak aktif. Salwa pun menyimpan kembali ponselnya di meja.
"Neng" panggil Bi Yani yang baru datang dari dapur sambil membawa segelas susu hangat
"Iya Bi?" Salwa tersenyum
__ADS_1
"Ini susunya di minum dulu Neng" Bi Yani meletakkan gelas berisi susu di atas meja depan Salwa
"Terimakasih Bi, padahal saya bisa membuatnya sendiri " Salwa mengambil gelas susu itu dan meminum nya sedikit
"Iya Neng, gak papa ko lagian Bibi juga lagi gak ada kerjaan" kata Bi Yani tersenyum
"Bi duduk sini temani Salwa" kata Salwa menepuk sofa di sampingnya
Bi Yani menurut dan segera duduk di samping Salwa. Tanpa aba aba Salwa langsung menyenderkan kepalanya di bahu Bi Yani seperti seorang anak pada ibunya. Salwa merasa tenang saat berada di dekat Bi Yani seperti Dia dekat dengan almarhum ibunya.
Bi Yani mengelus kepala Salwa " Neng Salwa sakit?"
Salwa menggeleng lemah dan tersenyum
"Tapi Neng Salwa panas" Bi Yani menempelkan punggung tangan nya di kening Salwa
"Neng panas nya tinggi banget, kita kerumah Sakit ya" ajak Bi Yani khawatir
"Gak usah Bi, Salwa gak papa ko" kata Salwa
"Tapi Neng, wajah Neng Salwa pucat " Bi Yani cemas
"Gak papa ko Bi" Salwa tersenyum meyakinkan kalau dirinya memang tidak papa
"Kalau gitu telpon Tuan ya Neng" kata Bi Yani
"Tadi sudah Bi, tapi ponsel nya lagi tidak aktif mungkin Mas Satya lagi sibuk" jelas Salwa
"Ya sudah kalau gitu Neng Salwa sekarang istirahat ya" kata Bi Yani
Salwa hanya mengangguk dan berjalan ke kamarnya di bantu oleh Bi Yani. Salwa membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Belum juga Dia akan memejamkan mata tapi langsung terganggu karna ponsel nya berdering. Salwa pun mengangkat telpon itu.
"Hallo Assalamualaikum " kata Salwa
"Apa?" teriak Salwa keget
__ADS_1
"Ada apa Neng?" tanya Bi Yani ikutan panik
"Kita harus pergi sekarang Bi"