Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 40


__ADS_3

Satya dan Syaida telah menunggu di depan ruang operasi. Terlihat jelas di wajah mereka yang cemas dan khawatir. Satya terus mondar mandir, sesekali duduk, bangun lagi. Satya benar benar gelisah.


"Kak lebih baik kaka berdoa saja dari pada mondar mandir kaya gini" kata Sayida lembut


Satya hanya mengangguk dan pergi meninggalkan Syaida. Satya pergi ke ruangan khusus bayi. Satya menatap bayi nya dari luar ingkubator. Tak terasa air mata menetes begitu saja di pipi Satya. Satya meraba kaca ingkubator itu seolah Dia menyentuh bayi nya secara langsung.


"Riza sayang kamu do'akan Bunda biar bisa kuat dan kembali sehat untuk bisa berkumpul dengan kita. Riza do'akan supaya operasi Bunda berhasil ya. Supaya nanti Riza bisa meminum asi Bunda" Satya tak kuasa menahan tangis nya


Selama ini bayi nya hanya di beri susu formula karna Salwa belum sadar. Satya merasa sangat menyesal karna tidak mengetahui penyakit Salwa selama ini. Mungkin jika Dia tahu lebih awal, Salwa tidak akan kritis dan koma saat sudah melahirkan. Tapi nasi sudah menjadi bubur, Satya tidak bisa mengulangi masa lalu nya yang selalu menyakiti Salwa. Sekarang Satya hanya bisa berharap Salwa bisa sembuh dan Dia akan membahagia kan Salwa untuk masa yang akan mendatang.


Entah kenapa langkah kaki Satya membawa nya ke mushola rumah sakit. Satya terdiam sejenak sebelum melangkah masuk. Satya melangkah kan kaki nya ke tempat berwudhu, lalu Dia melakukan shalat Isya yang memang sudah terlewat beberapa jam.


Satya bersimpuh di atas sejadah dengan tangan menengadah. Satya menangis terisak mengingat semua perlakuan nya pada Salwa.


"Ya Allah aku sadar kalau aku bukan lah orang yang baik. Sering kali aku melakukan apa yang menjadi larangan mu. Ampuni lah dosa ku Ya Allah. Hanya kepadamu hamba memohon, sembuhkanlah Salwa istri hamba. Semoga operasi nya berjalan lancar. Aku janji, akan membahagiakan Dia Ya Allah. Hamba mohon" Satya berdoa dengan berurai air mata.


Selesai shalat, Satya kembali ke tempat Syaida yang masih menunggu di depan ruangan operasi.


"Belum keluar juga dhe?" tanya Satya

__ADS_1


"Belum Ka"


"Kenapa lama sekali" Satya terlihat gelisah


"Kaka tenang ya, Semuanya akan baik baik saja" Syiada mencoba menenangkan kaka iparnya.


Satya hanya mengangguk dan menutup wajah nya dengan kedua tangan nya. Satya memang sangat gelisah menunggu hasil operasi.


Ceklek


Pintu ruangan operasi terbuka oleh dokter dan para perawat yang melakukan operasi. Terlihat wajah lelah dan penuh keringat di dahi mereka.


"Bagaimana?" tanya Satya


"Operasi nya berhasil" kata dokter Rini


Satya dan Syaida bernafas lega saat mendengar ucapan Dokter Rini.


"Lalu bagaimana keadaan kaka sekarang?" tanya Syaida

__ADS_1


"Salwa sudah melewati masa kritis nya, tapi Salwa akan sadar mungkin besok malam. Selain karna pengaruh obat yang kami berikan juga karna Salwa sudah satu minggu mengalami koma" jelas Gio pada istrinya


"Kalau begitu aku mau ke ruangan ku untuk bersih bersih dan ganti pakaian. Kamu disini saja ya sayang" kata Gio pada Syaida


"Iya Mas" Syaida mengangguk dan tersenyum


Gio dan dokter Rini pun pergi menuju ruangan mereka masing masing. Sementara itu Satya memilih pulang ke apartemen untuk istirahat sebentar sebelum besok menemui istrinya lagi. Satya sudah tidak sabar ingin melihat Salwa membuka matanya kembali.


Syaida masih menunggu suaminya di depan ruang operasi. Salwa telah di pindahkan ke ruangan VIP yang di pesan oleh Satya.


"Sayang ayo pulang" ajak Gio setelah berada di depan istrinya


"Iya" Syaida pun berdiri dan membenarkan tas selempang nya.


Mereka berjalan beriringan di lorong rumah sakit sambil bergandengan tangan. Gio sangat romantis dan memperlakukan istrinya bak ratu. Hal itu membuat Syaida sangat merasa dicintai dan bahagia.


Perlakuan romantis dari Gio membuat Syaida merasa bahagia.


"Sayang apa sudah beres? aku sudah tidak tahan lagi" bisik Gio manja di telinga Syaida

__ADS_1


"Belum Mas, paling juga besok baru beres" kata Syaida tersenyum manis


Gio mendesah dengan wajah lesu dan tak bersemangat. Syaida hanya tertawa melihat tingkah suaminya yang seperti anak kecil.


__ADS_2