
Gio duduk berhadapan dengan adiknya di ruang tamu. Gisel sama sekali tidak merasa bersalah, Dia malah tersenyum puas melihat Syaida pergi dari rumah kakanya.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada kalian?" tanya Gio datar tapi terlihat jelas kesedihan di matanya
"Dia udah merebut pacarku Ka" kata Gisel manja
"Apa omongan mu bisa di percaya" kata Gio dingin
"Kenapa kaka tidak percaya pada aku? Kaka berubah ya setelah menikah sama wanita murahan itu " kata Gisel emosi
"Karna aku tahu bagaimana sifat istriku" tegas Gio
"Hahaha. Kau memang benar telah di butakan cinta Ka. Bahkan kau mengenal Dia belum satu tahun" kata Gisel semakin memancing emosi kakanya
"Jika sampai rumah tangga ku hancur karna kau Gisel. Aku tidak akan mau membiayai hidupmu lagi" menunjuk Gisel sambil menarik nafas kasar mencoba meredakan gejolak dalam dadanya
Gio pun berdiri lalu berjalan ke lantai atas menuju kamarnya. Gio menatap sendu saat pintu kamar terbuka. Semua kenangan bersama istrinya kembali terbayang.
Gio mengambil salah satu foto pernikahan mereka di atas meja kecil. Gio mengusap wajah istrinya di foto itu, tak terasa air mata menetes begitu saja mengenai foto yang sedang di pegangnya.
"Semoga kau bisa berfikir jernih sayang. Jangan sampai rumah tangga kita hancur karna ulah Gisel di masa lalu. Meskipun aku tidak tahu apa yang di alami kalian di masa lalu. Tapi aku yakin kalau semuanya akan bisa kita selesaikan, sayang cepat kembali" Gio berbicara sendiri sambil matanya tetap memandangi foto pernikahan mereka.
..................
Syaida, Salwa dan Satya baru saja sampai di rumah. Mereka mengajak Sayida untuk duduk di ruang keluarga. Salwa harus tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Ceritalah apa yang terjadi diantara kalian dhe" kata Salwa lembut
Syaida hanya diam sambil memandang kosong lalu melirik kaka iparnya yang sedang memangku Riza.
"Aku ke kamar dulu ya sayang. Mau mengajak Riza main" Satya mencium kening istrinya lalu pergi ke kamar mereka sambil menggendong Riza
Satya tahu kalau Salwa dan Syaida butuh waktu untuk berdua saat ini.
__ADS_1
"Ayolah sayang, ceritakan semuanya sama kaka" Salwa berdiri dan berjalan ke arah Syaida lalu duduk di samping adiknya
"Baikalah Ka, adhe akan cerita semuanya" Syaida menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya dengan berat
FlasBack ON
Syaida berjalan menyusuri lobi kampus, Dia berjalan dengan tenang sampai seseorang menepuk bahunya hingga membuat Syaida terlonjak kaget.
"Astagfirullah" Syaida mengelus dadanya karna terlalu kaget
"Hehehe. Maaf bikin kamu kaget" kata Tio cengengesan
"Ada apa Ka?" tanya Syaida melanjutkan jalan nya
"Aku mau ngomong sama kamu, ikut aku" Tio menarik tangan Syaida secara paksa
Mereka telah duduk berhadapan di kantin kampus. Tio terlihat sangat gugup dan gelisah.
"Ada apa Ka?" tanya Syaida lembut
Tio sudah tahu kalau Syaida tidak akan memandang pria saat berbicara bersamanya. Syaida selalu menunduk ketika berbicara dengan lawan jenis.
"Apa maksud Kaka?" tanya Syaida belum mengerti
"Aku menyukai mu Syaida. Apa kamu mau menjadi pasangan hidupku?" tanya Tio
Syaida mendongak kan kepalanya karna terlalu kaget mendengar ucapan seniornya ini. Syaida memang berteman dengan siapa saja termasuk Tio. Tapi Syaida tidak menyangka kalau sifat baik nya selama ini di salah artikan oleh Tio.
"Maaf Ka aku tidak bisa, bukan nya kaka masih pacaran sama Gisella?" kata Syaida
"Aku udah putusin Dia tadi, aku gak cinta lagi sama Gisel" kata Tio jujur
"Berarti kaka mutusin Gisel karna kaka mau menembak aku? Itu tidak benar Ka, perasaan tidak bisa di jadikan main main" Syaida berdiri
__ADS_1
"Aku pergi dulu Ka, Assalamualaikum " Syaida berjalan keluar kantin
..................
"Ampun Gisel jangan lakukan itu" teriak Syaida saat Gisel terus mendorong nya ke pagar pembatas
"Lo sudah merebut cowo gue gadis miskin" teriak Gisel emosi
"Aku tidak merebut Ka Tio Gisel. Aku hanya berteman saja" Syaida menangis takut apalagi sekarang posisi nya sudah terpojok di pagar pembatas
Kebetulan sekali di lantai atas inu sedang sepi, karna sedang ada acara di lantai bawah.
"Gue gak percaya" teriak Gisel kembali mendorong Syaida sampai tubuhnya terjengkang, untung saja Syaida berpegangan dengan erat pada pegangan pagar besi itu
"Beneran Gisel aku tidak ada hubungan apapun dengan Ka Tio" kata Syaida memohon dengan air mata berlinang di pipinya
"GUE GAK PERCAYA. GUE BENCI SAMA LO CEWE MURAHAN" teriak Gisel sambil mendorong kuat Syaida sampai Syaida tidak bisa menahan tanganya yang berpegangan pada pegangan pagar besi itu
"Aaaaa" Syaida terjatuh sampai ke lantai dasar
Semua orang yang ada di bawah langsung berlari saat mendengar teriakan Syaida. Mereka mengerubuni tubuh Syaida yang sudah bersimbah darah dan tidak berdaya.
"Lo gila Sel" kata Rika yang dari tadi hanya diam saat Gisel membully Syaida
Rika adalah teman satu geng sama Gisel. Dia juga membemci Syaida, tapi Dia tidak segila Gisel sampai melakukan itu.
"Kalo Dia mati gimana? Gue gak mau ikut ikutan ya" Rika langsung pergi meninggalkan Gisel yang masih diam mematung
Rika berjalan ke arah kerumunan orang. Rika menyuruh beberapa orang untuk membawa Syaida masuk ke dalam mobilnya. Rika dan Dina pun membawa syaida ke rumah sakit terdekat.
Gisel berlari ke arah mobilnya lalu Dia masuk dengan terburu buru. Dia takut kalau ada yang melihat nya di tempat kejadian.
Gisel melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju rumah kaka nya. Karna orang tua Gisel tinggal di luar negeri dan kaka nya juga sekarang sedang di luar negri mengurus beberapa urusan disana.
__ADS_1
Gisel membereskan pakaian nya ke dalam koper dengan terburu buru. Gisel membawa koper itu lalu pergi menggunakan mobilnya menuju bandara. Gisel akan menyusul keluarganya ke luar negri.
FlashBack OF