
Faiha sudah siap dengan pakaian pasien nya. Hatinya benar benar tak karuan, cemas, gelisah, takut semuanya menjadi satu. Seno selalu setia mendampingi kekasihnya dan mencoba menenangkan nya.
Brankar yang membawa Faiha sudah masuk ke dalam ruang operasi. Tak lama brankar yang ditempati Billa pun ikut masuk ke dalam. Billa tersenyum kepada Seno dan yang lainnya saat melewati mereka.
Kini mereka tinggal menunggu hasil nya dengan harap harap cemas. Seno sudah mondar mandir gelisah dari tadi. Sementara yang lainnya hanya duduk diam dengan fikiran masing masing.
"Sen lo tenang, semuanya pasti baik baik aja" kata Riza
"Iya Sen, lebih baik kamu berdoa " kata Salwa lembut
Seno pun mengangguk dan duduk di kursi tunggu dengan perasaan yang sangat cemas. Salwa pun tak kalah gelisah nya. Dia masih memikirkan cara yang tepat tentang kenyataan nya pada Seno nanti.
Setelah beberapa jam dokter melakukan operasi akhirnya dokter dan beberapa perawat pun keluar dari ruang operasi dengan peluh yang membasahi dahi mereka menandakan kalau mereka telah bekerja keras di dalam sana.
"Bagaimana dok?" tanya Seno tidak sabar
Dokter menghembuskan nafas dan tersenyum "Alhamdulillah semuanya berjalan lancar"
"Alhamdulillah" ucap mereka serempak
"Tapi..."
"Tapi apa Dok?" tanya Seno mulai merasa ada yang tidak beres
Dokter kembali menghela nafas "Bu Billa yang mendonorkan matanya tidak bisa bertahan. Saat operasi berlangsung Bu Billa telah menghembuskan nafas terakhirnya"
__ADS_1
"Innalillahi" ucap semuanya
"Bu Billa memnang sudah memiliki penyakit kanker rahim yang sudah stadium akhir" jelas dokter lagi
Mereka terkejut mendengar penjelasan dari dokter. Salwa sampai meneteskan air mata sedih dan juga haru karna di saat terakhirnya Billa masih bisa membuat orang lain bahagia dan memberikan matanya pada Faiha.
Karna Billa sudah tidak punya keluarga lagi maka pemakaman jenazah nya di urus oleh keluarga Satya. Mereka juga mengadakan pengajian di rumah Satya untuk mendoakan almarhumah.
Faiha masih belum bisa pulang dari rumah sakit. Dia masih harus di rawat beberapa hari lagi. Perban di matanya pun belum bisa di buka dan akan di buka besok pagi.
Setelah selesai acara pengajian di rumah Salwa. Kini semua keluarga berkumpul di ruang tamu karna memang ada yang ingin Salwa sampaikan.
"Jadi gini" Salwa menghela nafas sebelum melanjutkan ucapannya.
"Seno Bunda minta kamu jangan marah ya" kata Salwa lagi membuat Seno bingung
Salwa menghela nafasnya dan Dia pun menceritakan semuanya. Tentang Billa yang mengajak nya bertemu dan kenyataan kalau Billa adalah adiknya Bella yang sudah meninggal. Seno terdiam tanpa bisa berkata kata apapun. Dia benar benar terkejut saat tahu kenyataan nya.
"Dan ini yang di titipkan oleh Billa tante mu" Salwa menyerahkan amplop yang di berikan Billa waktu itu
Seno menerimanya "Kenapa Bunda baru cerita sekarang? Kenapa gak dari awal pertemuan Bunda dengan Tante Billa. Kenapa Bunda baru cerita sekarang?"
"Maafkan Bunda Sayang, tapi itulah yang diminta oleh Tante mu. Billa ingin kamu tahu semuanya setelah operasi Faiha berjalan lancar" jelas Salwa
Riza menepuk bahu Seno mencoba menguatkan saudaranya itu. Sungguh Riza tak pernah menyangka kalau hidup Seno banyak sekali misteri.
__ADS_1
"Lo sabar Sen, lo pasti bisa lewatin semuanya. Inget masih ada kita semua yang selalu ada buat lo" kata Riza
Seno mengangguk dan mengusap ujung matanya yang sedikit berair.
"Terimakasih semuanya, kalian sudah mau menerima Seno dan terimakasih juga buat Papa" kata Seno tulus
"Iya Seno, kita semua adalah keluarga" kata Sandi
Seno mengangguk lalu Di izin pergi ke kamarnya. Setelah sampai di kamar Seno membuka amplop yang di berikan Bundanya tadi.
Dear Arseno Mahendra Bramarta
Mungkin saat kamu membaca surat ini tante sudah tenang di alam sana. Awalnya tante pun tidak percaya kalau ternyata tante punya seorang keponakan yang tampan seperti mu.
Seno tau gak kalau tante sangat mengharapkan kehadiran seorang anak. Tapi sayangnya tante tidak dipercaya untuk mempunyai seoranh anak. Tapi tante sekarang bahagia karna ternyata tante mempunyai keponakan yang baik sepertimu.
Hanya satu pesan tante untuk Seno. Sayangilah keluarga Seno dan wanita yang telah membuat Seno jatuh cinta. Jangan pernah punya dendam pada siapapun termasuk ibu kandung Seno. Maafkan lah Dia dan doakan Dia dalam setiap sujudmu.
Tante bahagia saat bisa melihat kebahagiaan Seno. Lewat mata ini, mata yang tante donorkan pada kekasihmu tante bisa melihat kebahagiaan kamu dan keluargamu nanti. Tante bahagia karna kamu bisa mendapatkan wanita sholehah seperti Faiha.
Tante sayang Seno. I Love You So Much ❤❤
...Sabila...
Seno melipat kembali surat dari tante nya itu. Tak terasa air mata pun tak bisa ditahan nya lagi. Seno benat benar sangat terharu dengan ketulusan tantenya.
__ADS_1
"Terimakasih untuk semuanya tante. Semoga kau tenang di sana" kata Seno
Terimakasih untuk semua pembaca setia membaca KETULUSAN CINTA SALWA. Semoga kalian tetap suka dengan alur ceritanya.