
Semalaman Satya tidak bisa tidur karna istrinya tidak tidur bersamanya dan malah tidur bersama anak anak dan mengunci pintu agar Satya tidak bisa masuk ke dalam kamar anak anaknya.
Pagi ini Satya bangun dengan lesu tanpa ada semangat, lingkaran hitam di matanya dan wajah yang terlihat sangat kacau. Satya berjalan gontai ke arah meja makan dan disana pun sudah ada Salwa dan kedua anaknya.
Anak anak nya sudah siap dengan seragam sekolah taman kanak kanak yang mereka pakai. Selesai sarapan Riza dan Seno pun pergi ke sekolah setelah berpamitan pada kedua orang tua mereka. Seno dan Riza di antar oleh supir dan Ela.
Satya melirik ke arah istrinya yang masih acuh dan tak mau berbicara kepadanya. Satya tidak tahan lama lama didiamkan oleh istrinya itu.
" Sayang " Satya melingkarkan tangan nya di leher Salwa yang sedang duduk membelakangi nya.
Salwa tidak menolak pelukan Satya tapi Dia juga masih dalam mode diamnya.
"Sayang maafkan aku ya. Kamu jangan diem terus kalau kamu marah kamu boleh pukul aku atau maki aku tapi jangan kau mendiamkan ku seperti ini" kata Satya memelas
"Makanya kamu jangan membohingi ku Mas" kata Salwa akhirnya
"Iya aku gak akan membohongi mu lagi. Tapi sekarang kamu maafin mas kan" kata Satya
"Iya, aku maafin Mas" kata Salwa
"Terimakasih sayang " Satya mencium pipi Salwa dan melepas pelukan nya
Salwa berdiri dan berbalik menghadap suaminya.
"Mas ini udah siang kamu gak ke kantor?" tanya Salwa
"Aku kayanya gak ke kantor deh sayang. Aku mau sama kamu aja" Satya memeluk Salwa
"Tapi kenapa Mas? Emangnya gak miting hari ini?" tanya Salwa dalam pelukan suaminya
"Kamu gak tahu si, semalam aku gak bisa tidur gara gara gak ada kamu di sampingku" kata Satya merajuk
__ADS_1
"Ya ampun Mas maafin aku ya. Ya udah kalo gitu kamu sekarang istirahat saja" kata Salwa melepas pelukannya
"Gak mau sayang, aku mau tidurnya sama kamu"Satya mulai manja
"Ck kamu ini gak jauh beda sama Riza dan Seno yang sukanya merajuk" kata Salwa
"Ayo kita tidur " Satya menggiring istrinya ke kamar mereka
Salwa hanya pasrah saat Satya menyuruhnya tidur memeluknya. Salwa menyandarkan kelapanya di dada bidang Satya sehingga Salwa bisa mendengarkan detak jantung suaminya itu.
Tak butuh waktu lama Satya pun sudah terlelap karna memang Dia sangat mengantuk. Salwa tersenyum melihat suaminya sudah tidur dengan lelap. Saat Salwa akan ikut memejamkan matanya tiba tiba perutnya merasa mual dan Salwa pun segera berlari ke kamar mandi.
Salwa memuntah semua sarapan yang di makan nya tadi. Perutnya tersa seperti di aduk aduk, Salwa terus memuntahkan isi perutnya sampai mulutnya terasa pahit.
"Ada apa dengan ku ? Kenapa aku seperti orang hamil muda" kata Salwa yang langsung menutup mulutnya dengan mata terbelalak
"Ya Allah aku kan sudah telat datang bulan" gumam Salwa
Salwa kembali ke kamar mandi dan melakukan tes kehamilan itu. Salwa menunggu sampai beberapa menit setelah itu Dia tersenyum sambil meneteskan air mata haru.
"Ya Allah terimakasih karna kau telah menitipkan lagi benih di rahim ku" kata Salwa mengusap perutnya yang masih rata
Salwa pun keluar dengan membawa alat tes kehamilan itu menuju suaminya yang masih tidur. Salwa akan memberi tahu Satya sekarang juga.
"Mas bangun" Salwa mencium pipi suaminya karna cara inilah yang mampu membuat Satya bangun dengan cepat
"Hmmm" tuhkan Satya sudah mengerjapkan matanya
"Ada apa sayang" kata Satya dengan suara seraknya
"Bangun dulu, aku punya kejutan buat kamu" kata Salwa tersenyum bahagia
__ADS_1
"Kejutan apa?" Satya masih malas untuk bangun Dia masih meringkuk
"Duduk dulu kamu nya" kata Salwa lembut
"Hmmm" Satya pun bangun dan duduk menyandar
"Kejutan apa si sayang?" tanya Satya
"Ini" Salwa memberikan alat tes kehamilan pada suaminya
Satya menerimanya terus membolak balikan benda itu karna Dia tidak tahu benda apa yang di berikan istrinya.
"Ini apa sayang?" tanya Satya bingung
Salwa tersenyum " Itu alat tes kehamilan Mas"
"Apa???" Satya tersentak kaget
"Maksud kamu... Kamu hamil?" tanya Satya tidak percaya
Salwa mengangguk dan tersenyum " Iya Mas aku hamil"
Tanpa di duga Satya malah melempar alat tes kehamilan itu lalu berdiri dan berjalan keluar kamar tanpa berkata apapun.
Salwa menatap punggung suaminya yang sudah hilang di balik pintu dengan perasaan bingung dan takut.
'Kenapa Mas Satya bersikap seperti itu? Apa Dia tidak mau mempunyai anak lagi? ' Salwa
Sementara itu Satya pergi ke ruang kerjanya. Di duduk merenung di kursi kerjanya dengan fikiran kacau. Beberapa kali Dia menghembuskan nafas berat dan mengusap wajahnya kasar.
Vote, Like, komen nya jangan lupa 🤗🤗
__ADS_1