Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 62


__ADS_3

Syaida dan Gio telah sampai di rumah sakit yang di beri tahukan oleh pihak kepolisisan. Kini Syaida dan Gio sudah berada di ruangan Gisel, tapi Dia belum sadarkan diri setelah percobaan bunuh diri dengan memotong urat nadinya dengan silet. Entah dari mana Gisel mendapat kan silet itu. Dua orang polisi masih menjaga di luar ruangan Gisel.


Gisel mengerjapkan matanya berkali kali, Dia melihat ke sekeliling. Merasa asing dengan tempat ini, Gisel pun menoleh ke samping yang ternyata ada kakanya dan istrinya yang sedang menunggu di sofa.


"Kak" panggil Gisel lirih


Gio dan Syaida pun segera menoleh ke arah Gisel dan segera menghampirinya. Gio duduk di kursi samping ranjang pasien, sementara Syaida berdiri di samping suaminya.


"Bagaimana keadaan mu Gisel?" tanya Gio


"Seperti yang kau lihat, aku tidak baik baik saja Ka dan itu semua gara gara kamu" ucap Gisel kesal


"Semua bukan salahku Sel, tapi salah kau sendiri " kata Gio ikutan kesal


"Ck kau telah di butakan oleh cinta Ka, sampai kau tidak menyayangi ku lagi sebagai adik mu" kata Gisel


"Kamu harus mendapatkan pelajaran untuk bisa merubah sikap mu itu Sel. Bukan nya aku tidak menyayangi mu justru aku sangat menyayangimu makanya aku ingin kau berubah lebih baik lagi Sel" jelas Gio


"Udah deh Ka, lebih baik kaka pergi kalau cuma mau ceramahin aku. Bawa sekalian si gadis miskin peliharaan kaka itu" kata Gisel sinis


"Jaga mulutmu Gisella" bentak Gio tak terima karna adiknya menghina istrinya.


"Aku kira kau sudah berubah setelah beberapa bulan berada di dalam jeruji besi. Tapi ternyata sifat mu itu memang sudah mendarah daging dan kau bahkan tidak menyesal sekalipun setelah apa yang kau lakukan pada istriku" kata Gio ketus


Syaida memegang tangan suaminya agar Dia bisa mengendalikan dirinya. Syaida takut jika suaminya akan makin emosi.


"Kita pulang ya Mas, besok kita kesini lagi" bujuk Syaida agar suaminya tidak meneruskan perdebatan mereka


"Sana lebih baik kau pergi, percuma juga kalian disini gak bisa bantuin aku keluar dari penjara kan" kata Gisel memandang tidak suka pada Syaida


"Ya sudah kita pulang dulu ya Gisel, semoga kamu cepat sembuh. Assalamualaikum" ucap Syaida langsung menarik tangan suaminya keluar dari ruang rawat Gisel

__ADS_1


Gio terlihat sangat kesal, wajahnya sudah merah padam menahan emosi. Sayida mencoba menenangkan suaminya itu. Syaida pun akhirnya mengajak suaminya untuk mampir ke rumah kakanya dan Gio pun menyetujui nya.


Ting tong


Syaida dan Gio telah sampai di depan rumah Salwa. Salwa yang mendengar suara bel pun langsung membuka kan pintu karna Bi Yani sedang Dia suruh ke supermarket dan Ela juga sedang menjaga Riza di kamarnya.


"Assalamualaikum " ucap Syaida tersenyum saat kakanya sudah membuka kan pintu


"Waalaikumsalam. Masya Allah adhe, ayo masuk" kata Salwa sedikit terkejut


Mereka pun masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu. Sementara Salwa segera mengambilkan minuman dan camilan untuk mereka.


"Di minum dulu dhe, dokter Gio" Salwa meletakan gelas minuman nya dan camilan di atas meja.


"Terimakasih Ka" jawab Syaida


"Oh ya Bang Sat kemana?" tanya Gio pada Salwa


"Hari weekend masih aja kerja, duit udah banyak juga" Gio menggerutu


"Apa lo bilang" Satya yang tiba tiba muncul membuat semua yang ada di sana menoleh ke arahnya


"Gak ada" jawab Gio singkat


Satya berjalan ke arah mereka dan duduk di pegangan sofa yang di duduki istrinya.


"Kenapa wajah lo kusut banget, kaya tempe penyet" kata Satya bergurau


"Sialan lo Bang" kata Gio kesal


Satya malah tertawa keras melihat wajah Gio yang kesal. Sementara Syaida dan Salwa hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Ada masalah apa?" tanya Satya


"Apa Ka Satya juga tahu soal Gisel yang masuk penjara?" tanya Syaida menyelidik


Satya terkejut mendengar ucapan Syaida, bukan hanya Satya Salwa pun ikut terkejut mendengar ucapan adiknya itu.


"Ya jelas Bang Sat tahu, toh Dia yang melaporkan Gisel ke polisi" jelas Gio tanpa sadar


Satya mentap tajam pada Gio dan Gio baru sadar akan ucapan nya. Dia pun menutup mulutnya dengan kedua tangan nya.


"Benar itu Mas?" Salwa menatap tajam pada Satya


"Hmmm. Itu... Ak.. Aku" Satya gelagapan


"Mungkin maksud mereka tidak memberi tahu kita karna mungkin kaka sama aku tidak akan setuju Gisel di masuk kan ke penjara" Syaida membantu menjelaskan karna takut jika kakanya dan kaka iparnya akan bertengkar.


"Apa kaka marah sama Gisel?" tanya Syaida


"Bohong jika kaka tidak marah pada Gisel, tapi kaka tidak pernah mau menyimpan dendam dhe, kamu tau itu kan? Yang penting kamu sudah sembuh itu sudah cukup untuk kaka. Masalah hukuman untuk apa yang telah Gisel lakukan padamu kaka serahkan pada Allah" jelas Salwa


"Tuh kan pemikiran kaka sama adhe sama" kata Syaida


"Kita memang bukan menikahi manusia Gi, tapi menikahi malaikat" kata Satya memandang kagum pada istrinya


"Iya Bang" Gio juga memandang kagum pada istrinya


"Apaan si, kalian gombal banget" kata Salwa menepuk pipi suaminya pelan


"Jadi kalian maunya gimana? Sekarang kita serahkan semua keputusan tentang Gisel" kata Gio


"Karna sudah terlanjur, kalian lanjutkan saja apa yang kalian rencanakan. Tapi kalau bisa hukuman untuk Gisel jangan terlalu berat kasihan juga Dia" kata Salwa

__ADS_1


__ADS_2