
Pagi ini Satya sudah siap untuk berangkat ke kantor. Sudah beberapa hari Dia tidak masuk kantor karna permasalahan nya.
Satya masuk ke aula kantor dengan gagah nya. Semua karyawan menunduk hormat kepadanya. Satya menaiki lift khusus CEO .
Satya telah sibuk dengan berkas berkas di meja kerjanya. Satya masih fokus tanpa menghiraukan seseorang yang tiba tiba masuk ke ruangan nya.
"Sayang" Bella tiba tiba mencium pipi Satya dari belakang
Satya terperanjat kaget dan langsung mendorong tubuh Bella hingga terjengkang.
"Mau apa lo kesini?" tanya Satya emosi
"Beb kamu apa apaan si, pake dorong aku segala?" Bella berdiri dan merapikan penampilan nya
"Inget ya, lo jangan pernah kesini lagi. Keluar sekarang" Satya menunjuk ke arah pintu
"Beb" Bella berjalan mendekat ke arah Satya tapi Satya cepat menghindar
"KELUAR" bentak Satya emosi
Bella terlonjak kaget mendengar betakan Satya yang begitu menakutkan.
"Keluar" teriak Satya lagi menunjuk ke arah pintu
"Kamu liat aja ya Sat. Sampai kapan pun kamu itu milikku dan gak ada yang bisa milikin kamu selain aku" kata Bella yang langsung pergi dengan kekesalan nya
Satya mendudukan tubuhnya di kursi kebesaran nya dengan malas. Satya memejamkan matanya dengan kepala menyandar di sandaran kursi.
Satya tahu betul gimana sifat Bella. Kalau Bella sudah berkata maka akan melakukan apapun demi keinginan nya terwujud.
..................
Salwa baru terbangun dari pingsan nya tepat pukul 10 pagi. Salwa bahkan melewatkan shalat subuh. Salwa bangun dengan keadaan yang kacau, darah di bawah hidung nya pun sudah mengering.
__ADS_1
Salwa berjalan tertatih tatih ke kamar mandi. Salwa membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lemah karna semalem Dia bahkan melewatkan makan malam karna sakit nya kembali kambuh. Salwa merasa tubuhnya semakin hari semakin melemah. Tapi Dia masih mencoba menutupi sakitnya dari semua orang.
Salwa telah siap untuk berangkat ke toko Ibu Ratna. Salwa akan bekerja karna sudah beberapa hari Dia tidak bekerja. Mungkin memang sudah sangat terlambat untuk pergi ke toko. Tapi Ibu Ratna akan memakluminya karna Dia tidak pernah memarahi Salwa ketika Dia harus datang terlambat.
Salwa sudah bilang pada adiknya jika hari ini Dia akan mengunjungi adiknya nanti sore.
...................
Saat jam makan siang tiba Satya sengaja pergi ke rumah sakit untuk bertemu Salwa. Karna Dia yakin Salwa akan pergi ke rumah sakit untuk menemani adiknya.
"Assalamualaikum " Satya mulai membiasakan mengucap salam
"Waalaikumsalam. Eh kaka ko kesini?" tanya Syaida bingung
Satya mengerutkan keningnya ketika melihat ruangan Syaida hanya ada Syaida tanpa ada Salwa.
"Kaka kamu mana dhe?" tanya Satya
"Loh kan kemarin kaka bilang ada urusan jadi kesini nya nanti sore. Apa kak Satya gak tahu?" tanya Syaida ikutan bingung
"Ya sudah kalau gitu kaka mau cari kaka kamu dulu ya " kata Satya
"Ya udah hati hati ya kak" Syaida tersenyum
"Assalamualaikum " Satya pun keluar dari ruangan Syaida
"Waalaikumsalam "
'Kemana kaka sebenarnya? kenapa kak Satya sampai tidak tahu?' Syaida bertanya dalam hati
Sementara itu Satya telah sampai di kosan Salwa. Tapi Dia tidak menemukan Salwa disana sampai ada tetangga kosnya yang memberi tahu Satya kalau Salwa bekerja di toko Ibu Ratna. Satya pun segera melajukan mobil nya ke arah toko tempat Salwa bekerja.
Satya menepikan mobil nya di jalan sebrang toko Ibu Ratna. Satya mnurunkan kaca mobil nya, mata nya langsung berkaca kaca dengan perasaan menyesal dan bersalah yang bercampur dalam hatinya.
__ADS_1
Salwa terlihat sedang melayani pelanggan yang membeli beberapa barang dari toko. Dengan perutnya yang buncit membuat Salwa sedikit kesusahan untuk membawakan pesanan pelanggan.
Satya memandang Salwa dengan tatapan penuh penyesalan. Apa yang Dia lakukan selama ini? Bahkan dengan tega nya Satya mengusir Salwa dengan kondisi sedang hamil dan tanpa memberinya sepeser uang pun. Betapa berengsek nya Dia selama ini.
Satya turun dari mobil nya dan menyebrang jalan untuk sampai di toko Salwa. Salwa yang sedang sibuk merapikan barang barang, tidak menyadari Satya sudah berada di belakang nya.
"Ekhem" Satya berdehem
"Apa ada yang bisa say..." Salwa berbalik dan mendongak kan kepala nya. Salwa tidak melanjutkan ucapan nya karna terlalu keget.
"Kenapa kau bekerja?" tanya Satya lembut tapi tatapan nya penuh kesedihan
"Karna aku harus cari uang buat kelahiran anak ku dan membayar hutang ku padamu" kata Salwa jujur dengan kepala menunduk
Satya mengehela nafas berat, Satya bahkan tidak memikirkan bagaimana Salwa mendapat uang untuk melahirkan. Dengan tega nya Satya meminta karu ATM dan black card yang sudah di kasihkan kepada Salwa.
"Kamu tidak perlu bekerja, untuk uang persalinan biar aku yang menanggung nya. Dan kamu tidak perlu memikirkan soal uang yang sudah ku berikan untuk biaya operasi Syaida" kata Satya parau menahan tangis nya
"Aku tidak mau merepotkan kamu lagi. Aku tidak mau dibilang wanita penggila uang seperti yang sering kamu katakan"suara Salwa sudah bergetar menahan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.
Satya memejamkan matanya mendengar ucapan Salwa. Satya ingat betul bagaimana Dia dulu mengatakan kata kata yang sangat menyakitkan untuk Salwa.
"Maaf kan aku Salwa" tiba tiba Satya memeluk Salwa
Salwa pun menangis di pelukan Satya. Salwa menangis sesenggukan, dadanya sesak saat Satya memeluknya.
"Kau sudah terlalu sering menangis karna ku. Jadi sekarang berhentilah menangis, kasian bayi kita kalau kamu terus bersedih" Satya mengelus kepala Salwa yang tertutup hijab dan mencium nya.
"Lepaskan aku Mas" Salwa mencoba melepaskan diri dari pelukan Satya
Satya pun melepaskan pelukan nya pada Salwa dan membiarkan Salwa menghapus air matanya.
"Maafkan aku" sekali lagi kata itu terlontar dari mulut Satya
__ADS_1
"Aku akan memaafkan mu jika anak kita sudah lahir. Semoga aku masih bisa melihatmu setelah anak ini lahir" kata Salwa
Satya mengerutkan keningnya mendengar ucapan Salwa barusan. Tapi beberapa saat kemudian Satya pun mengangguk.