Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 58


__ADS_3

Salwa menidurkan Riza di kamarnya bersama Ela. Salwa juga telah memompa asi untuk anaknya jika nanti malam terbangun.


Salwa pun kembali ke kamarnya karna suaminya masih saja merajuk padanya. Saat masuk kamar, Salwa melihat suaminya masih duduk bersandar di tempat tidur dengan telanjang dada. Salwa pun menundukan kepalanya dan berjalan ke kamar mandi untuk bersih bersih sebelum tidur. Satya tersenyum penuh arti melihat istrinya masih malu malu.


Ceklek


Salwa keluar dari kamar mandi dan Dia langsung terlonjak kaget. Hampir saja Dia terjengkang karna terlalu kaget, untung saja Satya segera meraih pinggang nya sehingga Salwa tidak jadi terjatuh.


"Kamu ngapain si? kalau jatuh gimana" kata Satya tanpa rasa bersalah


"Ihh Mas ini kan gara gara kamu. Ngapain coba berdiri di depan pintu gitu" kesal Salwa


Satya hanya terkekeh lucu melihat wajah kesal istrinya. Satya pun menggiring Salwa ke tempat tidur. Satya mendorong tubuh Salwa hingga terjerambah ke tempat tidur. Satya langsung mengungkung tubuh Salwa.


"Mas mau apa?" tanya Salwa begitu polos nya


"Mau melanjutkan yang tadi" Satya menyeringai


Salwa diam, dan memandang wajah tampan suaminya. Satya memulai aksinya dengan mencium bibir Salwa. Satya melu^mat halus bibir yang terasa manis itu. Salwa memukul dada suaminya saat Dia mulai kehabisan nafas. Satya pun melepaskan ciuman nya dan membiarkan istrinya mengatur nafas terlebih dahulu.


Dengan perlahan Satya melepas hijab Salwa dan melepas ikat rambut Salwa sehingga membuat rambut Salwa tergerai. Satya membuka pakaian Salwa hingga kini Salwa tidak memakai sehelai benang pun.


Salwa memalingkan wajahnya yang sudah merah merona. Satya terus saja menciumi seluruh lekuk tubuh istrinya. Satya juga meninggalkan beberapa tanda kepemilikan.


Malam yang panjang pun baru di mulai. Hanya ada suara erangan dan desahan kenikmatan yang terdengar dari kamar itu.


......................

__ADS_1


Salwa terbangun sebelum adzan subuh, Dia merasa seluruh tubuhnya remuk. Semalam Satya benar benar menghajarnya tanpa ampun dan suaminya itu seperti tidak punya rasa lelah.


Salwa mengangkat perlahan tangan suaminya yang berada di perutnya. Satya sepertinya sadar kalau istrinya sudah bangung. Jadi Satya semakin mengeratkan pelukannya.


" Sayang ini masih sangat pagi, kau mau kemana bangun jam segini" kata Satya menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Salwa.


"Mas ini udah jam 4, kita harus mandi sebentar lagi subuh" kata Salwa mengelus tangan suaminya yang berada di perutnya


"Hmmm. Kita mandinya bareng ya" kata Satya


"Kamu duluan aja, aku mau lihat Riza dulu" kata Salwa beralasan karna bisa gawat kalau benar benar harus mandi bersama.


Satya membuka matanya lalu bangun dan duduk, Salwa pun ikutan bangun dan duduk sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


"Aku janji tidak akan melakukan apapun, hanya mandi sayang" kata Satya merajuk


"Iya sayangku cintaku" Satya mengecup bibir istrinya


"Tuhkan udah nyosor aja" kata Salwa kesal


"Morning kiss sayang, bukan nyosor" Satya tersenyum manis


Salwa hanya menghela nafas lalu Dia berdiri dengan selimut yang masih membalut tubuhnya. Satya menarik selimut yang dipakai Salwa sehingga Salwa tidak bisa berjalan.


"Mas lepasin ih, aku mau mandi" kata Salwa kesal


"Kamu ngapain bawa selimut ke kamar mandi sayang?" tanya Satya

__ADS_1


"Aku nutupin tubuh aku Mas, aku kan gak pake apa pun" kata Salwa makin kesal


"Ck, tidak perlu di tutupi sayang. Aku juga udah lihat semuanya" kata Satya


Salwa memalingkan wajahnya yang sudah memanas. Satya terkekeh melihat wajah merah istrinya. Satya pun menggiring istrinya ke kamar mandi.


.................


Satya sedang sibuk dengan beberapa berkas di meja kerjanya. Saking fokus nya Satya tidak menyadari ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan nya. Tanpa aba aba orang itu langsung mencium pipi Satya dan memfotonya dengan ponsel miliknya.


Satya terperanjat kaget melihat nya, Dia langsung mendorong tubuhnya sampai jatuh ke lantai.


"Apa yang kau lakukan?" teriak Satya penuh emosi


"Aku merindukan mu Beb" Bella kembali ingin memeluknya, namun dengan cepat Satya mendorong Bella hingga Dia mundur beberapa langkah.


"Kau kenapa kasar banget sama aku Beb?" kata Bella dengan nada manjanya


"KELUAR" teriak Satya sambil menunjuk ke arah pintu


"Kau akan menyesal telah mencampakan aku Satya" Bella keluar dengan segala kekesalan nya


Satya duduk di sofa lalu Dia menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.


"Sial, kenapa Dia harus balik lagi kesini si" Satya berbicara sendiri


Satya segera masuk ke kamar mandi dan mencuci wajahnya dengan sabun muka. Satya mengulangi beberapa kali mencuci muka dan memakaikan sabun. Satya ingin menghilangkan bekas ciuman Bella di pipinya. Satya merasa sangat jijik dengan wanita itu sekarang.

__ADS_1


__ADS_2