Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 81


__ADS_3

Satya masih diam merenung di ruang kerja nya. Sementara Salwa sudah menangis di kamarnya dengan segala kebingungan dan ketakutan yang memenuhi fikiran nya. Takut akan semua yang dulu Dia alami akan terulang kembali.


Kehamilan keduanya ini Salwa sangat berharap bisa di perhatikan oleh suaminya. Tapi melihat reaksi Satya tadi entah kenapa Salwa menjadi takut kalau suaminya akan kembali seperti dulu yang tidak mau mengakui anaknya sendiri.


Satya yang sudah mulai bisa menenangkan fikiran nya akhirnya keluar dari ruang kerjanya dan berjalan menuju kamarnya dan istrinya.


Ceklek


Satya terkejut saat melihat istrinya duduk bersila di atas tempat tidur dengan kedua tangannya menutupi wajahnya. Satya hanya bisa mendengar isak tangis Salwa yang sesenggukan sangat keras.


Dengan perlahan Satya menghampiri istrinya itu dan duduk di pinggir tempat tidur.


"Sayang kamu kenapa nangis?" Satya masih belum sadar juga tentang apa yang tadi di lakukan nya telah membuat istrinya menangis.


Salwa membuka kedua tangan nya dan menatap Satya dengan mata yang sembab dan basah.


"Sayang kenapa hmm?" tanya Satya sambil mengusap air mata Salwa


"Mas apa kamu marah karna aku hamil lagi?" ragu ragu Salwa menanyakan itu karna memang Dia harus menanyakan nya.


Satya terkejut " Apa maksudmu? aku tidak marah Sayang. Aku hanya...."


"Hanya apa Mas?" Salwa makin penasaran


"Apa kamu gak mau mengakui anak ini lagi seperti dulu.. Hiks Hiks" tangis Salwa kembali pecah


Satya makin terkejut dengan ucapan Salwa, Dia baru sadar kalau apa yang Dia lakukan telah membuat istrinya kembali teringat akan semua perlakuan nya dulu.

__ADS_1


"Sayang dengerin aku" Satya mendekap wajah Salwa dengan kedua tangan nya


"Maafkan aku karna sikapku tadi membuat kamu takut akan apa yang pernah terjadi di masa lalu. Tapi percayalah bukan itu yang aku fikirkan sayang. Aku yakin kalau anak ini memang anak aku sayang" jelas Satya menatap manik hitam yang tidak berhenti mengeluarkan cairan bening


"Terus kenapa kamu seperti itu?" tanya Salwa


"Aku hanya takut jika kamu hamil lagi kamu akan kesakitan seperti dulu dan aku juga takut kalau kamu melahirkan kamu akan seperti dulu lagi. Aku tidak bisa membayangkan jika hal itu kembali terjadi sayang " Jawab Satya dengan mata yang mulai berkaca kaca


Salwa tersenyum, kini Dia mengerti kenapa suaminya bersikap seperti itu saat mengetahui dirinya hamil lagi.


"Sayang kamu percaya kalau aku akan baik baik saja. Dulu aku seperti itu karna memang tubuh ku yang tidak sehat sebelum hamil. Tapi sekarang aku sehat, penyakitku juga sudah sembuh jadi kamu tidak perlu khawatir lagi " kata Salwa lembut


Satya menghembuskan nafas " Baiklah sayang aku akan mencoba untuk tidak takut lagi. Tapi sekarang kita harus ke dokter untuk mengetahui kondisi mu"


"Iya Mas" Salwa mengangguk


Setelah keduanya siap mereka pun langsung pergi menuju rumah sakit.


"Jadi bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya Satya


Salwa telah selesai melakukan pemeriksaan oleh dokter kandungan yang tak lain adalah dokter Sinta yang dulu menangani nya.


"Alhamdulillah selamat ya Salwa, Tuan Satya karna sebentar lagi kalian akan mempunyai baby dan kandungan Salwa sehat tidak ada yang perlu di khawatirkan" jelas dokter Sinta


"Saat ini kandungan Salwa sudah menginjak 5 minggu. Saya akan memberikan vitamin untuk Salwa" kata dokter Sinta


"Baiklah dok kalau begitu kami permisi dulu" kata Salwa ramah

__ADS_1


"Iya Salwa, kalian hati hati lah jangan lupa di jaga kandungan nya dengan baik karna usia nya masih sangat rentan" kata dokter Sinta


"Baik dokter, terimakasih " Salwa tersenyum ramah sementara Satya hanya diam mendengarkan dengan wajah datar nya


Salwa dan Satya sudah berada di dalam mobil. Satya tidak melepaskan genggaman tangan nya pada tangan Salwa sementara dirinya masih fokus menyetir dengan satu tangan yang lainnya.


"Terimakasih sayang karna lagi lagi kamu telah memberikan kebahagiaan kepadaku" Satya mencium tanga Salwa


"Iya Mas, aku juga bahagia bisa mendapatkan anugerah terindah dari Allah" kata Salwa mengusap perutnya yang masih rata


Satya mengajak Salwa menuju supermarket dulu sebelum pulang. Satya menyuruh Salwa untuk membeli susu ibu hamil dan sekalian belanjaan bulanan untuk di rumah nya.


Satya mendorong troli dengan tangan sebelah nya menggandeng tangan istrinya. Satya memakai kacamata hitam yang membuat Dia semakin terlihat tampan. Hampir semua orang melihat ke arah mereka dengan tatapan kagum dan juga iri. Tentu saja iri dengan wanita yang berada di samping Satya karna telah beruntung bisa mendapatkan suami se perfect Satya.


"Kamu mau beli apa lagi sayang?" tanya Satya


"Hmmm beli apa ya" Salwa sedang berfikir dan menimang apa yang Dia ingin kan saat ini.


"Beli saja apa yang kamu mau, itu kenapa beli susunya cuma satu?" Satya menunjuk susu ibu hamil yang sudah berada dalam troli belanjaan mereka.


"Satu aja belum tentu habis Mas, aku mual kalau harus minum susu banyak banyak. Mencium baunya aja sudah bikin aku mual" jelas Salwa karna memang kehamilan pertamanya pun seperti ini


"Tapi kamu harus tetap minum susunya sayang, walaupun sedikit biar baby nya nanti sehat" Satya mengelus perut Salwa


"Mas aku mau masak cumi saus pedas deh" kata Salwa tersenyum membayangkan makanan itu


"Ya udah ayo kita beli bahan bahan nya" ajak Satya

__ADS_1


Salwa dan Satya pun melanjutkan belanjanya.


Vote nya jangan lupa. hehe 😁😁


__ADS_2