Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 86


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, hari ini Salwa dan Satya beserta kedua anaknya sudah be rada di dalam mobil untuk menghadiri acara lamaran Doni dan Sella.


Di sepanjang jalan Seno tidak berhenti mengoceh. Anak ini memang sangat cerewet berbeda dengan Riza yang selalu bersikap cool.


"Bunda nanti pulangnya kita ke rumah Mami sama Papi dulu ya" kata Seno


"Gimana nanti saja ya sayang" kata Salwa lembut


"Yah Bunda, aku kangen main sama Devan di rumah nya. Ayolah Bunda" Seno mulai merengek


"Berisik " kata Riza dingin sambil menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa dan bersidekap dada


"Emangnya kamu gak mau main ke rumah Mami Za" kata Seno cemberut


"Ya aku mau ke rumah Mami, tapikan gak usah merengek juga. Dasar bocah " kata Riza dingin


Satya menahan tawa mendengar ucapan Riza, anak nya ini benar benar mirip dengan Dia waktu kecil.


'Bocah bilang bocah. Dasar Riza' Satya


"Heh kamu juga kan masih bocah" teriak Seno tidak terima


"Tapi kan aku gak suka merengek kaya kamu " Riza menatap tajam pada Seno


"Sudah sudah.. Kalian jangan bertengkar. Iya nanti kita mampir ke rumah Mami sama Papi ya"kata Salwa tegas menengahi perdebatan mereka


"Iya Bunda" keduanya langsung diam tanpa ada yang bersuara lagi


"Wah kalo pawang nya sudah berbicara langsung diam ya " kata Satya tersenyum mengejek pada kedua anak nya lewat sepion agar Riza dan Seno melihat nya


"Apa Mas? kamu bilang aku pawang?" Salwa menatap tajam pada Satya yang sedang fokus menyetir di sampingnya

__ADS_1


"Gak sayang aku gak... Aku" Satya mulai gelisah dengan tatapan Salwa


"Apa? Kamu nyamain aku sama pawang? Kamu fikir aku pawang hujan apa? Kamu jahat ya Mas" kata Salwa hampir menangis


Satya jadi gelagapan melihat reaksi istrinya yang hampir menangis dan sekarang memalingkan wajahnya menjadi menatap ke luar jendela.


Satya menghela nafas kasar ' Ternyata menghadapi ibu hamil susah banget. Ngomong salah dikit langsung ngambek'


"Huh" lagi lagi Satya menghembuskan nafas kasar melihat istrinya masih tidak mau melihat nya dan masih menatap ke luar jendela.


Mobil Satya sudah terpakir di parkiran hotel karna acara tukar cincin yang akan di laksankan oleh Doni dan Sella di hotel mewah milik perusahaan Satya.


Salwa keluar dari mobil dan menuntun kedua anaknya berjalan memasuki aula hotel tanpa menghiraukan Satya yang masih di dalam mobil.


Salwa berjalan menemui Syaida, Gio dan Gisel yang sudah ada disana. Salwa melihat Gisel tersenyum pada semua orang dan tapi terlihat sekali kesedihan di matanya.


"Assalamualaikum " sapa Salwa dan kedua anaknya


"Waalaikumsalam Kaka sudah sampai " Syaida menyalami Salwa diikuti Gisel


"Masih di dalam Ka, mungkin sedang siap siap" jawab Gisel


"Coba kamu susulin Doni Sel, kaka mau bertemu dengannya dulu" kata Salwa


Gisel mengangguk lalu pergi menuju kamar hotel yang Doni tempati untuk bersiap siap.


Ceklek


Gisel membuka pintu kamar hotel yang di tempati Doni dan Dia pun memasukan kepalanya ke dalam kamar dengan tangan masih menahan pintu agar tidak terbuka lebar.


"Don Ka Salwa udah dateng, katanya Dia mau ketemu kamu dulu" kata Gisel

__ADS_1


"Masuk sini Sel" kata Doni


Gisel pun masuk ke dalam kamar hotel itu dan duduk di samping Doni. Doni pun merogog saku jasnya dan mengeluarkan sebuah kotak cincin warna merah lalu Dia membukanya di hadapan Gisel.


"Kamu coba ini Sel" Doni menyodorkan cincin berlian yang terlihat sangat mewah itu untuk di pakai oleh Gisel


"A...Apa maksud kamu Don?" tanya Gisel gugup


"Kamu coba dulu ya" Doni pun meraih tangan kiri Gisel dan menyematkan cincin itu di jari manis Gisel


"Pas kan" kata Doni girang


Gisel mebulak balikkan tangan nya menatap cincin yang sudah terpasang di jari manisnya dengan senyum merekah.


"Sudah sini buka lagi cincin nya, kalau di jari kamu pas berarti di jari Sella juga pas " kata Doni


Senyuman Gisel seketika memudar dan Dia pun melepas kembali cincin nya lalu menyerahkan nya pada Doni.


'Jangan mimpi terlalu jauh Gisel. Sampai kapan pun Doni gak akan pernah suka sama lo' Gisel


Doni tersenyum lalu menyimpan kembali cincin nya di kotak cincin. Doni pun memasukan kembali kotak cincin itu ke dalam saku jas nya lalu Dia berdiri.


"Ayo kita temui Ka Salwa" ajak Doni yang di jawab anggukan oleh Gisel


Doni dan Gisel jalan beriringan menuju ke aula hotel. Dari tadi Gisel hanya menunduk mencoba mentral kan perasaan nya dan menahan tangisnya yang bisa pecah kapan saja.


'Tunggulah saat nya Sel' Doni tersenyum bshagia


'Dia bahagia banget mau tunangan sama Sella' Gisel


LIKE

__ADS_1


KOMEN


VOTE


__ADS_2