Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 66


__ADS_3

Keesokan harinya Satya sudah selelsai mengurus surat surat untuk mengadopsi bayi laki laki yang di temukan di taman itu. Selesai mengurus semuanya Satya pun langsung pulang karna hari ini tidak ada jadwal miting bersama klien dan semua pekerjaan Dia bawa pulang untuk di kerjakan di rumah.


"Assalamualaikum " Satya masuk ke dalam rumah nya


"Salwa dimana Bi?" tanya Satya pada Bi Yani yang sedang bersih bersih rumah nya


"Neng Salwa di kamar Tuan" jelas Bi Yani


Satya mengangguk dan langsung berjalan menuju kamar mereka.


Ceklek


Satya masuk ke kamarnya dan langsung di sambut oleh Salwa yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Satya pun ikut bergabung duduk di sofa bersama istrinya.


"Asyik banget kayanya, sampe gak sadar suami pulang" kata Satya pura pura kesal


Salwa hanya tersenyum sambil membantu suaminya membuka dasi. Satya mendaratkan ciuman di kening istrinya saat Salwa masih membuka dasi suaminya itu.


"Tadi cuma ada temen lama yang tiba tiba ngirim undangan pernikahan " kata Salwa menjawab pertanyaan suaminya


"Siapa sayang?" tanya Satya


"Temen waktu di pesantren Mas" kata Salwa


"Emang dimana tempatnya?" tanya Satya


"Di kota B, tempat tinggal ku dulu sebelum aku pindah ke kota A" jelas Salwa

__ADS_1


"Emang kamu dulu tinggal di kota B ya?" tanya Satya penasaran


"Iya Mas, cuma sejak adhe lulus SMA Dia dapat beasiswa di kota A jadi kami pindah ke sini dan membeli rumah disini" jelas Salwa


"Rumah yang di jual Bapak kamu itu" kata Satya


Salwa hanya diam dengan tatapan sendu, entah kenapa Dia tiba tiba ingat pada ayahnya. Sampai sekarang Salwa tidak tahu dimana Ayahnya berada.


Satya melihat perubahan raut wajah istrinya. Dia baru menyadari ucapan nya, Satya pun segera memeluk dan mencium pipi istrinya.


"Jangan sedih lagi sayang, ada aku yang akan menemani kamu apapun yang terjadi" kata Satya


"Iya Mas, terimakasih sudah mau menerima gadis kampung yang bodoh kaya aku" kata Salwa melepaskan pelukan dan menatap suaminya


"Ngomong apa hmm? Siapa yang bilang kamu gadis kampung dan bodoh? Kamu itu wanita yang pintar dan sangat bijaksana tidak lebih baik dari gadis kota. Kamu mempunyai yang gadis kota tidak punya dan beruntung nya kamu adalah milikku" kata Satya meggenggam tangan Salwa


"Terimakasih Mas"mata Salwa berkaca kaca


......................


Salawa dan Satya baru saja selesai melaksanakan shalat magrib. Salwa melanjutkan dengan mengaji sementara Satya menyelesaikan pekerjaan nya di tempat tidur. Setelah menyelesaikan satu surah, Salwa pun menutup Al Qur'an nya dan menyimpan nya di tempat biasa.


"Mas kerjakan di ruang kerja saja biar tidak terganggu " Salwa berjalan menghampiri suaminya


"Kamu sudah selesai ngaji nya Sayang" Satya tersenyum pada istrinya


"Sudah, takut ganggu kamu kerja kalau lama lama nanti kamu gak fokus lagi" kata Salwa duduk di pinggir tempat tidur di samping kaki suaminya yang berselonjor

__ADS_1


"Gak ganggu ko sayang. Aku malah merasa adem mendengar suara kamu yang merdu" kata Satya menyimpan berkas di samping nya dan mengambil lagi dari tumpukan yang belum Dia periksa


"Gak papa ko, aku juga udah selesai satu surah" kata Salwa


Satya hanya mengangguk sambil terus memeriksa berkas yang di tangan nya. Salwa pun melepas mukena nya dan memakai jilbab nya lalu Dia pergi keluar kamar untuk membuatkan suaminya minuman.


Ceklek


Salwa kembali ke kamarnya dengan secangkir coklat hangat kesukaan suaminya. Salwa berjalan menghampiri suaminya dan meletakan gelas berisi coklat hangat itu di meja kecil samping tempat tidur.


"Minum dulu Mas" kata Salwa


"Terimakasih sayang " Satya pun mengambil minuman itu dan meminum nya


Satya dan Salwa pun melaksanakan shalat isya dan setelah itu mereka keluar kamar manuju kamar Riza untuk melihat anak anaknya.


Sesampainya di kamar Riza, Satya segera mengajak main Riza dan Salwa menggendong bayi itu.


"Oh ya Mas, kita belum memberi Dia nama" Salwa mengusap sayang rambut bayi di pangkuan nya


"Iya ya Sayang, hmmm siapa ya nama nya" Satya sedang berfikir nama yang cocok untuk bayi ini


"Bagaimana kalau Arseno Bramarta " kata Satya


"Nama yang bagus Mas, nanti di panggil nya Seno ya" kata Salwa antusias


"Iya Sayang. Namanya Seno" kata Satya mengusap kepala Seno

__ADS_1


"Kalian adalah saudar ya, anggap saja kalian adalah saudara kembar. Riza dan Seno" kata Salwa menatap wajah mungil yang menggemaskan itu


Seolah mengerti ucapan Bunda nya Seno pun tersenyum.


__ADS_2