Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Season 2 ( Part 32)


__ADS_3

Salwa duduk di sebuah cafe untuk menunggu seseorang. Tak lama kemudian orang yang di tunggu pun datang.


"Maaf menunggu lama" kata wanita cantik sepertinya seumuran dengan Salwa tapi terlihat lebih muda sedikit.


"Loh kamu siapa?" tanya Salwa bingung melihat wanita di depan nya


"Apa kau tidak ingat seseorang saat melihat ku?" tanyanya


Salwa terlihat berfikir sampai Dia ingat siapa yang mirip dengan wanita itu apalagi dari suaranya.


"Apa kau yang menelpon ku semalam?" tanya Salwa


Wanita itu mengangguk "Apa kau mengira yang menelpon mu adalah Ka Bella?"


Salwa terkejut dengan ucapan nya barusan "Apa maksudmu? Apa kau mengenal mbak Bella?"


Senyuman ceria dan tatapan ceria itu berubah menjadi sendu. Dia menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong dan mata yang berkaca kaca.


"Ka Bella memang sangat keterlaluan padamu Salwa. Aku pun menjadi korban kelicikan dari kaka ku itu"


Salwa terbelalak mendengar setiap kata yang di ucapakan olehnya.


"Apa Dia Kaka mu?" tanya Salwa


Wanita itu mengangguk "Ya, Dia adalah kaka kandungku. Tapi Dia tidak pernah mengakui ku sebeagai adiknya. Ka Bella selalu merasa iri dengan apa yang aku miliki"


"Lalu untuk apa kau ingin bertemu denganku?" tanya Salwa bingung


"Kemarin aku telah bertemu dengan Seno dan pacarnya. Aku akan mendonorkan kedua mataku untuk pacarnya Seno"


Salwa lagi lagi di buat terkejut dengan pernyataan wanita itu.


"Jadi kau yang akan mendonorkan mata untuk Faiha?" tanya Salwa tidak percaya


"Iya, inilah yang bisa ku lakukan untuk membahagiakan keponakan ku. Di saat terakhirku aku hanya ingin mengetahui keponakan ku bisa bahagia setelah ibunya menelantarkan nya "


"Apa kau yakin ? Dan kenapa kau mau melakukan nya? Dan dimana mbak Bella sekarang?" tanya Salwa


Wanita itu menghela nafas berat "Apa kau tidak tahu kalau Ka Bella bunuh diri waktu di rumah sakit jiwa. Bahkan sampai mati pun Dia tidak mau bertobat dan meminta maaf pada orang orang yang telah Dia sakiti"


"Innalillahi" Salwa menutup mulutnya dengan air mata yang sudah menetes di pipinya

__ADS_1


"Salwa tolong berikan ini pada Seno, setelah operasi nya berhasil" Wanita itu menyodorkan sebuah amplop putih


Salwa menerima nya dan memasukkan amplop itu ke dalam tasnya.


"Tapi kenapa kau mau mendonorkan matamu untuk Faiha?" tanya Salwa


Dia tersenyum "Karna aku ingin melihat keponakan ku bahagia. Jika saja aku tahu dari dulu kalau kaka ku telah menelantarkan anaknya mungkin aku sudah mengambilnya dan mengurus nya"


"Kau tahu Salwa? Aku bahkan sangat menginginkan anak dari mantan suamiku. Tapi aku tidak bisa memberikan nya keturunan karna penyakitku ini hingga mantan suamiku menceraikan ku."


Dia menghembuskan nafas kasar "Tapi Ka Bella dengan teganya menelantarkan anak kandung nya sendiri. Jujur saat aku tahu tentang semuanya. Aku sangat benci pada Ka Bella. Tapi semuanya terlambat aku mengetahui tentang Seno baru sebulan terakhir ini"


"Baiklah Salwa kalau begitu aku harus pergi dulu. Sampaikan salam ku pada Seno dan selamat tinggal" wanita itu beranjak dari duduknya


"Tunggu, aku belum tahu siapa namamu?" tanya Salwa menghentikan langkahnya


Dia menoleh dan tersenyum "Nama ku Billa. Aku pergi dulu ya"


"Billa, namanya saja hampir sama dengan mbak Bella tapi Dia terlihat sangat baik dan lebih muda" gumam Salwa


Salwa berjalan masuk ke dalam rumahnya dengan tatapan kosong. Dia masih belum menyangka dengan apa yang terjadi di cafe tadi. Bella ternyata mempunyai seorang adik dan ternyata adiknya lah yang menyayangi Seno.


"Assalamualaikum " Anak anak baru saja pulang dari kampusnya


"Waalaikumsalam " Salwa tersenyum mencoba menunutupi kegelisahan nya


"Bunda kenapa?" tanya Tania


"Bunda gak papa ko. Cuma lagi gak enak badan aja " kata Salwa tersenyum


"Kalau gitu biar kita panggilkan dokter ya Bun" kata Riza khawatir


Salwa menggeleng dan tersenyum "Tidak usah Za, Bunda gak papa ko. Kalian pergi mandi sana, Bunda mau istirahat dulu"


Salwa pun pergi ke kamarnya sementara anak anak nya sudah masuk ke dalam kamar masing masing.


......................


Sore harinya Satya pulang dari kantor. Dia melihat anak anak nya sedang duduk di ruang keluarga dengan masing masing fokus pada ponselnya.


"Assalamualaikum " kata Satya

__ADS_1


"Waalaikumsalam " jawab mereka


"Bunda mana ?" tanya Satya


Riza dan Tania saling pandang


"Bunda dari tadi siang gak keluar kamar Yah, katanya gak enak badan" jawab Tania


Tanpa bicara apapun lagi Satya langsung pergi ke kamarnya. Dia sangat khawatir dengan keadaan istrinya itu.


Ceklek


"Sayang"


Satya langsung berlari ke arah Salwa yang sedang duduk di tempat tidur.


"Mas kamu sudah pulang" kata Salwa tersenyum


"Kamu gak papa kan? Kita ke rumah sakit aja ya"


Satya meletakan tangan nya di kening Salwa. Terlihat jelas kekhawatiran di wajahnya.


Salwa memegang tangan Satya yang di letakan di kening nya lalu menggenggam nya sambil tersenyum manis.


"Aku gak papa ko Mas, jangan panil kaya gitu" kata Salwa


"Gak papa gimana? Tadi anak anak bilang kamu gak enak badan" kata Satya masih cemas


"Aku baik baik aja Mas, aku cuma lagi banyak fikiran aja " kata Salwa jujur


"Banyak fikiran apa? Emang kamu mikirin apa si?" tanya Satya lembut


Salwa menceritakan semuanya pada Satya. Dari dulu Salwa tidak pernah menyembunyikan apapun pada suaminya kecuali satu. Penyakitnya yang pernah Salwa sembunyikan pada suaminya dulu.


Satya pun terkejut mendengar cerita Salwa "Aku gak pernah tau kalau Bella punya saudara"


"Apa kamu tau kalau mbak Bella sudah meninggal?" tanya Salwa


"Nggak, aku udah gak pernah urusin Dia lagi sejak Dia masuk ke penjara dan rumah sakit jiwa" jelas Satya


Salwa hanya mengangguk

__ADS_1


__ADS_2