
Salwa dan Satya sedang berada di kamar nya. Salwa sedang menyusui Riza sementara Satya sedang sibuk dengan laptop nya. Satu minggu lebih tidak masuk kantor membuat Dia harus bekerja di rumah.
Selesai menyusui Riza, Salwa segera mnidurkan nya di box bayi. Salwa pun pergi ke kamar mandi untuk sikat gigi dan cuci muka.
Satya menutup laptop nya dan menyimpan nya di meja kecil samping tempat tidur. Satya pun berjalan ke kamar mandi, tapi saat akan membuka pintu kamar mandi ternyata di kunci oleh Salwa.
"Sayang" teriak Satya sambil mengetuk pintu
"Sebentar Mas" teriak Salwa di dalam kamar mandi
Satya pun menyenderkan tubuhnya di dinding samping pintu kamar mandi. Tak lama kemudian Salwa pun keluar dari kamar mandi.
"Sana Mas, aku udah selesai " kata Salwa
Satya mengangguk lalu masuk ke kamar mandi. Sementara Salwa berjalan ke arah tempat tidur.
Satya keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah Salwa yang sedang duduk bersandar di tempat tidur sambil membaca majalah.
"Sayang" Satya mengusap kepala Salwa lalu mencium nya
"Hmmm" Salwa menoleh dan tersenyum pada suaminya
"Sini peluk aku" Satya merentangkan tangan nya agar Salwa memeluk nya
Salwa pun hanya menurut, Dia beringsut dan memeluk suaminya, menyandarkan kepala nya dada bidang suaminya. Satya mencium puncak kepala Salwa berkali kali dan mengelusnya.
"Sayang apa kamu pernah pacaran sebelum nya?" tanya Satya yang memang sangat penasaran dengan kehidupan istrinya selama ini
Salwa menggeleng di dalam pelukan suaminya lalu Dia mendongak hingga bisa melihat wajah tampan suaminya.
"Aku tidak pernah boleh pacaran sama Ibu. Lagian kan pacaran bisa membuat dosa jika dalam agama kita. Tapi aku pernah ta'arufan dengan seseorang" jelas Salwa
__ADS_1
Satya diam, hatinya terasa sangat menyesal karna telah melakukan apa yang di larang oleh Tuhan nya.
"Ta'arufan dengan siapa? kenapa tidak jadi menikah?" tanya Satya penasaran
"Sama anak nya kyai pemilik pesantren waktu dulu aku masih mondok sama Syaida dulu" jelas Salwa
"Terus kenapa gak jadi nikah?" Satya menahan gejolak di dadanya saat menanyakan itu
"Karna Dia melanjutkan kuliahnya di Kairo dan Mas Fahmi tidak mau mengikatku karna Dia akan lama tinggal di Kairo sementara aku jugs belum lulus SMA jika harus menikah saat itu dan ikut pergi bersamanya" kata Salwa
"Oh jadi nama nya Fahmi"Satya mangut mangut
"Iya. Mas Fahmi sangat baik dulu sama aku dan Syaida" kata Salwa tersenyum
Satya mendengus kesal mendengar Salwa memuji lelaki di masa lalu nya. Satya menatap tajam pada Salwa.
"Jangan memuji laki laki lain di depan suamimu" kata Satya dingin
Salwa bukan nya takut tapi malah tersenyum manis pada suaminya.
Satya langsung tersenyum lebar mendengar ucapan Salwa. Hatinya terasa melayang tinggi mendengar ucapan Salwa barusan.
"Terimakasih sayang. I love you more" kata Satya mencium kening istrinya
"Love You too" Salwa tersenyum manis
Satya meraih tengkuk Salwa lalu mencium bibir nya dengan lembut dan penuh kehangatan. Satya melu*mat dan menghisap bibir Salwa. Mereka berdua memejamkan matanya menikmati ciuman panas ini.
"Sayang boleh ya?" tanya Satya dengan tatapan sayu karna sudah terbakar nafsu
Salwa menggelengkan kepala nya yang mana membuat Satya tertunduk lesu.
__ADS_1
"Aku kan belum selesai nifas Mas" kata Salwa memberi pengertian
Satya mengangkat kepala nya dan menatap Salwa. Dia baru sadar kalau istrinya itu baru melahirkan dua minggu yang lalu dan pasti masih dalam masa nifas.
"Maaf ya Mas" Salwa menatap suaminya dengan tatapan bersalah
Satya menggeleng lalu mencium singkat bibir istrinya.
"Kamu tidak salah sayang. Aku saja yang tidak bisa mengendalikan nafsu ku padahal kamu baru saja melahirkan anak kita"Satya tersenyum pada Salwa
"Terimakasih Mas udah mengerti" kata Salwa membalas senyuman istrinya
Satya hanya mengangguk sambil tersenyum pada istrinya. Satya benar benar merasa beruntung karna telah memiliki istri sebaik dan selembut Salwa. Untung saja dirinya tidak terlambat dalam mengetahui kebenaran nya.
"Hmmmm. Mas aku boleh nanya?" tanya Salwa ragu ragu
"Nanya apa sayang hmm?" kata Satya mencium pipi Salwa
"Tapi kamu jangan marah ya" kata Salwa lagi
"Iya, aku gak akan marah" kata Satya lembut
"Hmmmm. Itu hmmm anu.. A... Apa kamu sama mbak Bella putus?" tanya Salwa gugup
Satya menghela nafas berat nya saat mendengar pertanyaan Salwa. Dia sudah mengira kalau suatu saat istrinya akan menanyakan hal itu.
"Sudah sayang dan kamu tidak perlu takut lagi aku akan menghianati kamu. Aku tidak akan menghianati kamu lagi sayang. Aku minta kamu tidak perlu bahas Bella lagi ya" kata Satya panjang lebar
Salwa bernafas lega saat mendengar penjelasan suaminya itu. Tanpa sadar Salwa memeluk suaminya dengan erat.
"Terimakasih Mas sudah memilih aku" kata Salwa dengan suara parau menahan tangis nya
__ADS_1
"Iya sayang, terimakasih juga karna kamu sudah mau memberi lelaki berengsek ini kesempatan kedua" Satya membalas pelukan Salwa
Mereka pun saling berpelukan dalam dingin nya malam sampai keduanya terlelap dengan posisi masih berpelukan.