Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Season 2 (Part 11)


__ADS_3

Sebuah perasaan yang tak bisa kita hindari dan tak bisa tentukan harus jatuh kepada siapa. Itulah Cinta yang tidak bisa tahu dari kapan datang nya dan pada siapa cinta akan berlabuh.


Seorang Riza yang terkenal dingin dan cuek itu. Kini Riza mengakui perasaan nya itu pada dirinya sendiri. Meskipun awalnya Riza selalu saja tidak mengakui perasaan cinta nya pada Rachel yang sudah ada di hatinya entah sejak kapan. Kini Riza merasa tersiksa karna tidak mau mengakui perasaan nya pada Rachel membuatnya sedikit frustasi.


"Arghhh" teriak Riza frustasi


"Gue gak bisa gini terus, gue bener bener tersiksa dengan perasaan ini" kata Riza pada dirinya sendiri


Riza pun keluar kamar untuk sarapan agar bisa cepat berangkat ke kampus. Haruskah Riza mengatakan perasaan nya sekarang? Entahlah Riza pun masih bingung bagaimana cara mengatakan nya.


......................


Rachel berjalan menyusuri lobi kampus dengan tatapan kosong. Raganya berada di kampus tapi fikiran nya melayang kemana mana.


'Gue bener bener sudah gila' Rachel


Dua sejoli yang sama smaa gengsi untuk mengakui perasaan masing masing. Dan sekarang keduanya benar benar tersiksa dengan perasaan nya sendiri.


"Lo kenapa Hel?" tanya Santi yang melihat Rachel berjalan dengan gontai tidak bersemangat beda dengan Rachel yang biasanya selalu ceria dan bersemangat.


"Gak papa gue" jawab Rachel sambil duduk di kursinya


"Yakin lo?" tanya Santi tak percaya


Rachel hanya mengangguk lalu meletakan kepalanya di atas meja. Beberapa kali Rachel menghembuskan nafas beratnya membuat Santi merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada Rachel.


"Hai semuanya. Assalamualaikum " Tania langsung berjalan menghampiri para sahabatnya itu.


"Waalaikumsalam " jawab Rachel dan Santi


Tania pun duduk di kursinya dan menatap kedua sahabatnya yang hanya diam tidak seperti biasanya yang selalu heboh.


"Kalian kenapa?" tanya Tania bingung

__ADS_1


"Bukan kalian, tapi Dia doang yang harus lo tanya kenapa" kata Santi menunjuk Rachel


Tania mengerutkan keningnya "Kamu kenapa Hel?"


Rachel menggeleng " Gak papa Tan"


Tania sudah membuka mulutnya untuk bertanya lagi pada Rachel tapi dosen keburu masuk ke dalam kelas nya membuat Tania mengurungkan niat nya.


'Tadi Bang Riza sekarang Rachel. Kenapa hari ini orang orang kelihatan aneh' Tania


Pelajaran pun di mulai, Rachel terlihat kurang fokus pada apa yang di terangkan oleh dosen nya.


Sampai kelas selesai pun Rachel tetap tidak fokus. Kini Rachel dan Tania sudah keluar dari dalam kelasnya dan berjalan menuju kantin kampus untuk makan siang sebelum kelas kedua di mulai.


"Mau makan apa Hel?" tanya Tania


"Mie ayam aja sama minum nya milshek coklat aja" kata Rachel


Tania pun segera memesan makanan yang dipesan oleh Rachel dan juga untuknya. Tak lama kemudian Tania sudah kembali ke meja tempatnya dan Rachel dengan membawa nampan berisi 2 mangkuk mie ayam dan 2 gelas milkshek coklat.


"Hel kamu gila ya" kata Tania yang melohat Rachel terus memasukan sambal ke dalam mangkuk berisi mie ayam miliknya.


"Apa?" tanya Rachel tidak mengerti


"Itu sambel nya gak kebanyakan?" tanya Tania menatap pada mangkuk mie ayam punya Rachel


"Oh ini" Rachel menggeleng


"Aku emang suka pedes" tambahnya lagi


"Tapi itu banyak banget Hel, apa gak akan sakit perut kamu?"kata Tania bergidik ngeri melihat mie ayam punya Rachel


Rachel hanya menggelengkan kepalanya dan langsung makan mie ayam miliknya yang sudah di campur dengan kecap saos dan sambal nya.

__ADS_1


'Pedes banget ni, emang tadu gue masukin sambalnya kebanyakan gitu'


Rachel mulai merasa panas di dalam mulutnya. Padahal Dia sendiri yang masukin sambal nya terlalu banyak. Tania pun ikut memakan mie ayam nya sambil sesekali melihat ekspresi wajah Rachel yang terlihat kepedasan itu.


'Kalo orang lagi jatuh cinta bisa gila juga ya' Tania


Sebenarnya ingin sekali Tania tertawa melihat ekspresi wajah Rachel yang kepedasan itu. Tapi Tania takut dosa, apalagi Dia tahu kalau Rachel lagi galau meskipun Rachel tidak cerita apapun padanya. Tapi Tania tahu apa yang Rachel rasakan.


'Gini nih kalau sama sama gengsi buat ngungkapin perasaan sendiri' Tania


Saat Tania dan Rachel masih makan dengan tenang. Tiba tiba Riza and the geng datang dan duduk di meja tidak jauh dari Tania dan Rachel.


Rachel dan Riza saling melirik tanpa ada yang mau menyapa duluan. Lagi lagi gengsi mengalahkan segalanya.


"Hah pedes banget" Rachel mengibas ngibaskan tangan nya di depan bibirnya yang sudah merah karna terlalu banyak makan pedas.


"Nih minum dulu, kan udah aku bilang kalau kamu masukin sambal nya kebanyakan" Tania menyodorkan minuman miliknya karna punya Rachel sudah habis dari tadi


"Makasih" Rachel pun langsung meminum minuman yang di berikan oleh Tania


Riza menatap Rachel dengan tatapan yang sulit di artikan, antara khawatir juga aneh. Entahlah.


"Woi Bro gak usah di latin mulu, tembak aja langsung kalau lo emang suka sama Doi" kata Seno


"Iya Za, lo tembak aja langsung Rachel takutnya nanti keburu di ambil orang" Devan menimpali


"Gue takut kalau Dia gak punya perasaan yang sama kaya gue" kata Riza


"Nyoba aja belum, gimana lo udah bisa simpulin kaya gitu" kata Seno


Riza hanya diam dan memikirkan apa yang di ucapkan saudara saudaranya.


Gimana Ni? Buat Rachel sama jadian atau jangan dulu?

__ADS_1


Berikan masukan kalian... 😊😊


__ADS_2