Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 82


__ADS_3

Satya mengerjapkan matanya yang terasa berat itu. Satya meraba raba tempat tidur di sampingnya lalu matanya terbuka lebar saat tidak mendapati istrinya. Satya bangun dan mengucek ngucek kedua matanya lalu Dia melihat ke arah jam dinding.


"Baru jam 4 tapi kemana Salwa?" Satya bergumam


"Sayang" panggil Satya tapi tidak ada jawaban


Samar samar Satya mendengar suara istrinya yang sedang muntah di kamar mandi. Satya pun segera turun dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi.


Satya membuka pintu kamar mandi yang memang tidak di kunci oleh Salwa. Satya menghampiri istrinya yang masih memuntahkan isi perutnya di wastafel. Dengan lembut Satya memijat tengkuk leher Salwa sambil merapikan rambut istrinya yang berantakan.


"Masih mual?" tanya Satya lembut dan penuh khawatir


Salwa mengangguk lalu kembali memuntahkan cairan bening sampai mulutnya terasa pahit.


"Sudah?" tanya Satya yang melihat Salwa sudah membersihkan mulutnya


"Sudah Mas" jawab Salwa


"Ya sudah sekarang kita kembali ke kamar" Satya pun menuntun istrinya untuk kembali ke dalam kamar


Salwa duduk menyandar di tempat tidurnya, sementara Satya duduk di pinggir tempat tidur di samping istrinya.


Satya mengusap kening Salwa yang berkeringat dingin.


"Aku jadi gak tega lihat kamu kaya gini sayang" kata Satya menatap wajah istrinya yang pucat


"Aku gak papa ko Mas kan emang gini kalau lagi hamil muda. Waktu Riza juga kaya gini " kata Salwa tersenyum


Satya diam dengan fikiran nya, bagaimana dulu Salwa bisa melewati masa sulit ini sendirian? Satya merasa sangat menyesal telah menyia nyiakan istri dan anak nya dulu. Kini Satya bertekad akan menebus semua kesalahan nya pada Salwa.

__ADS_1


"Sayang kamu makan ya" kata Satya karna dari kemarin Salwa bahkan tidak mau makan nasi


Salwa menggeleng " Nggak Mas, aku gak mau makan"


"Kalau kamu gak makan kasihan nanti baby nya" Satya mengusap perut istrinya


"Tapi aku akan mual Mas jika harus makan nasi" kata Salwa manja


"Terus kamu mau makan apa Sayang?" tanya Satya mengusap pipi istrinya


"Hmmm. Aku gak mau makan sekarang aku mau tidur di peluk kamu aja" kata Salwa malu malu


Satya tersenyum lalu Dia pun naik ke tempat tidur dan duduk bersandar di sandaran tempat tidur.


"Sini tidur biar aku peluk" Satya menepuk dadanya


Salwa pun tersenyum lalu Dia beringsut dan memeluk suaminya. Salwa menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya. Satya mengelus kepala Salwa dengan sesekali mencium nya.


"Apa Mas?" Salwa mendongak


Satya menggeleng dan tersenyum " Gak papa sayang. Ayo kamu tidur lagi ya"


Dengan sabar Satya menegelus kepala istrinya sampai terlelap lagi di pelukan nya. Satya pu ikut memejamkan matanya dan ikut terlelap.


......................


Sebulan sudah Doni dan Gisel saling mengenal. Keduanya semakin akrab satu sama lain nya. Hari ini Doni sudah berada di apartemen Gisel.


Gisel memang memilih tinggal di apartemen dari pada tinggal bersama kakanya. Gisel sering mendengar keluh kesah Doni tentang pekerjaan ataupun masalah hati. Gisel selalu siap mendengar kan apa yang Doni ceritakan seperti saat ini.

__ADS_1


"Jadi kau mau gimana?" tanya Gisel


"Aku mau langsung lamar Dia ke orang tuanya aja karna setahu aku orang tua nya Sella itu sudah menginginkan Sella untuk menikah tapi Sella nya aja yang gak mau. Alasanya ya seperti yang aku bilang Dia selalu bilang belum siap." jelas Gio


Deg


Gisel merasa dadanya sesak mendengar ucapan Doni. Gisel sudah mencoba sebisa mungkin untuk menghilangkan perasaan nya pada Doni. Tapi perasaan itu bukan nya hilang tapi malah makin besar karna hampir setiap hari Gisel selalu bertemu dengan Doni.


"Kalau menurutmu itu yang terbaik ya kamu lakukan saja. Aku akan mendukung setiap keputusan mu" kata Gisel mencoba tegar


"Baiklah, terimakasih karna kamu selalu menjadi yang terbaik untukku Gisel " kata Doni tersenyum


"Iya sama sama. Kitakan sahabat" kata Gisel lagi lagi mencoba tegar


"Kalo gitu nanti kamu bantuin aku siapin lamaran nya dan kamu juga tolong beri tahu Ka Salwa dan Syaida" jelas Doni


"Tentu" tersenyum getir


"Aku akan membantu mu" kata Gisel mencoba sebiasa mungkin


"Baiklah kalau gitu aku pulang dulu ya. Assalamualaikum " pamit Doni


"Waalaikumsalam " jawab Gisel


Setelah kepergiaan Doni, Gisel menumpah kan tangisnya yang sedari tadi di tahan. Gisel memukul dadanya yang terasa sesak dengan air mata tak berhenti mengalir.


"Kenapa aku jadi kaya gini? Sadarlah Gisel Doni tidak pernah menyukai mu. Dia hanya menganggap mu sahabat. Kamu harus bisa menerima itu Gisel. Dia mencintai wanita lain bukan dirimu" Gisel berbicara sendiri di sela tangisnya


"Aku harus bisa melupakan perasaan ini pada Doni. Dia gak mencintai ku dan aku harus sadar itu " kata Gisel lagi

__ADS_1


Jangan tintanya sejak kapan Gisel mencintai Doni? Karna Dia pun tidak sadar sejak kapan persaan cinta itu hadir di hatinya dan semakin lama perasaan itu semakin besar apalagi dengan Doni yang selalu menjumpai nya membuat Gisel semakin susah untuk melupakan nya.


__ADS_2