
Bersbeda dengan Faiha dan Seno yang tengah di uji kekuatan cintanya dengan datangnya seseorang di masa lalu.
Rumah tangga Rachel dan Riza justru disini yang di uji adalah Riza. Dia harus ekstra sabar menghadapi istrinya yang kadang kadang keinginan dan tingkah nya di luar nalar manusia normal.
Rachel yang sering marah tidak jelas dan meminta sesuatu yang sangat sulit untuk di wujud kan. Seperti waktu itu Dia ingin mengelus kepala botak pak dosen yang tinggal di samping rumah nya. Mau tidak mau Riza pun menurutinya.
Seorang Riza yang terkenal populer dengan ketampanan juga sikap dingin nya kini harus menuruti semua keinginan konyol sang istri.
"Sayang aku mau...."
"Mau apa lagi?"tanya Riza sedikit kesal karna istrinya terus terusan meminta sesuatu yang aneh.
"Apa? Kenapa kau membentak ku? Kau tidak sayang lagi padaku? Jahat kamu Riza" teriak Rachel dengan mata sudah berkaca kaca
"Mulai lagi" gumam Riza
"Bukan begitu sayang, ya udah kamu mau apa?" Riza mendekati istrinya
Rachel langsung menepis tangan Riza yang akan memegang tangan nya
"Aku gak mau, kamu jahat" Rachel langsung pergi ke kamarnya dan menutup pintu dengan keras.
"Ya Allah, salah apa lagi hambamu ini "kata Riza sambil mengelus dadanya.
Tok tok tok
"Dear buka pintunya dong, aku minta maaf sayang. Kamu mau apa hmmm? Ayo buka pintunya dong sayang" bujuk Riza
"Sana kamu pergi, aku gak mau punya suami jahat kaya kamu. Pergi sana aku bisa cari suami lagi" teriak Rachel
Tok tok tok
"Apa kamu bilang? Cari suami lagi? Jangan macam macam ya Rachel Maharani. Kau itu milikku dan selamanya hanya milikku" kata Riza emosi
'Idih bodo amat, ko malah Dia yang makin marah. Harusnya kan gue yang marah sama Dia' Rachel
"Pokonya aku bakal cari suami baru, gak mau sama kamu lagi. Kamu jahat" teriak Rachel makin kencang
Tok tok tok
"Rachel buka pintunya atau aku dobrak nih pintu. Ayo buka aku hitung sampe tiga" teriak Riza
'Biarin aja gue gak peduli ' Rachel
__ADS_1
"Satu" sudah mulai menghitung
'Wahh Dia gak main main, gila apa masa pintu kamar di dobrak nanti kan siapa yang rugi coba ' Rachel
"Dua"
"Iya..Iya aku buka ni, tunggu sebentar" teriak Rachel sambil turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah pintu kamar.
Ceklek
Riza tersenyum puas saat Rachel membuka pintu kamarnya. Riza langsung menerobos masuk ke dalam kamar dan menarik tangan Rachel agar ikut masuk.
"Duduk" kata Riza dingin
'Nih orang kenapa coba?' Rachel pun duduk di sofa dan Riza duduk di sampingnya.
"Apa maksudnya pake mau cari suami baru?" tanya Riza kilatan matanya terlihat kalau Dia sedang marah.
'Ohh gara gara itu Dia masih marah, ya kali gue kan cuma bercanda. Ampun dah' Rachel
"Jawab" nada suaranya sudah naik karna melihat Rachel hanya diam
"Apaan si, aku cuma bercanda" jawab Rachel cepat
'Ya ampun masa iya cemburu sama hal yang belum jelas' Rachel
"Ya maaf, aku kan gak tau kalau kamu bakalan marah. Lagian kamu juga si ngeselin banget" kata Rachel kembali mengungkit kekesalan nya pada Riza.
"Pokonya sekesel apapun kamu sama aku jangan pernah berkata seperti itu. Aku gak suka" Riza berkata tegas
"Iya maaf ya" Rachel mulai mengeluarkan jurua manjanya
'Dih gue yang hamil tapi ko Dia yang lebih sensitif si' Rachel
"Awas kalo di ulangi lagi, aku bikin kamu hamil lagi mau?" kata Riza
"Ya ampun Dear, ini aja belum lahir masa iya udah mau bikin aku hamil lagi" kata Rachel cemberut
"Udah jangan cemberut jelek tau gak" Riza mencubit gemas bibir istrinya
"Nggak" jawab Rachel manja
"Dasar" Riza mencium kepala istrinya
__ADS_1
'Udah baikan sekarang, aman bisa minta yang tadi dong. Hahaha' Rachel
......................
Faiha masih bersikap cuek pada suaminya. Dia hanya menjawab sekenanya jika suaminya bertanya. Faiha hanya ingin menunggu suaminya menjelaskan semuanya.
"Yank dasi aku dimana?" teriak Seno dari dalam ruang ganti pakaian
Faiha tidak menjawab Dia langsung masuk ke ruang ganti dan menghampiri suaminya. Faiha membuka lemari sebelahnya dan mengambilkan dasi lalu segera memasangkan nya.
Seno diam menatap istrinya yang masih saha mendiamkan nya. Faiha fokus pada dasi yang sedang di pasangkan di leher suaminya tanpa bicara atau senyum sekali pun.
Saat sudah selesai Faiha langsung berjalan keluar dan Seno pun segera mengikutinya. Dia tidak mau istrinya terus mendiamkan nya.
Seno melihat Faiha akan keluar kamar dan Dia segera menahan tangan Faiha dan menutup kembali pintu yang sudah Faiha buka tadi.
"Dengerin aku dulu Yank, aku gak suka kamu dimenin kaya gini" kata Seno menggiring Faiha ke tempat tidur
Faiha duduk di pinggir tempat tidur. Sementara Seno berlutut di lantai dan menggenggam tangan Faiha. Istrinya itu tidak mau menatap nya, Dia hanya menatap lurus ke depan . Mulutnya masih bisu tidak mau bicara.
"Aku akan jelaskan kenapa aku pulang larut malam dan tidak mengabarimu" kata Seno mencium tangan istrinya
Faiha masih diam dan tidak bergeming sekali pun. Matanya sudah berkaca kaca.
Seno pun menjelaskan semuanya tentang siapa Adelia kenapa Dia dan Adelia putus dan sampai tadi malam Dia yang terpaksa harus menemui nya di rumah sakit karna kecelakaan. Tentang ponsel nya yang tertinggal di kantor.
"Yank aku mohon maafkan aku. Aku gak bisa kamu diemin gini terus Yank" kata Seno memelas
"Kalau memang kamu mau balikan sama Dia silahkan tapi tinggalkan aku" kata Faiha dengan suara parau
Seno langsung tersentak kaget "Sayang jangan ngomong kaya gitu, aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Jangan tinggalkan aku Yank. Aku tidak ada niatan untuk balikan sama Dia. Hatiku sudah milikmu Fa"
"Beneran gak ada niatan buat balikan sama mantan Mas?" tanya Faiha
Seno menggeleng cepat "Nggak Yank, aku sangat mencintamu. Maafkan aku ya"
Seno berdiri dan mencium kening istrinya sangat lama. Faiha memejamkan matanya saat bibir Seno menempel begitu lembut di keningnya.
"Iya aku maafin tapi jangan ulangi lagi" kata Faiha
Seno mengangguk "Iya sayang, aku tidak akan mengulangi nya lagi. Aku janji"
Semoga suka 🤗🤗🤗
__ADS_1