
Salwa mengerjapkan matanya dan melihat sekeliling. Salwa merasa asing dengan tempat ini. Salwa mencoba mengingat apa yang trjadi padanya.
"Dimana aku?" Salwa bingung dengan tempat ini
Ceklek
Pintu kamar mandi kamar itu terbuka dan menampilkan seorang laki laki tampan dan gagah. Salwa segera menutup matanya dan memalingkan wajahnya saat melihat laki laki itu hanya memakai handuk yang di lilit di pinggang.
"Kau sudah bangun" katanya tersenyum
"Anda siapa?" tanya Salwa dengan tangan yang sudah gemetaran
"Kenapa saya ada disini?" tanya Salwa lagi
"Kau akan melayani ku sayang" katanya dengan mengerlingkan matanya menggoda Salwa
Salwa beringsut dan segera turun dari tempat tidur saat pria itu terus mendekat padanya. Salwa benar benar takut melihat pria itu.
"Ayolah sayang ku" pria itu terus mendekati Salwa sampai Salwa terpojok di dinding sudah tidak bisa menghindar lagi. Pria itu langsung mengukung Salwa dengan kedua tangan nya. Dia mencoba mencium bibir Salwa tapi dengan cepat Salwa menendang kejantanan pria itu dengan lututnya.
"Akhhh" teriak nya sambil memegangi kejantan nya yang terasa sangat sakit
Salwa segera berlari ke luar kamar saat mendapat kesempatan untuk melarikan diri dari pria bejat itu. Saat Salwa keluar dari kamar tiba tiba kedua tangan nya di cekal dan menahan nya agar tidak melarikan diri.
"Lepaskan" Salwa berontak tanpa melihat siapa yang mencekal tangan nya
"Diam" bentak orang itu membuat Salwa terkejut dan langsung diam.
Salwa semakin terkejut saat melihat ke sisi kiri dan kanan nya. Dua orang yang telah menahan nya untuk tidak melarikan diri.
"Mbak Bella, Bapak" kata Salwa kaget
"Kenapa kalian melakukan ini padaku? Apa salahku?" kata Salwa parau
__ADS_1
"Karna kau telah merebut Satya dari ku" teriak Bella
"Bapak... Tolong Salwa Pak" kata Salwa melihat ke wajah ayahnya dengan wajah memelas dan memohon
"Maafkan Bapak Salwa, Bapak tidak bisa menolong mu karna selama ini kamu tidak pernah membantu Bapak dan hanya Bella yang memenuhi semua kebutuhan Bapak" kata Ayah Salwa tanpa punya rasa kasihan pada anak nya
Mendengar ucapan ayahnya tangis Salwa pun pecah. Bagaimana bisa seorang ayah dengan tega menjual anaknya dengan pria tua hanya demi kebutuhan nya yang tidak jelas. Salwa tahu maksud dari kebutuhan ayahnya adalah uang untuk membeli minuman minuman haram dan bermain judi dan tentunya Salwa tidak akan memberikan uang untuk ayah nya.
"Bapak tolong Salwa. Salwa mohon Pak, anak anak dan suami Salwa pasti mencari Salwa" Salwa masih belum menyerah, Dia berharap kalau ayahnya masih mempunyai hati nurani.
Ayahnya hanya diam sementara Bella menarik Salwa agar masuk kembali ke dalam kamar. Tapi Salwa dengan keberanian nya menginjak kaki Bella sehingga Bella melepaskan cekalan tangan nya. Salwa pun menggigit tangan ayahnya. Salwa pun segera berlari dari mereka.
"Akhhh.. Salwa jangan pergi kamu " teriak Bella
"Kenapa kalian lama sekali membawa nya masuk kembali ke kamarku?" Pria yang ada di dalam kamar keluar
"Dia kabur" kata Bella
"Apa? Kenapa kalian tidak menahan nya ? Percuma aku bayar wanita cantik itu dengan mahal pada kalian" katanya marah
Briyan adalah sepupu jauh Bella yang baru pulang dari luar negri. Briyan adalah laki laki player yang suka gunta ganti wanita untuk menemani nya di ranjang. Maka dari itu saat Bella menawarkan Salwa dan memperlihatkan foto Salwa padanya Briyan langsung terpesona dengan wajah polos dan cantik milik Salwa.
Salwa berlari keluar dari rumah itu dengan tergesa gesa. Saat sampai di depan gerbang rumah itu Salwa kebingungan bagaimana membukanya karna gerbang itu sudah di gembok. Dan di saat Salwa berusaha membuka gembok itu hujan turun dengan derasnya seolah ikut menetes kan air mata seperti Salwa.
Dengan mengumpulkan keberanian Salwa memanjat pagar besi yang cukup tinggi itu.
"Salwa jangan berani kabur kamu" teriak Bella saat keluar dari rumah dan melihat Salwa sudah memanjat pagar.
Bella tidak menyangka Salwa akan senekat itu. Bella, Briyan dan ayah nya Salwa pun segera mengejar Salwa.
Karna terlalu terburu buru Salwa pun terjatuh dan kakinya terluka terkena pagar besi yang runcing itu. Beruntung nya Salwa terjatuh ke luar pagar jadi Salwa bisa melarikan diri dengan kaki yang terasa perih terkena guyuran air hujan.
......................
__ADS_1
Satya baru sampai di jalan B, sekarang Dia sedang mencari cari keberadaan Salwa disana. Tapi nihil Salwa tidak ada di sana. Satya pun kembali ke mobilnya dengan, saat Satya akan masuk ke dalam mobilnya tiba tiba matanya melihat sesuatu di dekat kakinya.
"Inikan ponselnya Salwa" Satya mencoba mengaktifkan posel Salwa namun tidak bisa karna ponsel nya memang sudah rusak dan tidak bisa di aktifkan lagi.
Satya pun menutup payung yang di pakainya lalu Dia masuk ke dalam mobilnya dan melempar ponsel Salwa ke kursi penumpang. Satya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Sial, siapa yang berani menganggu rumah tangga gue. " Satya memukul setirnya
"Oke sekarang gue harus pergi ke satu alamat lagi" Satya melajukan mobilnya menuju jalan xx yang di beri tahu Jhoni.
Salwa masih terus berlari menembus hujan yang semakin deras. Darah yang terus mengalir dari kakinya tidak lagi di hiraukan. Tenaga Salwa semakin lemah lari nya pun semakin pelan karna Dia sudah merasa lelah.
"Jika kau tidak mendapatkan nya lagi maka kembalikan semua uangku" kata Briyan pada ayahnya Salwa
"Tenang saja aku akan mendapatkan anak ku lagi"kata Ayah nya tenang
Benar saja kata ayahnya Salwa karna sudah terlalu capek untuk berlari maka Salwa dengan mudah nya di tangkap oleh ayahnya.
"Lepasin Salwa Pak, Salwa mohon" Salwa berontak agar ayahnya mau melepaskan nya
Plakk
"Diam" ayah Salwa menampar pipi Salwa
"Kenapa Bapak tega pada Salwa" kata Salwa lirih sambil memegangi pipinya yang terasa panas
"Karna kau selalu saja tidak patuh denga ku" kata ayah Salwa emosi
"Karna apa yang Bapak lakukan itu salah dan dosa Pak" teriak Salwa membuat ayahnya semakin emosi
Plakk
Satu tamparan kembali mendarat di pipi Salwa membuat sudut bibirnya pecah. Saat ayah Salwa akan menarik Salwa kembali pada Briyan dan Bella yang menunggu di mobil tiba tiba sebuah motor menabrak ayah nya dengan sangat kencang.
__ADS_1
Brakkk
"Bapakkkk" teriak Salwa