Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Season 2 (Part 37)


__ADS_3

Faiha dan Seno baru saja sampai di rumah mereka. Mereka langsung naik ke lantai atas menuju kamar mereka. Sesampainta di kamar mereka pun bergantian membersihkan diri.


"Sayang kau tidak lupa dengan hukuman mu kan" Seno melingkarkan tangan nya di perut Faiha yang sedang berdiri di balkon kamar mereka.


"Hmmm" jawab Faiha


Seno menggiring Faiha masuk ke dalam kamarnya dan menidurkan Faiha di tempat tidur.


"Hukuman nya gak ada yang lain apa?" kata Faiha memberengut kesal


Seno hanya tersenyum lalu mencium bibir istrinya dengan sangat halus dan lembut. Ciuman Seno mulai berpindah ke leher Faiha dan memberikan tanda kepemilikan disana.


"Hmmm" Faiha menggeliat saat Seno mulai memainkan kedua benda miliknya.


Desahan dan erangan kenikmatan memenuhi kamar mereka yang sedang di mabuk cinta. Sampai Seno selesai dengan pencapaian yang ke 3 kali barulah Dia berhenti.


"Terimakasih Sayang, Love You" bisik Seno dan mengecup pipi istrinya


"Hmmm"


Faiha sudah lelah Dia hanya mengatakan pelukan nya dan memejamkan matanya. Mereka pun akhirnya tidur setalah pertarungan panas itu.


......................


Tania baru saja sampai di restauran milik keluarganya. Di masuk dan langsung di sambut ramah oleh para pegawainya. Tania menuju ruang kerja nya yang ada di lantai dua.


"Pagi Nona" sapa Rina sekertaris Tania


"Pagi, apa jadwal saya hari ini?" tanya Tania tersenyum ramah


"Tidak ada Nona, sekarang anda tidak ada jadwal pertemuan dengan siapapun" jelas Rina


"Ohh baiklah Rina, kalau begitu saya akan masuk ke ruangan saya dulu " kata Tania


"Silahkan Nona" jawab Rina mengangguk hormat


Tania masuk ke dalam ruangan nya dan duduk di kursi kebesaran nya. Tania mulai membuka beberapa laporan yang sudah berada di atas meja kerjanya.


Karna tidak terlalu banyak kerjaan jadi Tania memutuskan untuk pulang. Saat Tania keluar dari lift Dia tak sengaja menabrak seseorang hingga Tania jatuh terduduk karna tubuh pria itu yang tingga tegap.

__ADS_1


Brukk


"Maaf saya tidak sengaja, anda tidak papa Nona" pria itu mengulurkan tangan nya untuk membantu Tania


Tania menerima uluran tangannya dan berdiri "Terimakasih, saya tidak papa. Maaf karna saya yang tidak hati hati "


"Ah saya juga sedang tidak fokus pada jalan Nona. Oh ya siapa nama Nona? Perkenalkan saya Arman" mengukurkan tangan nya


'Ko kaya gak asing ya namanya'


"Tania" menjabat tangan Arman


"Kalau begitu bisa kita makan atau sekedar minum Nona sebagai hadiah perkenalan kita dan saya yang akan traktir" kata Arman tersenyum


Tania hanya tersenyum dan mengangguk. Arman pun memesan kan makanan dan minum lalu mereka pun duduk di salah satu meja di restauran itu.


Tak lama pelayan pun datang membawa pesanan Arman. Pelayan itu mengangguk hormat pada Tania dan hanya di balas senyuman oleh Tania.


"Ayo makan" kata Arman


Tania hanya mengangguk dan tersenyum dan mulai memakan makanan yang di pesankan Arman.


Mereka sesekali saling curi pandang sampai makanan mereka habis.


"Oh ya tadi kamu mau kemana Tan?" tanya Arman membuka pembicaraan


"Aku mau pulang" jawab Tania tersenyum


"Oh begitu bagaimana kalau aku antar" kata Arman


Tania kembali tersenyum "Tidak usah Mas, aku bawa mobil"


"Oh baiklah kalau begitu" kata Arman kecewa tapi Dia mencoba bersikap biasa saja


"Baiklah kalau begitu saya permisi duluan ya Mas, dan untuk makanan nya tidak perlu bayar" Tania beranjak dari duduk nya dan menyelempangkan tasnya di bahu


Arman mengerutkan keningnya "Kenapa tidak usah di bayar?"


Tania tersenyum "Ini adalah restauran milik Ayah saya"

__ADS_1


Tania memang tidak pernah mengaku rertauran berbintang miliknya ini sebagai miliknya. Dia selalu bilang kalau restauran ini milik Ayahnya meskipun Satya telah memberikan nya padanya.


"Ohh, maaf kalau saya tidak tahu" kata Arman sedikit kaget


"Tidak papa Mas" Tania kembali tersenyum


'Ini cewe bener bener beda dari yang lain '


"Kalau begitu saya permisi dulu ya Mas" pamit Tania


"Eh tunggu" kata Arman menghentikan langkah Tania


Tania menoleh pada Arman dan tersenyum "Ada apa ?"


"Kalau pemilik restauran ini adalah ayah kamu. Berarti kamu anak nya Tuan Satya dan adiknya Tuan Riza" kata Arman menatap Tania


Tania mengangguk "Ya"


"Ohhh, kalau begitu boleh saya minta nomor ponsel kamu?" kata Arman penuh harap


"Untuk apa ya?" tanya Tania


"Hanya sekedar ingin mengenalmu saja. Lagian saya juga bekerja sama dengan BRM GROUP yang di pimpin oleh kakamu" jelas Arman


Tania terlihat berfikir sebentar sampai Dia mengambil keputusan.


"Baiklah, ini kartu nama saya" Tania menyerahkan kartu namanya pada Arman


"Terimakasih Tania" Arman menerima kartu nama itu dengan wajah sumeringah


"Kalau begitu saya pamit. Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam. Sampai ketemu lagi Tania" Arman sedikit berteriak karna Tania sudah melangkah menjauh darinya.


'Kau tidak akan lepas dariku Tania'


Baca juga Novel terbaruku. Ku Inging Bahagia.


__ADS_1


__ADS_2